Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Philippine Pitta, si Pemburu Serangga di Balik Serasah Hutan
burung erythropitta erythrogaster (commons.wikimedia.org/Dionsilva2000)
  • Philippine Pitta adalah burung berwarna cerah yang hidup di hutan tropis Filipina dan sebagian Indonesia, dikenal karena perilakunya yang pemalu meski tampilannya mencolok.
  • Burung ini berburu serangga dan invertebrata kecil dengan membalik serasah daun di lantai hutan, memanfaatkan paruh kuat serta kemampuan melompat lincah untuk mencari mangsa.
  • Meskipun populasinya masih tergolong aman, deforestasi dan alih fungsi lahan mengancam habitatnya, sehingga konservasi hutan menjadi kunci menjaga kelestarian spesies ini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Hutan tropis di Filipina dan sebagian wilayah Indonesia menjadi rumah bagi banyak burung berwarna cerah, salah satunya adalah Philippine Pitta (Erythropitta erythrogaster). Burung dari keluarga Pittidae ini dikenal berkat perpaduan warna biru, merah, hijau, hitam, dan cokelat yang menghiasi tubuhnya. Meski tampil mencolok, Philippine Pitta justru lebih sering beraktivitas secara diam-diam di lantai hutan yang dipenuhi serasah daun.

Di balik penampilannya yang memikat, Philippine Pitta merupakan pemburu yang cekatan. Burung ini menghabiskan sebagian besar waktunya mencari serangga dan hewan kecil lainnya di antara daun-daun kering yang menutupi permukaan hutan. Berikut 5 fakta menarik Philippine Pitta, si pemburu serangga di balik serasah hutan.

1. Memiliki perpaduan warna bulu yang mencolok

burung erythropitta erythrogaster (inaturalist.org/John Sterling)

Philippine Pitta memiliki kombinasi warna bulu yang sangat kontras sehingga mudah dikenali. Dadanya berwarna biru, bagian bawah tubuhnya merah menyala, sedangkan punggung dan sayapnya didominasi warna hijau. Kepala burung ini dihiasi mahkota cokelat dengan garis hitam yang membentang melewati mata sehingga membuat tampilannya semakin khas.

Meskipun memiliki warna yang mencolok, Philippine Pitta cukup sulit ditemukan di habitat alaminya. Dilansir eBird, burung ini lebih sering bersembunyi di bawah naungan vegetasi rapat dan hanya sesekali muncul di area yang terbuka. Perpaduan warna cerah dan perilaku yang pemalu menjadikannya salah satu burung yang paling menarik untuk diamati oleh para pengamat burung.

2. Menghuni hutan tropis di Filipina dan Indonesia

burung erythropitta erythrogaster (inaturalist.org/ph_hsu)

Philippine Pitta tersebar luas di berbagai pulau di Filipina serta dapat dijumpai Kepulauan Sangihe dan Talaud yang termasuk wilayah Indonesia. Dilansir DataZone by BirdLife, burung ini menghuni hutan dataran rendah, hutan sekunder, hingga hutan pegunungan dengan tutupan vegetasi yang lebat. Keberadaan serasah daun yang melimpah menjadi salah satu faktor penting dalam memilih habitatnya.

Selain hidup di hutan primer, Philippine Pitta juga mampu beradaptasi di habitat yang telah mengalami gangguan ringan selama struktur hutannya masih terjaga. Burung ini biasanya mencari makan di area yang lembap dan teduh, tempat berbagai invertebrata berkembang dengan baik. Adaptasi tersebut membantu spesies ini tetap bertahan di berbagai tipe hutan tropis.

3. Berburu mangsa di balik serasah hutan

burung erythropitta erythrogaster (inaturalist.org/matthewkwan)

Philippine Pitta menghabiskan sebagian besar waktunya mencari makan di lantai hutan. Dengan paruh yang kuat, burung ini membalik daun-daun kering dan serasah untuk menemukan mangsa yang bersembunyi. Cara berburu tersebut membuatnya jarang terlihat meskipun sebenarnya hidup di kawasan yang sama dengan banyak spesies burung lain.

Dilansir birdforum, makanan Philippine Pitta didominasi oleh cacing tanah, semut, kumbang, larva serangga, siput, dan berbagai invertebrata kecil lainnya. Sesekali burung ini juga memangsa hewan kecil lain yang dapat ditelannya dengan mudah. Pola makan yang beragam membantu Philippine Pitta memperoleh nutrisi yang cukup sekaligus berperan dalam menjaga keseimbangan populasi invertebrata di lantai hutan.

4. Lebih sering melompat daripada terbang

burung erythropitta erythrogaster (inaturalist.org/Forest Botial-Jarvis)

Berbeda dengan banyak burung penghuni tajuk pohon, Philippine Pitta lebih sering bergerak dengan cara melompat di atas lantai hutan. Burung ini menggunakan kedua kakinya yang kuat untuk berpindah di antara serasah daun sambil terus mengamati keberadaan mangsa. Kemampuan tersebut membuatnya mampu bergerak lincah di lingkungan yang dipenuhi ranting dan dedaunan.

Dilansir eBird, Philippine Pitta sebenarnya mampu terbang dengan baik, tetapi biasanya hanya melakukannya dalam jarak pendek ketika merasa terganggu atau berpindah ke lokasi lain. Setelah mendarat, burung ini akan kembali mencari makan di permukaan tanah. Perilaku tersebut menjadi salah satu ciri khas yang membedakannya dari banyak burung hutan tropis lainnya.

5. Populasinya masih tergolong aman, tetapi habitatnya terus menghadapi tekanan

burung erythropitta erythrogaster (inaturalist.org/Shin Chun Huang)

Menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN), Philippine Pitta berstatus Least Concern (LC) karena memiliki persebaran yang cukup luas. Meskipun demikian, tren populasinya diperkirakan terus menurun akibat hilangnya habitat di berbagai wilayah persebarannya. Deforestasi dan alih fungsi lahan menjadi ancaman utama bagi kelangsungan hidup spesies ini.

Upaya konservasi hutan tropis sangat penting untuk untuk menjaga populasi Philippine Pitta tetap stabil. Perlindungan kawasan hutan tidak hanya bermanfaat bagi burung ini, tetapi juga bagi berbagai satwa lain yang bergantung pada ekosistem yang sama. Dengan habitat yang terjaga, Philippine Pitta akan terus menghiasi hutan-hutan Asia Tenggara dengan warna bulunya yang memukau.

Philippine Pitta merupakan contoh burung hutan tropis yang memadukan keindahan warna dengan perilaku berburu yang unik. Kebiasaannya membalik serasah daun untuk mencari mangsa menunjukkan kemampuan adaptasi yang sangat baik terhadap kehidupan di lantai hutan. Menjaga kelestarian habitat alaminya menjadi langkah penting agar burung eksotis ini tetap dapat ditemukan di hutan-hutan Filipina dan Indonesia pada masa mendatang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article