Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Benarkah Berat Manusia di Bulan Lebih Ringan dari Saat di Bumi?

Benarkah Berat Manusia di Bulan Lebih Ringan dari Saat di Bumi?
ilustrasi bulan (pexels.com/David Besh)
Intinya Sih
  • Berat manusia di bulan hanya seperenam dari di bumi karena gaya gravitasi bulan jauh lebih lemah, sekitar 17% dari gravitasi bumi.
  • Gaya gravitasi bulan yang kecil membuat benda-benda terasa ringan dan memungkinkan astronot melompat lebih tinggi dibandingkan di bumi.
  • Perbedaan gravitasi terjadi karena massa bulan jauh lebih kecil daripada bumi, sehingga daya tarik terhadap objek di permukaannya juga lebih lemah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tahukah kamu bahwa berat badan manusia berubah menjadi 1/6 saat berada di bulan? Terdengar menarik bukan? Di mana perubahan berat badan terjadi sangat drastis. Namun, ini bukan soal menurunkan berat badan.

Tentu ada permainan gravitasi yang membuat berat manusia menjadi seperenam, benda-benda mudah melayang, bahkan melompat jauh lebih tinggi saat di bulan. Penasaran bagaimana penjelasannya? Yuk, simak informasinya di bawah ini.

Mengenal gravitasi bulan

ilustrasi bulan (pexels.com/Brett Sayles)
ilustrasi bulan (pexels.com/Brett Sayles)

Gravitasi merupakan gaya yang menarik benda-benda menjadi satu. Semakin besar suatu benda, semakin besar pula gaya tarik gravitasinya. Ini berarti bahwa benda besar seperti planet dan bintang memiliki gaya tarik gravitasi terkuat.

Layaknya bumi dan matahari, bulan juga memiliki gravitasi sendiri. Tetapi gaya gravitasi di bulan berbeda dengan bumi, yakni sekitar 1/6 dari gaya gravitasi bumi. Artinya, bahwa benda-benda di bulan hanya memiliki berat 1/6 dari beratnya di bumi.

Ketika para astronot mendarat di bulan, mereka dapat berjalan di permukaanya karena adanya gaya gravitasi bulan. Gaya gravitasi tersebut mencegah mereka melayang ke ruang angkasa di mana tidak ada gravitasi di sana. Gravitasi di bulan jauh lebih lemah dari gravitasi di bumi, oleh karena itu para astronot mampu melompat lebih tinggi saat di bulan daripada di bumi.

Alasan berat badan di bulan berubah menjadi 1/6

ilustrasi bulan (pexels.com/Doğan Alpaslan)
ilustrasi bulan (pexels.com/Doğan Alpaslan)

Di bulan, seseorang akan mengalami gravitasi yang lebih kecil dari bumi. Jika manusia berdiri di permukaan bulan, maka hanya mengalami 17% gaya gravitasi.

Anggaplah, berat badan manusia di bumi adalah 100 kg. Jika berdiri di bulan, lalu menimbang di timbangan, maka berat badannya hanya menjadi 17 kg.

Tidak hanya itu, dengan adanya gravitasi yang sangat rendah di bulan, seseorang juga mampu melompat lebih tinggi. Misalnya, jika di bumi manusia bisa melompat sejauh 30 cm dari bumi, maka di bulan kamu bisa melompat hampir 2 meter lurus ke atas.

Lalu mengapa gravitasi di bulan lebih kecil daripada bumi? Jawabannya sederhana, bulan jauh lebih kecil daripada bumi, bintang, planet, atau satelit memiliki gravitasi permukaan yang sebanding dengan massanya.

Jadi, karena bulan empat kali lebih kecil dari bumi, bulan memiliki gaya gravitasi yang lebih kecil terhadap objek yang bergerak di permukaan bulan. Jadi, bisa dibilang gravitasi tersebut bergantung pada massa untuk menghitung gaya yang diberikan.

Sebagai penutup, berat badan manusia saat di bulan menjadi 1/6 karena bulan memiliki gaya gravitasi yang lebih kecil dari bumi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Science

See More