Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Monyet Colobus Angola, Kebal dari Zat Beracun dalam Makanan
Monyet colobus angola (commons.wikimedia.org/renata stamato)
  • Monyet colobus angola hidup di berbagai habitat Afrika seperti sabana, rawa, dan hutan, dengan ciri khas bulu hitam-putih serta ekor panjang yang membantu keseimbangan saat beraktivitas di pepohonan.
  • Spesies ini memiliki lambung tiga bilik yang memungkinkan mereka mencerna daun beracun dan makanan berserat tinggi tanpa keracunan, menjadikannya unik dibanding primata lain.
  • Monyet colobus angola hidup berkelompok kecil dengan sistem poligini dan kini dikategorikan rentan oleh IUCN akibat perburuan serta hilangnya habitat alami.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Monyet colobus angola atau disebut monyet colobus hitam-putih angola adalah spesies primata berasal dari Afrika khususnya di Gabon, Kamerun, Ethiopia dan Tanzania.

Soal habitatnya, monyet colobus angola tersebar di banyak tempat seperti sabana, rawa-rawa dan berbagai jenis hutan seperti dataran rendah, bambu, pesisir, pegunungan dan hujan lebat.

Banyak trivia menarik dari monyet colobus angola mulai dari aksi akrobatik saat melompat dari pohon ke pohon dan kebal dari zat beracun yang terkandung dalam makanan tertentu. Simak lebih lengkap sekarang.

1. Ciri fisik monyet colobus angola

Monyet colobus angola (commons.wikimedia.org/Keithimus)

Monyet khas Afrika tersebut berbulu dan berwajah hitam dikelilingi oleh rambut putih panjang serta memiliki lapisan rambut putih di bahu. Warna putih terlihat di pita alis, pipi dan tenggorokan. Ekornya panjang dan tipis berwarna hitam dan putih berkisar 706 mm untuk betina dan 829 mm untuk jantan.

Monyet colobus angola memiliki bantalan yang khas di bagian pantatnya memberikannya suatu kenyamanan dan keseimbangan saat sang monyet tidur di pepohonan. Panjang jantan termasuk ekornya mencapai 160 cm dan beratnya 24 pon. Sementara itu panjang betina ialah 92 cm dan berat 13 pon.

2. Kebal dari zat beracun makanan

Monyet colobus angola (commons.wikimedia.org/Mike R)

Monyet colobus angola memiliki sistem pencernaan cukup canggih yakni lambung tiga bilik yang dapat menampung bakteri spesifik dapat memfermentasi dan mencerna daun secara efesien.

Dilansir neprimateconservancy, menariknya, monyet colobus angola mampu memakan sejumlah zat beracun dalam makanan seperti buah mentah, bunga bougainvillea dan daun-daun mengandung kadar selulosa dan lignin (serat kayu). Sebab, lambung monyet colobus angola mampu menetralisir racun.

Monyet colobus angola memiliki kebiasaan mengonsumsi lebih dari 45 spesies daun, kulit kayu, pucuk, kuncup bahkan serangga. Sebagian besar makanan mereka rendah kalori dan nutrisi. Monyet ini mencari makanan di kanopi hutan dan mengonsumsi hingga 3 kg daun dalam sehari.

3. Sistem reproduksinya

Monyet colobus angola (commons.wikimedia.org/SajjadF)

Monyet colobus angola bersifat poligini artinya jantan kawin dengan banyak betina. Periode kawin terjadi sepanjang tahun di mana betina cenderung melahirkan satu bayi saja setelah masa kehamilan berlangsung hingga 178 hari.

Betina menjaga bayinya dengan cara menggendongnya di perut. Di dalam kawanannya, induk betina mengizinkan bayinya diasuh oleh banyak betina. Penyapihan bayi terjadi sekitar usia 15 tahun. Betina mencapai kematangan seksual pada usia 2 tahun dan jantan pada usia 4 tahun.

4. Perilaku uniknya yang menarik perhatian

Monyet colobus angola (commons.wikimedia.org/Michal Slovaak)

Lantaran suka memanjat pohon, monyet suka melakukan aksi-aksi akrobatik dengan meluncur secara horizontal dari satu dahan ke dahan lain dengan jarak 50 kaki dalam satu lompatan tunggal.

Monyet colobus angola biasanya hidup dalam kelompok kecil terdiri dari 6 betina, anak-anaknya yang dipimpin oleh seekor jantan dominan.

Monyet jantan berperilaku teritorial terhadap kelompok yang lain. Saat itulah salah satu betina mengambil peran pemimpin dalam kelompoknya.

Jantan dominan mengeluarkan sejumlah raungan di pagi hari ditujukan kepada anggotanya untuk kordinasi dalam rangka demi memperkuat batas wilayah. Suara mencicit, mendengkur, mendecakkan lidah dan menguap adalah teknik komunikasi yang menandakan adanya ancaman.

5. Sayangnya populasi monyet colobus angola rentan

Monyet colobus angola (commons.wikimedia.org/Umurerwajanne)

Sayangnya monyet berpola hitam-putih ini diklasifikasikan sebagai 'rentan' oleh IUCN pada 2016. Mereka menghadapi ancaman yang fundamental dalam kehidupannya yakni hilangnya habitat dan diburu untuk diambil bulu dan dagingnya.

Di hamparan hutan yang luas, terdapat sejumlah predator yang mengincar monyet colobus angola seperti elang dan kucing besar. Makanan beracun justru menjadi alasan monyet colobus angola tidak berebut makanan dengan spesies monyet lain. Sebab, monyet lainnya tak punya kemampuan menetralisir racun.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article