Mengenang Kecelakaan Kereta Api Sirkus Hammond pada 1918, Tragis!

- Kecelakaan kereta sirkus Hammond terjadi pada 22 Juni 1918 di Indiana, saat masinis gagal melihat sinyal dan menabrak gerbong belakang rombongan Sirkus Hagenbeck-Wallace.
- Gerbong kayu berusia tua dan lampu minyak tanah menyebabkan kobaran api besar setelah tabrakan, menewaskan 86 orang serta melukai 127 lainnya di tengah reruntuhan yang terbakar.
- Sebagian besar korban dimakamkan di Pemakaman Woodlawn Chicago dengan monumen gajah sebagai penanda, sementara tragedi ini mendorong peralihan ke gerbong baja demi keselamatan transportasi.
Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, sebelum era internet, televisi, dan bahkan bioskop, salah satu pertunjukan terbesar yang bisa disaksikan oleh masyarakat Amerika adalah sirkus keliling. Sirkus pertama kali dikembangkan sebagai pertunjukan berkuda oleh mantan pasukan kavaleri di Inggris pada akhir tahun 1700-an. Namun, seabad kemudian, sirkus menawarkan berbagai macam hiburan, mulai dari pemain sulap, badut, hingga hewan sirkus dan pelatihnya. Sirkus juga menyebar ke seluruh dunia, serta sangat populer di Eropa dan Amerika.
Segera setelah itu, hampir 100 kelompok sirkus aktif berkeliling AS, beberapa di antaranya memiliki pemain, kru, dan hewan yang berjumlah ratusan. Meskipun sirkus terkenal karena berkeliling dari satu negara bagian ke negara bagian lain dalam konvoi gerbong sirkus yang penuh sesak, pada akhir tahun 1800-an jaringan kereta api di seluruh Amerika sudah maju sehingga sirkus terbesar di negara itu pun bepergian ke tempat penonton dengan menaiki kereta api. Namun, masa-masa awal munculnya kereta api juga sangat berbahaya, karena terjadinya kecelakaan kereta api pertama pada tahun 1832.
Beberapa dekade kemudian, jalur kereta api melintasi AS dari pantai ke pantai tetapi masih minim pengawasan dalam hal keselamatan. Itu kenapa sering terjadinya kecelakaan yang merenggut nyawa ratusan orang setiap tahunnya. Nah, salah satu kecelakaan kereta api paling mematikan dalam sejarah Amerika ini terjadi kepada rombongan sirkus. Yap, Sirkus Hagenbeck-Wallace, yang pada tahun 1918 keretanya hancur dalam kecelakaan kereta api sirkus Hammond yang menewaskan 86 orang dan melukai 127 orang. Bagaimana penjelasan lengkapnya?
1. Sinyal yang gagal disadari menyebabkan terjadinya kecelakaan kereta api Hammond

Kecelakaan kereta sirkus Hammond terjadi pada 22 Juni 1918. Sekitar pukul 4 pagi, Sirkus Hagenbeck-Wallace sedang melakukan perjalanan melewati Indiana dari Michigan City menuju pertunjukan berikutnya di South Chicago. Rombongan sirkus tersebut menaiki kereta sirkus yang menampung para pemainnya, sementara hewan-hewan ditempatkan di bagian terpisah. Totalnya ada 58 gerbong kereta, dengan 1.000 orang yang dipekerjakan oleh sirkus termasuk para pemain dan peran lainnya. Meskipun begitu, mereka melakukan perjalanan dari satu tempat ke tempat lain secara bergelombang, bukan bersamaan. Bagian kereta yang berisi hewan-hewan sudah berangkat lebih dulu, mengikuti kru awal yang termasuk pemasang poster dan litografer, serta seorang agen pers.
Bagian yang berisi para pemain mengikuti di belakang seperti biasanya. Namun pada kesempatan ini, kereta terpaksa berjalan lebih lambat dari biasanya karena lampu depan lokomotif mati. Di sekitar Hammond, kereta masih berada di rel ketika seorang masinis bernama Alonzo Sargent, yang mengemudikan kereta baja berat di jalur kereta api yang sama, gagal memperhatikan beberapa sinyal yang memperingatkannya bahwa ada kereta lain yang menghalangi jalannya. Keretanya menabrak gerbong belakang kereta Hagenbeck-Wallace Circus. Sangking kuatnya tabrakan tersebut, salah satu korban selamat dari tragedi tersebut bilang kepada Chicago Tribune bahwa gerbong itu terbelah di tengah, mirip seperti diiris dengan pisau raksasa.
2. Gerbong kereta sirkus Hammond terbuat dari kayu dan penerangan lampu minyak tanahnya membakar kereta

Kereta api berkembang dengan sangat pesat pada awal tahun 1900-an. Dan pada saat kecelakaan kereta api sirkus Hammond, banyak model kereta api yang dibuat pada dekade sebelumnya sudah sangat usang. Kereta api yang dioperasikan oleh Sirkus Hagenbeck-Wallace berusia sekitar 30 tahun pada saat tragedi kecelakaan terjadi. Hal ini membuatnya lebih fatal bagi penumpang ketika terjadinya kecelakaan.
Gerbong-gerbongnya juga terbuat dari kayu. Ini membuatnya hancur berkeping-keping saat kereta yang bertabrakan menghantam gerbong belakang, menghancurkan gerbong dan memisahkan tempat tidur tempat para pemain tidur. Puluhan orang tewas seketika. Adapun, dalam hitungan detik mereka yang selamat mendapati diri mereka berada di tengah kobaran api. Lampu minyak tanah yang menerangi gerbong-gerbong tersebut membakar sisa-sisa kereta, dan membakar banyak orang yang terjebak di reruntuhan, serta menghalangi upaya penyelamatan para korban selamat.
3. Kisah akhir dari tragedi kecelakaan kereta sirkus Hammond

Para korban kecelakaan kereta api sirkus Hammond kebanyakan mengalami luka bakar parah akibat api yang menyebar di reruntuhan sehingga jenazah mereka tidak dapat diidentifikasi. Namun, identitas mereka yang hilang di antaranya termasuk beberapa bintang sirkus seperti Millie Jewel, si Gadis Tanpa Rasa Takut yang bekerja dengan hewan, Jennie Ward Todd, dan Arthur serta Joseph Dericks, saudara laki-laki yang tampil di sirkus sebagai pemain akrobat. Joseph Coyle, badut utama sirkus, juga kehilangan istri dan dua anaknya dalam tragedi tersebut.
Jenazah yang ditemukan dibawa ke Pemakaman Woodlawn di Chicago. Di sana, jenazah dimakamkan di lahan luas yang diamankan oleh Showmen's League, sebuah komunitas pemain pertunjukan yang didirikan lima tahun sebelumnya untuk menyediakan beasiswa, bantuan keuangan, dan monumen untuk para pemain di industri hiburan. 53 jenazah dimakamkan di lahan tersebut, tetapi sayangnya hanya lima yang dapat diidentifikasi namanya. Sebuah patung gajah menandai lokasi tersebut, yang masih dapat dikunjungi hingga saat ini.
Sementara itu, Alonzo Sargent didakwa bersalah karena menyebabkan kematian, tetapi persidangannya dibatalkan dan ia pun dibebaskan. Setelah bencana tersebut, sedikit yang dilakukan untuk mengidentifikasi sistem mana yang bertanggung jawab atas kematian massal tersebut, atau apakah sirkus itu sendiri yang harus bertanggung jawab. Namun, sirkus dan rombongan keliling lainnya didesak untuk beralih ke gerbong baja demi keselamatan penumpang mereka. Sebulan kemudian, kecelakaan kereta api lain yang melibatkan dua kereta penumpang di Nashville, Tennessee, merenggut nyawa lebih dari 100 orang. Hal ini mendorong pemeriksaan keselamatan yang lebih ketat secara menyeluruh dan penghapusan bertahap gerbong kayu.
Meskipun terkesan nyaman, kereta api justru menyimpan sejarah kelam sebagai moda transportasi yang punya kisah-kisah memilukan di balik banyaknya kecelakaan kereta api. Tragedi kereta sirkus Hammond menjadi salah satu contoh pilunya. Bahkan, di era modern, kecelakaan kereta api masih saja terjadi, seperti tabrakan kereta api Bekasi Timur yang terjadi pada 27 April 2026 dan melibatkan KA Argo Bromo Anggrek yang menabrak KRL Commuter Line. Semoga ke depannya, kejadian serupa tidak terjadi lagi.



















