5 Fakta Menarik Amasya, Kota Para Pangeran Ottoman yang Memikat

- Amasya dijuluki "Kota Para Pangeran" sebagai tempat pendidikan calon sultan Ottoman terkenal
- Makam Raja Pontus dipahat di tebing batu, menciptakan pemandangan dramatis dan simbol warisan kuno
- Rumah tradisional Ottoman di tepi Sungai Yeşilırmak menjadi bagian hidup masyarakat setempat
Amasya adalah kota bersejarah di wilayah Laut Hitam, Turki, yang terletak di sepanjang Sungai Yeşilırmak. Kota ini terkenal karena lanskapnya yang dramatis, dengan tebing batu tinggi yang mengelilingi pusat kota tua. Perpaduan antara warisan kuno, arsitektur Ottoman, dan panorama alam menjadikan Amasya salah satu kota paling memikat di Turki.
Sejak zaman kuno, Amasya telah menjadi pusat peradaban penting yang dikuasai oleh berbagai kerajaan besar. Kota ini pernah berada di bawah kekuasaan bangsa Het, Persia, Romawi, Bizantium, hingga Ottoman. Yuk, kita telusuri 5 fakta menarik kota para pangeran Ottoman yang memikat ini!
1. Kota pendidikan para pangeran ottoman

Amasya dijuluki sebagai "Kota Para Pangeran" karena perannya dalam sejarah Kesultanan Ottoman. Britannica menjelaskan bahwa pada masa Ottoman, kota ini menjadi tempat pendidikan dan pelatihan para calon sultan yang dikenal sebagai şehzade. Tradisi ini bertujuan untuk mempersiapkan para pangeran dalam bidang administrasi, militer, dan kepemimpinan sebelum naik takhta.
Beberapa sultan besar pernah bertugas di Amasya sebelum menjadi penguasa, termasuk Mehmed II, penakluk Konstatinopel. Pengalaman memimpin provinsi di kota ini dianggap sebagai tahap penting dalam proses pendewasaan politik mereka. Karena itu, Amasya memiliki posisi khusus dalam sejarah pembentukan elite Ottoman.
2. Makam raja pontus di tebing batu

Salah satu ikon paling mencolok di Amasya adalah makam-makan Raja Pontus yang dipahat langsung di tebing batu. Dilansir T.C Kultur ve Turizm Bakanligi, makam ini berasal dari periode Helenistik, sekitar abad ke 3-SM, ketika Amasya menjadi ibu kota Kerajaan Pontus. Struktur monumental tersebut memperlihatkan teknik pahatan batu yang luar biasa.
Makam-makan ini terletak tinggi di lereng bukit dan menghadap ke kota, menciptakan pemandangan dramatis terutama saat malam hari ketika diterangi lampu. Situs ini menjadi simbol penting warisan kuno Amasya sebelum era Romawi dan Ottoman. Keberadaannya menunjukkan bahwa kota ini telah lama menjadi pusat kekuasaan regional.
3. Rumah ottoman di tepi sungai yeşilırmak

Amasya terkenal dengan deretan rumah tradisional Ottoman yang berdiri di sepanjang Sungai Yeşilırmak. Rumah-rumah ini biasanya bercat putih dengan rangka kayu gelap, menciptakan kontras visual yang khas. Arsitektur tersebut mencerminkan gaya hunian Ottoman abad ke-19 yang masih terjaga keasliannya.
Dilansir GoTurkiye, bangunan-bangunan ini tidak hanya menjadi objek wisata, tetapi juga bagian dari kehidupan masyarakat setempat. Banyak di antaranya telah dipugar dan difungsikan sebagai hotel butik, kafe, atau museum kecil. Kehadiran rumah-rumah ini memperkuat citra Amasya sebagai kota bersejarah yang tetap hidup dan dinamis.
4. Kota dengan warisan multiperadaban

Amasya memiliki sejarah panjang yang melibatkan berbagai peradaban besar. Britannica menyebutkan bahwa kota ini pernah menjadi pusat penting pada masa Romawi dan Bizantium sebelum akhirnya berkembang pesat di bawah Ottoman. Setiap periode meninggalkan jejak arsitektur dan budaya yang masih bisa ditemukan hingga sekarang.
Selain makam Pontus dan rumah Ottoman, Amasya juga memiliki masjid kuno, jembatan batu bersejarah, serta benteng yang menghadap kota. Keberagaman peninggalan ini mencerminkan lapisan sejarah yang kompleks dan saling bertumpuk. Hal inilah yang membuat Amasya menarik bagi pecinta sejarah dan arkeologi.
5. Lanskap alam yang dramatis

Selain sejarahnya, Amasya juga memikat karena lanskap alamnya yang unik. Kota ini berada di lembah sempit yang dikelilingi tebing curam dan perbukitan hijau. Sungai Yeşilırmak yang membelah kota menambah kesan romantis sekaligus memperkuat karakter visualnya.
Pemandangan kota menjadi semakin indah saat matahari terbenam ketika cahaya keemasan menyinari tebing dan bangunan tua. Kombinasi alam dan arsitektur menciptakan panorama yang sering diabadikan dalam fotografi perjalanan. Keindahan ini menjadikan Amasya destinasi yang tak hanya kaya sejarah, tetapi juga memanjakan mata.
Amasya bukan sekadar kota kecil di utara Turki, melainkan saksi hidup perjalanan panjang sejarah Anatolia. Dari makam raja kuno hingga peran pentingnya dalam pendidikan para pangeran Ottoman, kota ini menyimpan kisah yang memikat di setiap sudutnya. Dengan lanskap dramatis dan arsitektur klasik yang terawat, Amasya tetap menjadi permata sejarah yang layak dijelajahi.


















