5 Fakta Unik Burung Puyuh California, Punya Tanduk di Kepala

- Burung puyuh California memiliki tujuh subspesies dengan penyebaran luas, mulai dari wilayah Amerika Utara hingga Kepulauan Coronado.
- Spesies ini hidup berkelompok besar disebut convey, berisi 25–1000 individu, bergerak cepat di semak-semak meski bukan penerbang ulung.
- Puyuh California mudah dikenali lewat 'tanduk' bulu di kepalanya dan mampu bertelur hingga 12 butir per musim kawin.
Burung puyuh atau quail merupakan salah satu contoh burung dengan kemampuan terbang yang buruk. Badannya juga kecil, mungil, dan gerakannya sangat gesit. Burung puyuh California (Callipepla californica) menjadi salah satu spesies yang sangat unik. Keunikannya tercermin dari berbagai aspek, mulai dari ciri fisik, kebiasaan, hingga penyebaran.
Keunikan pertama yang sangat mencolok dari hewan ini adalah kehadiran tanduk kecil di kepalanya. Ia juga hidup berkelompok dan merupakan hewan sosial. Penyebaran burung cukup luas, bahkan sudah melebar ke wilayah lain yang bukan habitat utamanya. Mau tahu lebih lengkap terkait burung puyuh California? Berikut pembahasannya.
1. Dibagi menjadi tujuh subspesies

Dilansir iNaturalist, burung puyuh California terdiri atas tujuh subspesies, yaitu Callipepla californica californica, Callipepla californica achrustera, Callipepla californica brunnescens, Callipepla californica canfieldae, Callipepla californica catalinensis, Callipepla californica orecta, dan Callipepla californica plumbea. Tiap subspesies juga punya penyebaran yang bervariasi. Sebagai contoh, ada yang hidup di wilayah Baja California, Pulau Santa Catalina, San Diego County, Santa Cruz County, California Utara, sampai Kepulauan Coronado.
2. Hidup dalam kelompok besar

Dilansir Animal Diversity Web, burung puyuh California merupakan hewan sosial yang hidup secara berkelompok. Kelompok tersebut punya sebutan tersendiri, yaitu convey. Jumlah anggota kelompoknya bervariasi, mulai dari 25 hingga 1000 individu. Biasanya, kelompok tersebut akan berjalan, bergerak, dan menjelajahi area yang ditumbuhi semak-semak dan rerumputan. Gerakannya juga cukup cepat, bahkan mencapai 19 km/jam. Burung ini memang bukan penerbang yang ulung, tapi ia mampu terbang dengan kecepatan sekitar 61-93 km/jam.
3. Sudah menyebar ke luar wilayah penyebaran alaminya

Laman Animalia menjelaskan bahwa wilayah penyebaran alami burung ini mencakup Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Namun, penyebarannya sudah meluas sampai Amerika Selatan, tepatnya di Chile dan Argentina. Tak cuma itu, bahkan ia juga pernah ditemukan di Selandia Baru dan Australia, lho. Hal tersebut disebabkan oleh aktivitas manusia, seperti perdagangan, pelayaran, atau jual beli burung. Untungnya, kehadiran burung puyuh California di beberapa daerah tidak memberikan dampak yang masif.
4. Mampu memproduksi 12 butir telur

Saat musim kawin tiba, kelompok burung ini akan terpecah. Pasalnya, tiap individu akan mencari pasangan secara individual. Individu jantan juga akan menjadi agresif dan teritorial. Ia akan melindungi wilayah kekuasaan dan pasangannya dari ancaman hewan lain. Laman AviBase menjelaskan bahwa burung ini akan bertelur di semak-semak. Umumnya, individu betina mampu memproduksi 12 butir telur dalam satu masa reproduksi. Ia juga termasuk burung yang penyayang dan akan merawat anak-anaknya hingga mereka tumbuh dewasa.
5. Punya "tanduk" di atas kepalanya

Hewan ini punya panjang maksimal 25 sentimeter dan bobot mencapai 189 gram. Ia juga mencolok karena punya "tanduk" yang mencuat di bagian depan kepalanya. Namun, tanduk tersebut sebenarnya adalah bulu sehingga tidak tajam dan keras. Burung puyuh California punya beberapa perpaduan warna, seperti hitam, cokelat, putih, abu-abu, sampai jingga. Coraknya juga beragam, yaitu bintik, bercak, sampai garis. Andalkan warna dan coraknya, hewan ini bisa berkamuflase dengan sempurna di semak-semak.
Burung puyuh California tak memerlukan kemampuan terbang tingkat tinggi untuk bisa survive di alam liar yang keras. Ia hanya perlu terus bergerak, berlari, dan bersatu dengan kelompoknya. Hal tersebut menunjukkan bahwa kemampuan terbang tak penting bagi sebagian jenis burung. Pasalnya, mereka punya adaptasi lain untuk bertahan hidup di habitatnya.


















