5 Fakta Antwerpen Centraal, Stasiun Kereta Terindah di Belgia
- Antwerpen Centraal dibangun antara 1895–1905 menggantikan stasiun kayu lama, dirancang Louis Delacenserie dengan gaya arsitektur megah dan menjadi pusat transportasi utama Belgia.
- Stasiun ini pernah rusak akibat roket V-2 saat Perang Dunia II, lalu direstorasi besar pada 1986 untuk mempertahankan struktur bersejarahnya tanpa mengubah keasliannya.
- Transformasi modern 1998–2007 menjadikannya stasiun transit empat tingkat dengan jalur cepat internasional, tetap mempertahankan keindahan klasik di jantung kota Antwerpen.
Eropa memang tidak pernah habis dengan sejarah bangunan dan arsitekturnya yang megah. Dari sekian banyak struktur ikonik yang tersebar, salah satu contoh yang paling memukau adalah Antwerpen Centraal. Terletak di pusat kota Antwerpen, bangunan ini merupakan stasiun kereta api utama yang memegang peranan krusial bagi transportasi di Belgia. Antwerpen Centraal juga merupakan bagian dari jaringan kereta api berkecepatan tinggi yang menghubungkan empat kota utama di Belgia dengan jalur internasional.
Di balik fungsinya sebagai titik temu ribuan komuter setiap harinya, bagaimana sebenarnya perjalanan sejarah stasiun ini? Yuk, cari tahu!
1. Awalnya, bangunan stasiun ini hanya terbuat dari kayu

Stasiun pertama di Antwerpen mulai beroperasi pada Juni 1836 untuk menghubungkan jalur Brussels, Mechelen, dan Antwerpen. Pada awalnya, bangunan stasiun ini hanya terbuat dari kayu yang cukup sederhana. Namun, seiring dibukanya jalur internasional menuju Belanda pada tahun 1854, bangunan tersebut akhirnya diganti menjadi lebih besar untuk menampung lebih banyak penumpang dan perjalanan.
Pembangunan gedung megah yang kita lihat saat ini dilakukan secara bertahap antara tahun 1895 hingga 1905 untuk menggantikan bangunan lama. Dirancang oleh arsitek Louis Delacenserie, stasiun ini dilengkapi dengan jembatan layang yang indah dan sebuah alun-alun besar di depannya yang kini dikenal sebagai Koningin Astridplein. Nama alun-alun tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan kepada Ratu Astrid pada tahun 1935 dan hingga kini menjadi pintu masuk utama bagi warga maupun pendatang.
2. Pernah rusak parah akibat hantaman roket

Selama Perang Dunia II, Antwerpen Centraal mengalami kerusakan cukup parah akibat hantaman roket V-2. Meskipun bangunan utamanya tetap berdiri kokoh, ledakan tersebut menyebabkan struktur atap besi stasiun menjadi melengkung dan bergelombang. Kerusakan ini bahkan masih bisa terlihat jelas jika kita memperhatikan bagian atapnya hingga hari ini.
Kondisi bangunan yang semakin memburuk sempat membuat stasiun ini hampir dibongkar pada pertengahan abad ke-20 karena alasan keamanan. Namun, pada tahun 1986, proyek renovasi besar-besaran dilakukan untuk menyelamatkan bangunan bersejarah ini. Bagian atap yang rusak diperbaiki menggunakan bahan khusus yang lebih ringan dan elastis, serta elemen bajanya dicat ulang dengan warna merah anggur yang khas untuk mengembalikan kemegahannya tanpa harus menambah pilar penyangga baru.
3. Dijuluki “katedral kereta api”

Antwerpen Centraal sering dijuluki sebagai "Katedral Kereta Api" karena memiliki kubah raksasa setinggi 75 meter yang mirip dengan bangunan Pantheon di Roma. Bangunan utamanya dirancang oleh arsitek Louis Delacenserie dengan gaya campuran yang sangat mewah, termasuk Neo-Renaisans, Neo-Barok, dan Art Nouveau. Penduduk setempat mengenalnya sebagai pusat keindahan kota karena kemegahan struktur batunya yang tampak berdiri gagah di kawasan Astridplein.
Di bagian dalam, terdapat area peron luas yang dipayungi oleh atap besi dan kaca raksasa hasil rancangan insinyur Clément Van Bogaert. Atap ini sengaja dibuat sangat tinggi, mencapai lebih dari 40 meter, dengan tujuan agar asap dari lokomotif uap di zaman dulu bisa langsung terbuang dan tidak menyesakkan penumpang. Perpaduan antara seni bangunan batu yang artistik dan struktur baja yang fungsional inilah yang membuat stasiun ini menjadi salah satu mahakarya arsitektur dunia.
4. Transformasi struktur yang jenius

Dahulu, Antwerpen Centraal adalah stasiun ujung yang membuat kereta harus berbalik arah untuk keluar. Namun, melalui proyek renovasi besar antara tahun 1998 hingga 2007, stasiun ini berubah menjadi stasiun transit yang modern. Sebuah terowongan bawah tanah dibangun membelah kota agar kereta cepat seperti Thalys bisa melintas langsung menuju kota lain tanpa perlu memutar balik. Inovasi cerdas ini tidak hanya mempercepat perjalanan, tetapi juga berhasil memenangkan penghargaan bergengsi tingkat Eropa karena mampu menyatukan teknologi modern dengan bangunan bersejarah.
Kini, stasiun ini memiliki tata letak yang sangat unik dengan empat tingkat lantai yang berbeda. Di lantai paling atas (Level +1), enam jalur kereta lama tetap dipertahankan, sementara lantai dasar (Level 0) difungsikan untuk loket tiket dan area pertokoan. Yang paling menarik adalah dua lantai bawah tanahnya (Level -1 dan -2) yang menampung delapan jalur tambahan, termasuk jalur khusus kereta berkecepatan tinggi.
5. Letaknya tepat di pusat kota antwerpen

Antwerpen Centraal terletak di lokasi yang sangat strategis, tepatnya di Koningin Astridplein yang berada di pusat kota Antwerpen. Lokasinya sangat dekat dengan gedung Queen Elisabeth Hall dan hanya butuh waktu sekitar 10 menit berjalan kaki untuk sampai ke kawasan perbelanjaan serta pusat sejarah kota. Sebagai stasiun utama, tempat ini tidak hanya melayani perjalanan antarwilayah, tetapi juga menjadi gerbang internasional bagi kereta cepat seperti Eurostar yang menghubungkan Belgia langsung ke Belanda dan Prancis.
Selain dikenal sebagai salah satu stasiun terindah di dunia, Antwerpen Centraal juga dilengkapi dengan fasilitas yang sangat lengkap dan ramah bagi semua orang. Tersedia berbagai toko, bar, tempat penitipan bagasi, hingga fasilitas khusus untuk penyandang disabilitas seperti lift dan eskalator di setiap peron. Akses transportasi dari dan menuju stasiun ini pun sangat mudah karena terhubung langsung dengan berbagai jalur bus, trem, dan kereta bawah tanah.
Antwerpen Centraal kini bukan sekadar pusat transportasi, tetapi juga monumen bersejarah yang telah resmi dilindungi sejak tahun 1975. Keindahan arsitekturnya yang tetap terjaga membuat stasiun ini sangat populer dalam budaya populer, mulai dari lokasi syuting film internasional hingga video flash mob yang viral. Dengan sejarah dan kemegahan fungsinya, stasiun ini menjadi bukti bagaimana warisan masa lalu dapat terus hidup dan melayani masyarakat modern hingga saat ini.


















