Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Gunung Berapi yang Mati Suri, Mungkin Diam-diam Mengumpulkan Magma

Gunung Berapi yang Mati Suri, Mungkin Diam-diam Mengumpulkan Magma
ilustrasi gunung berapi meletus (commons.wikimedia.org/Mamoxfwidayat)
Intinya Sih
  • Peneliti ETH Zurich menemukan bahwa Gunung Methana di Yunani, yang dianggap punah, ternyata masih menumpuk magma besar selama periode tidak aktif lebih dari 100.000 tahun.
  • Analisis kristal zirkon dari 31 lokasi menunjukkan aktivitas magmatik tersembunyi terjadi saat gunung tampak tenang, menandakan proses pembentukan magma terus berlangsung di bawah permukaan.
  • Temuan ini menantang asumsi lama tentang gunung berapi punah dan mendorong pemantauan ulang terhadap gunung tidur melalui pengamatan gas, deformasi tanah, serta gempa vulkano-tektonik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kita tahu bahwa ada beberapa gunung berapi yang terlihat dormant alias diam. Ia memberikan kesan magis nan indah saat dipandang. Namun bisa jadi gunung berapi yang dianggap 'punah' dan belum meletus selama puluhan ribu tahun itu sebenarnya tidak 'cuma' diam. Ada kemungkinan bahwa diam-diam ia menumpuk cadangan magma yang sangat besar untuk memicu letusan di masa depan.

Penemuan mengkhawatirkan ini berasal dari tim vulkanolog di ETH Zurich, Swiss, yang memetakan sejarah geologi Gunung Methana di dekat Athena, Yunani, selama 700.000 tahun.

Status tidak aktif yang palsu

Peneliti menemukan 'ledakan' kristal zirkon kecil yang bertepatan dengan periode tidak aktif terpanjang Gunung Methana, berlangsung lebih dari 100.000 tahun, menandakan bahwa jumlah magma yang sangat besar masih terus terbentuk.

Masa tidak aktif palsu yang tampak panjang ini menjadi masalah karena perkiraan bahaya vulkanik didasarkan pada asumsi bahwa beberapa gunung berapi mungkin punah setelah sekitar 10.000 tahun tidak aktif.

Untuk mengevaluasi kembali hubungan antara aktivitas letusan dan akumulasi magma, para peneliti menganalisis sampel batuan dari 31 lokasi di seluruh gunung berapi, yang semuanya terkait dengan letusan kuno Methana–sejarah panas dan dingin yang mencakup lebih dari setengah juta tahun.

Peneliti mengatakan bahwa gunung berapi dapat 'bernapas' di bawah tanah selama ribuan tahun tanpa pernah meletus ke permukaan.

Profil Gunung Methana

ilustrasi gunung berapi yang meletus (unsplash.com/Yosh Ginsu)
ilustrasi gunung berapi yang meletus (unsplash.com/Yosh Ginsu)

Methana merupakan bagian paling barat dari Busur Vulkanik Aegea Selatan, sebuah kawasan titik panas vulkanik yang terbentuk akibat tektonik lempeng dan membentang melintasi kepulauan Yunani. Busur ini juga mencakup Gunung Berapi Thera, yang diyakini telah menghancurkan peradaban Minoan di Santorini sekitar 3.600 tahun yang lalu.

Penelitian ini menambah bukti bahwa masa tenang gunung berapi dapat berakibat fatal–sebuah gagasan yang telah terbukti secara tragis dalam banyak pemukiman manusia yang hancur akibat abu, lava, dan gas beracun yang dilepaskan oleh gunung berapi yang sedang tidur namun tetap berbahaya.

Gunung Methana yang masih aktif itu sendiri telah menghasilkan lebih dari 31 letusan, termasuk tiga peristiwa letusan eksplosif, selama ratusan ribu tahun terakhir. Meskipun kronologinya belum sepenuhnya dipahami, letusan termuda terjadi sekitar 2.250 tahun yang lalu dan dicatat oleh sejarawan Yunani, Strabo.

Untuk menelusuri lebih jauh ke masa geologis, para peneliti menganalisis kristal dari sampel batuan Methana dan menghitung usianya menggunakan laju peluruhan radioaktif unsur-unsur seperti uranium.

Kristal zirkon yang sangat kecil memberikan banyak informasi kepada peneliti. Zirkon terbentuk di lingkungan magmatik dan bertindak sebagai kapsul waktu alami, mengungkapkan kapan dan di mana mereka terbentuk–serta melestarikan sejarah Bumi selama lebih dari 4 miliar tahun.

Hasil yang ditemukan

Rekontruksi mengungkapkan bahwa gunung berapi yang tampak tidur mungkin sebenarnya diam-diam aktif. Faktanya, puncak pembentukan zirkon di Methana terjadi selama periode tenang yang sangat panjang, berlangsung dari sekitar 280.000 hingga 170.000 tahun yang lalu.

Anehnya, puncak ini—yang merupakan tanda kuat adanya produksi magma, yang menciptakan kondisi ideal bagi pembentukan zirkon—terjadi meskipun tidak ada tanda-tanda aktivitas vulkanik di permukaan.

Paradoks ini disebabkan oleh kekuatan geologis yang membentuk dasar Methana. Di bawah gunung berapi tersebut, satu lempeng tektonik meluncur di bawah lempeng lainnya, dalam proses pembentukan Bumi yang disebut subduksi.

Seperti sabuk konveyor, lempeng yang meluncur itu membawa sejumlah besar sedimen dasar laut dan air ke dalam perut Bumi. Air tersebut menghidrasi mantel, sehingga mempercepat produksi magma.

Dengan memantau emisi gas, deformasi tanah, gempa vulkano-tektonik, dan anomali gravitasi, otoritas mungkin dapat menentukan gunung berapi mana yang telah lama tertidur dan kini perlahan-lahan terbangun kembali.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Related Articles

See More