Pada tahun 1929, sejarawan Halil Edhem menemukan potongan peta kuno di ruang bawah tanah Istana Topkapi, Istanbul, Turki. Dokumen maritim yang digambar di atas kulit rusa tersebut merupakan karya laksamana Kesultanan Ottoman, Ahmed Muhiddin Piri atau Piri Reis. Peta dunia buatan tahun 1513 ini menarik perhatian karena menyajikan detail geografis yang melampaui teknologi navigasi pada masanya.
Kemunculan dokumen maritim tersebut menandai kemajuan kartografi (ilmu pembuatan peta) di dunia Islam sekaligus memicu perdebatan panjang mengenai akurasi dan asal-usul datanya. Sebagian peneliti menganggapnya sebagai hasil kompilasi yang brilian, sementara yang lain mengaitkannya dengan berbagai teori spekulatif. Penasaran? Mari bedah lima fakta seputar karakteristik dan kontroversi yang menyelimuti Peta Piri Reis.
