Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Menarik Spruce Grouse, Burung yang Doyan Makan Jarum Pinus!

5 Fakta Menarik Spruce Grouse, Burung yang Doyan Makan Jarum Pinus!
Burung spruce grouse (commons.wikimedia.org//Dick Daniels)
Intinya Sih
  • Spruce grouse adalah burung belibis hutan dari keluarga Phasianidae yang hidup di hutan konifer Amerika Utara, dengan penampilan mirip ayam dan ciri khas jengger merah pada pejantan.
  • Burung ini punya pola makan ekstrem saat musim dingin, hampir sepenuhnya bergantung pada jarum pinus sebagai sumber makanan utama untuk bertahan hidup di kondisi salju.
  • Sistem pencernaannya beradaptasi luar biasa; ampela membesar hingga 75% dan usus memanjang 40%, memungkinkan mereka mencerna jarum pinus keras secara efisien sambil mengandalkan kamuflase alami.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Spruce grouse (Canachites canadensis) merupakan spesies belibis hutan dari keluarga Phasianidae yang hidup di hutan Amerika Utara. Sekilas, penampilannya memang tampak seperti belibis hutan biasa. Namun, di balik tampilannya yang sederhana, burung ini menyimpan beragam fakta unik, lho!

Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah pola makannya yang ekstrem, yaitu doyan makan jarum pinus! Wah, kira-kira apa alasan yang membuat mereka memilih makanan rendah nutrisi itu? Bagaimana sistem pencernaannya mampu mengolah makanan sekeras itu? Penasaran? Yuk simak selengkapnya lewat lima fakta unik spruce grouse berikut ini!

1. Spesies belibis hutan yang punya penampilan mirip ayam

Burung spruce grouse
Burung spruce grouse (flickr.com/USFWS)

Spruce grouse merupakan burung belibis hutan dari keluarga Phasianidae yang masih berkerabat dekat dengan ayam. Hal ini karena keduanya sama-sama termasuk dalam ordo Galliformes. Kelompok burung darat dengan ciri tubuh kekar dan lebih sering berjalan daripada terbang.

Dilansir All about Birds, spruce grouse memiliki tubuh berukuran relatif sedang dengan berat sekitar 490 ‒ 590 gram dan panjang sekitar 39 ‒ 40,5 cm. Sekilas, penampilannya memang mirip seperti ayam hutan. Namun, jika diperhatikan lebih dekat terdapat ciri khas yang membuatnya mudah dikenali.

Pejantan spruce grouse memiliki tubuh berwarna abu-abu kehitaman dengan pola garis hitam putih yang tegas serta ekor pendek menyerupai kipas. Ciri paling mencoloknya adalah jengger merah terang di atas masing-masing matanya. Sementara itu, betina memiliki tubuh berwarna kemerahan atau kecokelatan dengan pola garis putih halus dan tidak memiliki jengger merah. Hal ini tentunya bertujuan agar tampilannya lebih tersamarkan di antara vegetasi hutan.

2. Hanya bisa ditemukan di wilayah Amerika Utara

Burung spruce grouse
Burung spruce grouse betina (flickr.com/peupleloup)

Jika ingin melihat spruce grouse, kamu nggak bisa menemukannya di sembarang tempat. Ini karena burung ini hanya ditemukan hidup di wilayah Amerika Utara, lho! Dilansir Audobon, spruce grouse tersebar di Alaska, Kanada bagian barat dan timur, kawasan Great Lakes, Mid-Atlantic, New England, hingga Pegunungan Rocky. Meski wilayahnya cukup luas, mereka tetap setia pada tipe habitat tertentu.

Spruce grouse umumnya mendiami hutan konifer dan hutan pinus. Selain itu, mereka juga dapat ditemukan di lahan gambut (muskeg), semak belukar, sabana, hingga wilayah tundra. Lingkungan-lingkungan ini menyediakan sumber makanan utama mereka serta perlindungan dari predator.

3. Punya pola makan ekstrem, doyan makan jarum pinus di musim dingin!

Burung spruce grouse
Burung spruce grouse (flickr.com/peupleloup)

Spruce grouse sebenarnya tergolong burung omnivora. Meski begitu, sebagian besar makanannya berasal dari tumbuhan seperti daun dan buah, ditambah dengan jamur dan serangga kecil sebagai pelengkap. Mereka aktif mencari makan sepanjang hari, dengan puncak aktivitas pada pagi dan sore menjelang malam.

Namun, pola makan ini akan berubah drastis ketika musim dingin tiba. Saat salju menutupi tanah dan sebagian besar sumber makanan menghilang, spruce grouse punya cara unik agar tetap bertahan hidup. Di tengah kondisi ini, sumber makanan yang tetap tersedia di hutan Amerika Utara hanyalah pepohonan konifer seperti pinus dan spruce. Karena itulah, spruce grouse hampir sepenuhnya bergantung pada jarum pinus sebagai sumber makanannya.

Bahkan diketahui bahwa selama musim dingin, hampir 100% diet dari spruce grouse adalah jarum pohon yang keras, berserat, dan rendah nutrisi. Lantas, bagaimana burung ini mampu bertahan hidup dengan makanan ekstrem ini? Jawabannya ada pada adaptasi sistem pencernaannya yang luar biasa.

4. Ampela spruce grouse akan membesar hingga 75% ketika musim dingin tiba

Burung spruce grouse
Burung spruce grouse (flickr.com/peupleloup)

Ketergantungan spruce grouse pada jarum pinus tentu bukanlah hal yang mudah. Namun, burung ini memiliki adaptasi fisiologis unik untuk mengatasinya, lho! Dilansir All about Birds, ketika musim dingin tiba dan pola makan berubah drastis, organ pencernaan spruce grouse ikut menyesuaikan diri. Organ ampela mereka yang berfungsi untuk menggiling makanan jarum pinus keras itu dapat membesar hingga 75%. Tak hanya itu, usus mereka juga bertambah panjang hingga 40%.

Perubahan ini memungkinkan spruce grouse mencerna jarum pinus yang keras dan rendah nutrisi secara lebih efisien. Berkat adaptasi inilah mereka mampu bertahan hidup di tengah musim dingin yang ekstrem. Menarik sekali, bukan?

5. Terkenal sangat jinak, tapi sebenarnya mengandalkan kamuflase

Burung spruce grouse
Burung spruce grouse betina (commons.wikimedia.org/not me)

Spruce grouse adalah spesies burung yang diketahui lebih sering berjalan di tanah daripada terbang. Berbeda dari kebanyakan burung liar lainnya yang akan langsung lari menghindar ketika bertemu manusia, spruce grouse justru melakukan hal sebaliknya. Belibis hutan ini dikenal sangat jinak terhadap manusia, lho!

Ketika manusia berusaha mendekatinya, spruce grouse kerap tidak langsung kabur. Alih-alih terbang atau lari menjauh, mereka justru tetap diam seolah tidak menyadari adanya ancaman. Tingkah yang seolah jinak ini dilakukannya bukan tanpa alasan, lho! Spruce grouse sebenarnya mengandalkan strategi kamuflase.

Warna bulunya yang cokelat keabu-abuan membantu mereka menyatu dengan lingkungan hutan konifer. Dengan tetap diam, mereka berharap tidak terdeteksi oleh predator. Karena sifatnya yang terkesan terlalu santai ini, para pengamat burung bahkan menjulukinya sebagai fool hen atau ayam bodoh. Padahal, di balik sikap jinaknya, tersimpan strategi bertahan hidup yang cukup cerdas. Unik, bukan?

Itulah lima fakta unik spruce grouse, si belibis hutan yang doyan makan jarum pinus. Di balik penampilannya yang sederhana di pedalaman hutan konifer, burung ini menyimpan kemampuan adaptasi yang unik. Kisahnya mengingatkan kita bahwa setiap makhluk hidup memiliki caranya sendiri untuk bertahan. Di tengah keterbatasan musim dingin yang ekstrem, spruce grouse justru memanfaatkan sesuatu yang tampak tidak lazim, yaitu jarum pinus sebagai sumber kehidupannya. Alam memang selalu punya cara yang unik yah untuk bertahan!  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More