Sumber Referensi :
OFFICE OF THE GENE TECHNOLOGY REGULATOR (TOGTR). (2005). The biology and ecology of rice (Oryza sativa L.) in Australia.
Matsui, T., & Kagata, H. (2003). Characteristics of floral organs related to reliable self‐pollination in rice (Oryza sativa L.). Annals of Botany, 91(4), 473-477. R. Heru Praptana & Hermanto. Gandum Peluang Pengembangan di Indonesia. (2016). Indonesian Agency for Agricultural Research and Development (IAARD) Press.
Ini 6 Tanaman yang Bisa Melakukan Penyerbukan Sendiri

- Padi, gandum, kacang polong, tomat, kedelai, dan kacang tanah mampu melakukan penyerbukan sendiri
- Penyerbukan sendiri membuat tanaman-tanaman ini stabil terhadap produksi dan cenderung tidak membutuhkan bantuan serangga
- Kemampuan penyerbukan sendiri menjadi bentuk adaptasi yang luar biasa di saat penyerbuk semakin langka
Di alam, penyerbukan sering kali identik dengan lebah, kupu-kupu, atau angin yang setia mengantar serbuk sari. Banyak tanaman memang bergantung pada bantuan makhluk lain agar bisa berkembang biak. Namun, tidak semua tumbuhan harus menunggu bantuan dari luar. Sebagian tanaman justru punya cara cerdas untuk memastikan kelangsungan hidupnya sendiri.
Nah, di tengah perubahan iklim dan berkurangnya populasi serangga penyerbuk, kemampuan ini menjadi sangat menarik untuk disimak. Yuk, kita kenali enam tanaman yang diam-diam mampu “mengurus dirinya sendiri”.
1. Padi (Oryza sativa)

Padi merupakan contoh paling dekat dari tanaman yang dapat melakukan penyerbukan sendiri. Bunga padi memiliki struktur yang memungkinkan serbuk sari jatuh langsung ke kepala putik dalam satu bunga. Proses ini terjadi sebelum bunga benar-benar terbuka. Dengan cara ini, padi hampir tidak membutuhkan bantuan serangga sama sekali. Penyerbukan sendiri membuat padi begitu stabil terhadap produksi. Sifat genetiknya pun relatif konsisten dari satu generasi ke generasi berikutnya.
2. Gandum (Triticum aestivum)

Gandum juga dikenal sebagai tanaman autogami atau penyerbuk sendiri. Struktur bunganya tertutup rapat, sehingga serbuk sari segera membuahi putik di dalam bunga yang sama. Proses ini berjalan cepat dan efisien. Karena itu, gandum masih bisa berproduksi meski penyerbuk sangat minim. Keunggulan ini menjadikan gandum cocok ditanam di wilayah beriklim ekstrem.
3. Kacang polong (Pisum sativum)

Kacang polong terkenal dalam sejarah ilmu genetika berkat penelitian Gregor Mendel. Salah satu alasannya terletak pada kemampuan tanaman ini melakukan penyerbukan sendiri. Serbuk sari membuahi putik sebelum bunga mekar sepenuhnya. Kondisi tersebut menciptakan peluang terjadinya penyerbukan silang sangat kecil. Di dunia pertanian, sifat ini mendukung kualitas hasil panen.
4. Tomat (Solanum lycopersicum)

Tomat memiliki bunga sempurna yang mengandung organ jantan dan betina sekaligus. Serbuk sari dapat langsung jatuh ke putik hanya dengan sedikit getaran. Bahkan hembusan angin ringan atau gerakan tanaman sudah cukup untuk memicu penyerbukan. Akibat mekanisme ini, tomat mudah dibudidayakan di berbagai kondisi. Di rumah kaca maupun lahan terbuka, produktivitasnya tetap terjaga. Serangga memang bisa membantu, tetapi kehadirannya bukan keharusan.
5. Kedelai (Glycine max)

Kedelai termasuk tanaman yang hampir seluruhnya mengandalkan penyerbukan sendiri. Bunganya kecil dan tertutup, makanya serbuk sari jarang keluar dari bunga. Penyerbukan berlangsung saat bunga berada pada fase awal pertumbuhan. Pola ini menjaga sistem reproduksi berjalan konsisten. Produksi biji kedelai juga cenderung stabil walaupun iklim berubah.
6. Kacang tanah (Arachis hypogaea)

Kacang tanah punya cara unik dalam penyerbukan sendiri. Proses ini dimulai ketika bagian bawah ovarium yang telah dibuahi (disebut gynophore atau peg) memanjang dan tumbuh ke bawah menuju tanah, lalu menembus tanah. Di dalam tanahlah polong akan berkembang dan matang. Menariknya, geokarpi justru jarang ditemukan pada tumbuhan lain. Sebagian besar tanaman, buahnya tumbuh di atas tanah, tetapi kacang tanah secara aktif “mengubur” buahnya sendiri.
Tanaman dengan kemampuan penyerbukan sendiri menunjukkan bahwa alam selalu punya cara untuk bertahan. Di saat penyerbuk semakin langka, strategi ini menjadi bentuk adaptasi yang luar biasa. Mereka tidak menunggu bantuan, melainkan bergerak dengan mandiri. Dari padi hingga kacang tanah, semuanya menyimpan kecerdikan biologis yang kerap luput dari perhatian kita.



















