4 Cara Kucing Menandai Wilayahnya, Unik Banget!

- Kucing menandai wilayah dengan menggosokkan tubuh ke benda di sekitarnya, meninggalkan feromon sebagai penanda kepemilikan dan rasa nyaman terhadap lingkungan.
- Mencakar permukaan tertentu untuk menandai wilayah dan merawat kondisi kukunya, meninggalkan jejak visual dan aroma dari kelenjar di telapak kakinya.
- Kucing juga menandai wilayah dengan cara menyemprotkan urine yang mengandung aroma khas sebagai penanda wilayah yang kuat dan mampu bertahan lama.
Kucing merupakan hewan teritorial yang memiliki naluri kuat untuk menandai area wilayahnya. Perilaku ini memang kerap muncul di lingkungan rumah dan bisa terlihat melalui berbagai kebiasaan yang mungkin terlihat sepele, namun memiliki makna penting untuk kucing.
Memahami cara kucing menandai wilayah akan membantu pemilik untuk mengenali bahasa alami hewan peliharaan tersebut. Berikut ini merupakan beberapa cara kucing untuk menandai wilayahnya agar pemilik bisa merespon hal tersebut dengan bijak tanpa menimbulkan stres atau gangguan.
1. Menggosokkan tubuh ke benda di sekitarnya

Kucing sering menggosokkan kepala, pipi, atau bahkan tubuhnya ke furnitur, dinding, hingga kaki dari pemiliknya sebagai cara untuk menandai wilayah. Perilaku ini pada umumnya dilakukan untuk meninggalkan feromon yang memang tidak bisa dicium oleh manusia, namun sangat berarti bagi kucing lainnya.
Feromon yang dihasilkan memiliki fungsi untuk penanda kepemilikan, sekaligus sinyal dari rasa nyaman terhadap lingkungan tersebut. Selain itu, kebiasaan ini juga menunjukkan bahwa kucing tetap merasa aman dan menganggap area tersebut sebagai bagian dari wilayahnya.
2. Mencakar permukaan tertentu

Mencakar merupakan cara alami kucing untuk menandai wilayah, sekaligus merawat kondisi kukunya agar tetap tajam. Pada saat mencakar, maka kucing akan meninggalkan jejak visual dan aroma dari kelenjar yang ada di telapak kakinya.
Tanda cakaran ini berfungsi sebagai peringatan bagi kucing lain bahwa area tersebut memang sudah ada pemiliknya. Oleh karena itu, perilaku mencakar kerap muncul pada benda yang mudah terlihat, seperti sofa, karpet, hingga tiang khusus kucing.
3. Menyemprotkan urin

Pada kondisi tertentu, terutama untuk kucing yang belum disterilkan, kucing kerap menandai wilayahnya dengan cara menyemprotkan urine. Urine tersebut mengandung aroma khas yang berfungsi sebagai penanda wilayah yang kuat dan mampu bertahan lama.
Perilaku ini biasanya dipicu oleh rasa stres, perubahan lingkungan, hingga kehadiran kucing lain yang ada di sekitar rumahnya. Menyemprotkan urine bisa menjadi cara kucing untuk mempertegas batas wilayah dan menunjukkan dominasi yang ada.
4. Menandai dengan posisi tidur dan duduk

Kucing sering memilih tempat tertentu untuk tidur atau duduk sebagai klaim dari wilayahnya. Dengan menempati area tersebut secara rutin, maka kucing bisa menunjukkan bahwa tempat tersebut memang merupakan bagian dari teritorinya.
Kebiasaan ini juga kerap disertai dengan penempelan aroma tubuh yang tertinggal di permukaan tempat tidurnya. Semakin sering kucing berada di satu lokasi, maka semakin kuat pula penandaan wilayah yang dilakukannya.
Menandai wilayah merupakan bagian alami dari perilaku kucing yang tidak bisa dipisahkan dari naluri dasarnya. Justru dengan memahami cara kucing menandai area wilayahnya, maka pemilih bisa menciptakan lingkungan yang nyaman bagi mereka. Kucing memiliki cara tersendiri untuk menandai wilayahnya dengan cara-cara yang unik.


















