Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Mengejutkan Pipit Air, Burung Kecil yang Hidup di Area Lembap

4 min read
5 Fakta Mengejutkan Pipit Air, Burung Kecil yang Hidup di Area Lembap
pipit air (commons.wikimedia.org/Zeynel Cebeci)
  • Pipit air (Anthus spinoletta) tersebar dari Eropa hingga Asia, terutama menghuni rawa, sawah, sungai, dan area lembap; populasinya diperkirakan 10–29 juta individu.
  • Burung sepanjang 15–17 sentimeter ini memakan serangga dan hewan kecil, berburu dengan berkelana atau bertengger, serta membantu petani sebagai pembasmi hama.
  • Pipit air berganti kulit pada periode tertentu dan berkicau saat terbang atau bertengger, tetapi menghadapi predator, parasit, serta burung parasit yang mengganggu telur di sarangnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Burung pipit merupakan burung kecil berwarna cokelat yang sering terlihat di pepohonan atau semak-semak. Burung pipis sangat khas, khususnya dari tubuhnya yang berwarna cokelat dan kicauanannya yang mudah dikenali. Umumnya, burung pipit lebih sering ditemukan di area kering. Walau begitu, beberapa spesies seperti Anthus spinoletta atau pipit air justru lebih suka beraktivitas di area lembap.

Tercatat, burung pemakan serangga tersebut sering terlihat di rawa, sawah, atau pinggir sungai. Tak cuma itu, terkadang ia juga akan masuk ke air dalam rangka mencari makanan. Seperti spesies pipit lain, pipit air juga bisa berkicau. Penyebarannya juga luas, bahkan burung ini dapat hidup di wilayah Eropa hingga Asia. Lebih lanjut, mari kita bahas berbagai fakta mengejutkan tentang pipit air.

  1. 1. Berganti kulit pada bulan Juli hingga September

    pipit air
    pipit air (commons.wikimedia.org/Zeynel Cebeci)

    Dilansir JungleDragon, pipit air mengalami moult atau pergantian kulit. Nah, pergantian kulit tersebut bisa terjadi beberapa kali. Contohnya, sebelum kawin pada bulan Januari hingga April burung ini akan berganti kulit. Kemudian, pergantian kulit berikutnya akan terjadi pada bulan Juli hingga September. Saat berganti kulit, warna burung ini akan sedikit berubah. Secara spesifik, kulit yang diganti dan mengelupas adalah kulit kepala, kulit dan badan, dan beberapa bulu sayap. Namun, pergantian kulit tersebut sangat bervariasi bagi tiap individu.

  2. 2. Sering berkicau saat terbang dan bertengger

    pipit air
    pipit air (commons.wikimedia.org/Ryzhkov Sergey)

    Lama Avibase menjelaskan kalau pipit air sering berkicau saat sedang bertengger atau terbang. Lebih lanjut, kicauannya terdiri atas lima blok yang berisikan suara yang berulang dan nada yang cepat. Sebenarnya, kicauaun burung ini memiliki suara dan nada yang berbeda dari spesies lain. Namun, perbedaannya tidak terlalu mencolok sehingga kamu akan kesulitan membedakannya jika gak teliti. Gak cuma itu, tiap subspesies juga memiliki kicauan yang berbeda. Walau begitu, fungsi kicauannya tetap sama, yaitu sebagai metode berkomunikasi.

  3. 3. Rawa dan sawah jadi habitat utamanya

    pipit air
    pipit air (commons.wikimedia.org/Imran Shah)

    Pipit air merupakan spesies dengan penyebaran yang cukup luas. Dilansir BirdLife DataZone, unggas ini menghuni beberapa daerah, mulai dari Eropa, Timur Tengah, Afrika utara, Asia tengah, Asia selatan, Asia timur, hingga Asia tenggara. Saat ini, populasinya juga masih melimpah dan ia bukan termasuk hewan terancam punah. Tercatat, masih ada sekitar 10 - 29 juta individu di alam liar.

    Seperti namanya, pipit air sangat suka menghuni area lembap yang berair. Sungai, rawa, danau, kolam, area pertanian, hingga sawah menjadi habitat utamanya. Secara umum, pipit air hanya akan bertengger di pepohonan atau berkelana di pinggir perarian. Uniknya, terkadang ia juga akan masuk ke air. Sayangnya, burung ini tidak bisa berenang dan menyelam.

  4. 4. Merupakan spesies insektivor

    pipit air
    pipit air (commons.wikimedia.org/Marie-Lan Taÿ Pamart)

    Dikutip Animalia, pipit air merupakan insektivor atau pemakan serangga. Secara spesifik, beberapa makanannya adalah belalang, kumbang, jangkrik, kaki seribu, dan keong. Selain itu, hewan lain seperti lalat, ulat, larva serangga, dan hewan air berukuran kecil juga masuk ke menu makanannya. Saat berburu, ia hanya akan bertengger dan berkelana. Saat ada mangsa, barulah burung ini akan menyergap dan menangkapnya. Nah, karena kebiasaan makannya tersebut, burung ini menjadi salah satu pembasmi hama yang bermanfaat bagi para petani.

  5. 5. Terancam oleh aktivitas burung lain

    pipit air
    pipit air (commons.wikimedia.org/Zeynel Cebeci)

    Populasi burung ini memang melimpah, namun burung sepanjang 15 - 17 centimeter ini tetap tak luput dari beberapa ancaman. Pertama, laman iNaturalist menjelaskan kalau pipit air terancam oleh burung predator seperti elang dan alap-alap. Kemudian, telur dan individu mudanya sangat rentan akan kehadiran ular dan mamalia karnivor. Tak cuma itu, parasit seperti kutu juga bisa menempel pada burung ini.

    Selain terancam oleh hewan predator dan parasit, pipit air juga bermusuhan dengan burung lain. Dalam hal ini, ancaman dan musuh utamanya adalah burung parasit. Sebab, burung parasit bisa menaruh telurnya di sarang pipit air. Nantinya, telur pendatang tersebut akan menggusur dominasi telur pipit air. Alhasil, telur pipit air bisa gagal menetas dan pertumbuhan anaknya juga bisa terganggu.

    Ternyata, pipit air menunjukan berbagai fakta mengejutkan yang membedakannya dari spesies pipit lain. Nah, hal tersebut menunjukan kalau burung pipit bukanlah burung kecil biasa. Sebaliknya, burung pipit merupakan burung yang eksotis, bervariasi, dan tak kalah unik dari burung lain. Maka dari itu, kamu gak boleh meremehkan burung pipit hanya karena ukurannya yang kecil.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More