5 Fakta Menarik Bunga Terulak, Hanya Mekar di Kala Senja!

- Bunga Terulak mekar saat senja, menutup kembali menjelang siang keesokan harinya.
- Bunga ini melambangkan harapan dan kemampuan keindahan untuk tetap muncul di masa-masa sulit.
- Getah dari batang bunga terulak digunakan oleh penduduk asli di Meksiko kuno untuk mengeraskan getah pohon karet sejak tahun 1600 SM.
Pernah terpikir melihat bunga yang hanya membuka kelopaknya saat senja? Fenomena ini bisa dijumpai pada Bunga Terulak (Ipomoea alba), yang juga dikenal dengan nama moonflower. Tanaman merambat ini memiliki ritme biologis yang konsisten, dengan waktu mekar yang selalu bertepatan dengan perubahan cahaya menjelang malam.
Bunga terulak banyak ditemukan di wilayah tropis dan kerap tumbuh di pekarangan atau pagar sebagai tanaman hias. Warna bunganya yang putih bersih dan waktu mekarnya yang tidak biasa membuatnya menarik perhatian para pecinta tanaman. Penasaran? Berikut lima fakta menarik tentang bunga terulak yang layak disimak.
1. Proses mekar yang dimulai tepat saat senja

Bunga terulak punya jadwal mekar yang sangat spesifik dan hanya terjadi saat cahaya matahari mulai hilang. Dilansir laman Missouri Botanical Garden, bunga berwarna putih ini mekar saat senja dari pertengahan musim panas hingga musim gugur. Kelopak bunganya akan membuka dari kuncup berbentuk tabung spiral yang menarik sebelum akhirnya mekar sempurna.
Bunga ini tetap terbuka sepanjang malam dan menutup kembali menjelang siang keesokan harinya. Pola mekar tersebut dipengaruhi oleh jam biologis tanaman yang merespons penurunan intensitas cahaya secara alami. Konsistensi waktu mekarnya membuat bunga terulak dikenal sebagai tanaman nokturnal dengan ritme yang stabil.
2. Punya makna filosofis tentang harapan

Bunga ini sering dikaitkan dengan makna yang mendalam karena kebiasaan hidupnya yang menonjol di tengah kegelapan. Bunga terulak kerap dipandang sebagai simbol harapan dan kemampuan keindahan untuk tetap muncul di masa-masa sulit. Karakteristiknya yang baru menunjukkan diri saat matahari terbenam memberi gambaran tentang upaya menemukan sisi positif dalam situasi yang tidak mudah.
Dilansir laman The Bouqs Co, selain soal harapan, tampilannya yang bersinar di bawah cahaya bulan juga sering dihubungkan dengan kesan romansa dan misteri. Banyak orang menanamnya sebagai hiasan sekaligus pengingat untuk tetap bertahan dalam masa sulit. Kehadirannya di malam hari menciptakan suasana tersendiri yang khas pada tanaman berbunga.
3. Peran penting dalam sejarah pembuatan karet

Tanaman ini ternyata punya jejak sejarah yang panjang dalam kebudayaan kuno, terutama di wilayah asalnya. Masih dari laman The Bouqs Co, getah dari batang bunga terulak digunakan oleh penduduk asli di Meksiko kuno untuk mengeraskan getah pohon karet sejak tahun 1600 SM. Gabungan kedua jenis getah tanaman ini memungkinkan mereka membuat bola karet yang padat dan elastis.
Fakta sejarah ini memperlihatkan bahwa tanaman tersebut memiliki nilai guna di luar perannya sebagai tanaman hias. Pemanfaatan getah bunga terulak dalam industri tradisional menjadi salah satu bentuk pemanfaatan kekayaan alam pada masanya.
4. Warna putih sebagai ciri khas spesies asli

Meskipun ada banyak tanaman yang terlihat serupa, bunga terulak yang asli memiliki ciri fisik yang sangat spesifik pada bagian kelopaknya. Masih dari laman The Bouqs Co, bunga terulak yang asli selalu berwarna putih, sehingga jika ditemukan bunga serupa dengan warna ungu atau hijau, itu merupakan spesies yang berbeda.
Pembedaan warna menjadi salah satu ciri penting untuk mengenali keaslian tanaman ini. Kelopak putih bersih membantu bunga terulak memantulkan cahaya bulan sehingga lebih mudah terlihat oleh serangga penyerbuk malam. Pengamatan warna kelopak dapat memberikan petunjuk apakah tanaman tersebut benar-benar bunga terulak atau jenis lain yang serupa.
5. Karakteristik biji dan cara tumbuhnya

Bunga terulak menghasilkan biji yang memiliki kulit luar sangat keras setelah masa mekarnya berakhir. Biji tanaman ini membutuhkan bantuan seperti perendaman air hangat sebelum ditanam agar bisa berkecambah dengan baik. Tanpa perlakuan tersebut, tunas baru akan sangat sulit menembus lapisan pelindung biji yang tebal.
Tanaman ini tergolong mudah dirawat dan dapat tumbuh di berbagai kondisi tanah tanpa perlakuan khusus. Biji yang jatuh ke tanah sering berkecambah sendiri pada musim berikutnya tanpa perlu disemai ulang. Karena sifat tumbuhnya yang fleksibel, bunga terulak kerap dimanfaatkan sebagai tanaman penutup pagar atau rambatan di pekarangan.
Bunga terulak merupakan tanaman merambat yang mekar mengikuti perubahan cahaya alami. Tanaman ini tumbuh relatif cepat, mampu beradaptasi di berbagai jenis tanah, dan tidak memerlukan perawatan rumit. Karena itu, bunga terulak sering dimanfaatkan sebagai penghijau pagar, teralis, atau dinding luar rumah.


















