Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Milano Centrale, Stasiun Terbesar dan Utama di Milan

5 Fakta Milano Centrale, Stasiun Terbesar dan Utama di Milan
Milano Centrale (Stasiun Pusat Milan), yang terletak di Piazza Duca d'Aosta, Milan, Italia. (commons.wikimedia.org/Ludvig14)
Intinya Sih
  • Milano Centrale dibuka pada 1931 menggantikan stasiun lama, dengan desain megah karya Ulisse Stacchini dan renovasi besar tahun 2006 untuk menjaga nilai sejarah sekaligus memodernisasi fasilitasnya.
  • Stasiun ini memadukan gaya arsitektur Art Nouveau, Art Deco, dan Assyria-Lombard, memiliki paviliun kerajaan mewah serta ruang tersembunyi yang dahulu disiapkan untuk tokoh penting.
  • Selain menjadi pusat transportasi tersibuk di Eropa, Milano Centrale juga menyimpan sisi kelam melalui Binario 21 yang kini dijadikan museum peringatan korban Holocaust.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Saat pertama kali menginjakkan kaki di Milan, Italia, pandangan kita kemungkinan besar akan tertuju pada sebuah bangunan yang tampak seperti museum seni daripada sekadar tempat pemberhentian kereta. Inilah Milano Centrale, stasiun kereta api utama yang terletak di Piazza Duca d'Aosta, sisi utara pusat kota Milan.

Setiap harinya, stasiun ini dipenuhi oleh ribuan pekerja yang menggantungkan mobilitas mereka pada jalur kereta untuk mencapai kantor dan berbagai sudut kota. Namun, Milano Centrale juga menjadi titik masuk utama bagi wisatawan yang ingin menjelajahi ikon-ikon Milan. Saking sibuknya, tercatat tidak kurang dari 320.000 penumpang melintasi aula besarnya setiap minggu.

Lantas, mengapa stasiun ini dianggap sebagai salah satu yang terindah di Eropa, dan apa saja sejarah tersembunyi di balik kemegahannya? Yuk, telusuri lebih dalam pesona dan keunikan Milano Centrale dalam artikel berikut ini!

1. Resmi dibuka pada 1 Juli 1931 untuk menggantikan stasiun pusat lama

Peresmian stasiun kereta api Milano Centrale di Milan, Italia. Tokoh sentral yang terlihat memotong pita adalah Costanzo Ciano, seorang perwira angkatan laut dan politikus Italia.
Peresmian stasiun kereta api Milano Centrale di Milan, Italia. Tokoh sentral yang terlihat memotong pita adalah Costanzo Ciano, seorang perwira angkatan laut dan politikus Italia. (commons.wikimedia.org/Unknown author/L'immagine è tratta da "L'Illustrazione Italiana", luglio 1931)

Rencana pembangunan stasiun ini dimulai secara simbolis pada tahun 1906 ketika Raja Victor Emmanuel III meletakkan batu pertama untuk menggantikan stasiun lama yang sudah terlalu sempit. Enam tahun kemudian, arsitek Ulisse Stacchini memenangkan kompetisi desain dengan konsep bernama "Life in Motion." Namun, proses pembangunannya sempat terhenti selama belasan tahun akibat krisis ekonomi yang terjadi setelah Perang Dunia I.

Pekerjaan baru benar-benar dipercepat pada tahun 1925 di bawah pemerintahan Benito Mussolini untuk menunjukkan efisiensi pemerintah saat itu. Selama periode ini, dilakukan perubahan besar pada desain, termasuk penambahan kanopi baja raksasa seluas lebih dari 66.000 meter persegi yang menaungi jalur kereta. Setelah penantian panjang, stasiun megah ini akhirnya resmi dibuka untuk umum pada 1 Juli 1931.

Pada tahun 2006, proyek renovasi besar-besaran senilai 100 juta Euro dilakukan untuk memperbarui fasilitas stasiun. Fokus utama perbaikan ini adalah menjaga area-area yang punya nilai seni tinggi sekaligus membuat stasiun lebih modern dengan memasang lift, eskalator, dan memindahkan loket tiket. Renovasi ini bertujuan agar stasiun yang bersejarah tersebut tetap berfungsi dengan baik dan nyaman bagi para penumpang di masa sekarang.

2. Gaya arsitekturnya gak cuma satu

Interior stasiun kereta api Milano Centrale.
Interior stasiun kereta api Milano Centrale. (commons.wikimedia.org/Leonhard Lenz)

Milano Centrale punya arsitektur yang sangat unik karena menggabungkan berbagai gaya seni, mulai dari Art Nouveau, Art Deco, hingga elemen kuno Assyria-Lombard. Bangunannya berukuran raksasa dengan lebar 200 meter dan kubah setinggi 72 meter, yang sempat memecahkan rekor saat pertama kali dibangun. Bagian dalam stasiun dihiasi dengan lantai mosaik biru yang indah serta berbagai patung makhluk mitologi, seperti kuda bersayap dan singa, yang memberikan kesan mewah dan artistik di setiap sudutnya.

Meski sebagian besar area stasiun sudah dipugar menjadi modern dan nyaman, ternyata masih ada beberapa sudut tersembunyi yang tidak dibuka untuk umum. Salah satunya adalah ruang tunggu khusus dengan desain lantai bersejarah yang dahulu disiapkan untuk menyambut  Adolf Hitler.

3. Ada sisi kelamnya juga!

Pintu masuk Memoriale della Shoah.
Pintu masuk Memoriale della Shoah. (commons.wikimedia.org/Fcarbonara)

Di balik kemegahannya, Milano Centrale menyimpan sisi kelam melalui sebuah jalur rahasia di bawah stasiun yang dikenal dengan nama Binario 21. Antara tahun 1943–1945, jalur ini digunakan untuk membawa ribuan tahanan Yahudi menuju kamp pemusnahan menggunakan gerbong ternak. Tercatat ada 15 kereta yang membawa sekitar 1.200 orang dari penjara setempat untuk dikirim ke lokasi yang sangat jauh dalam peristiwa bersejarah yang menyedihkan tersebut.

Untuk menghormati para korban dan memastikan sejarah ini tidak terlupakan, area peron rahasia tersebut kini telah diubah menjadi sebuah museum peringatan bernama Memoriale della Shoah. Dibuka sejak Januari 2013, tempat ini berfungsi sebagai pengingat bagi siapa pun yang berkunjung agar peristiwa serupa tidak terulang kembali di masa depan. Jalur yang dulunya sunyi dan tersembunyi ini sekarang menjadi ruang untuk belajar tentang kemanusiaan.

4. Ada fasilitas eksklusif bernama paviliun kerajaan

Padiglione Reale, atau Paviliun Kerajaan stasiun kereta api Milano Centrale di Italia.
Padiglione Reale, atau Paviliun Kerajaan stasiun kereta api Milano Centrale di Italia. (commons.wikimedia.org/Marco Del Torchio 95)

Milano Centrale punya fasilitas eksklusif bernama Padiglione Reale atau Paviliun Kerajaan yang dibangun pada tahun 1931. Ruangan mewah ini dirancang khusus oleh arsitek Ulisse Stacchini sebagai ruang tunggu pribadi bagi Raja Vittorio Emanuele III dan keluarganya. Terbagi menjadi dua lantai, paviliun ini punya Ruang Senjata di lantai dasar dan Ruang Kerajaan di lantai atas yang terhubung langsung ke peron 21. Keindahannya pun tidak main-main karena dihiasi dengan marmer mahal, furnitur mewah, patung raja, hingga lukisan indah karya seniman ternama pada masa itu.

Selain kemegahannya, ruangan ini menyimpan rahasia unik yang jarang diketahui orang. Di dalam kamar mandi Ruang Kerajaan, terdapat dua buah cermin besar yang salah satunya ternyata berfungsi sebagai pintu rahasia menuju jalur evakuasi darurat. Jika berada dalam bahaya, raja bisa menggunakan tangga logam tersembunyi di balik cermin tersebut untuk segera keluar dari bangunan. Meski biasanya tertutup bagi masyarakat umum, aula bersejarah ini terkadang dibuka untuk acara-acara tertentu atau tur khusus.

5. Salah satu pusat transportasi tersibuk di eropa

Pemandangan aula utama di dalam stasiun kereta api Milano Centrale di Italia, yang menampilkan atap lengkung besar dari logam dan kaca yang khas.
Pemandangan aula utama di dalam stasiun kereta api Milano Centrale di Italia, yang menampilkan atap lengkung besar dari logam dan kaca yang khas. (commons.wikimedia.org/Daniel Case)

Milano Centrale merupakan salah satu pusat transportasi tersibuk di Eropa yang melayani sekitar 320.000 penumpang dan 500 perjalanan kereta setiap harinya. Stasiun dengan 24 jalur ini tidak hanya menghubungkan antar-kota di Italia melalui kereta cepat Frecciarossa, tetapi juga menjadi gerbang internasional menuju kota-kota besar seperti Paris, Zurich, hingga Munich. Selain itu, stasiun ini memudahkan para wisatawan karena terhubung langsung dengan Bandara Milan-Malpensa melalui layanan kereta khusus Malpensa Express.

Untuk menjaga kenyamanan jutaan orang yang melintas setiap tahunnya, stasiun ini kini dilengkapi dengan sistem keamanan yang ketat dan area tunggu yang lebih bersih serta teratur. Uniknya, di area rel bagian utara, terdapat sisa-sisa jalur melingkar bersejarah yang dulunya digunakan agar kereta bisa berputar arah tanpa kesulitan. Meski kini beberapa bagian rel tersebut sudah tidak aktif, tata letak ini menunjukkan betapa canggihnya perencanaan stasiun ini dalam mengatur lalu lintas kereta yang sangat padat.

Jadi, Milano Centrale bukan cuma sekadar tempat naik dan turun kereta, tapi juga saksi bisu sejarah panjang kota Milan yang punya arsitektur luar biasa. Meskipun sangat sibuk dan padat setiap harinya, stasiun ini tetap menawarkan kenyamanan bagi siapa saja yang ingin bepergian ke berbagai kota di Eropa maupun sekadar jalan-jalan di pusat kota.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More