7 Fakta Unik Burung Flowerpiercer, Perampok Nektar Berparuh Aneh

- Burung flowerpiercer berasal dari Amerika dan dikenal karena paruhnya yang melengkung ke atas, memungkinkan mereka mengakses nektar dengan cara unik.
- Termasuk keluarga Thraupidae, burung ini hidup di dataran tinggi Amerika Selatan seperti Pegunungan Andes dan memiliki warna bulu beragam nan mencolok.
- Dikenal sebagai 'perampok nektar', flowerpiercer menusuk pangkal bunga untuk mengambil nektar tanpa menyerbuki tanaman, serta melengkapi dietnya dengan serangga dan buah beri.
Tak diragukan lagi, burung merupakan salah satu jenis hewan yang paling beragam. Gak cuma warna-warni bulunya, burung juga beragam dari segi ukuran, diet, sampai bentuk paruh. Burung flowerpiercer, contohnya. Alih-alih bengkok ke bawah seperti kebanyakan burung, paruh burung ini malah terangkat ke atas.
Ya, burung flowerpiercer merupakan jenis burung asli Amerika yang dikenal karena bentuk paruhnya yang gak biasa. Namun, jangan salah. Bentuk paruh ini ada maksudnya. Tahukah kamu kalau burung ini bergelut dalam "perampokan nektar?" Yuk, cari tahu lewat 7 fakta unik burung flowerpiercer berikut ini!
1. Apa itu burung flowerpiercer?

Burung flowerpiercer merupakan jenis burung kecil dari Amerika yang punya paruh sangat unik. Alih-alih melengkung ke bawah seperti beberapa jenis burung, paruh burung flowerpiercer malah terangkat ke atas. Ujungnya pun bengkok menyerupai kait. Meski kelihatannya aneh, paruh spesial ini bikin burung flowerpiercer bisa mengakses makanan dengan cara unik. Burung ini dinamai berdasarkan kebiasaan makannya itu.
2. Bagian dari keluarga burung terbesar di dunia

Burung flowerpiercer merupakan bagian dari keluarga burung tanager alias Thraupidae. Keluarga ini mengelompokkan burung-burung kecil yang sangat beragam di kawasan neotropis. Menurut laman BioDB, keluarga burung Thraupidae terdiri dari lebih dari 370 spesies burung. Gak heran kalau Thraupidae jadi keluarga burung terbesar kedua setelah keluarga sikatan tiran, Tyrannidae.
Keluarga burung tanager luar biasa beragam dari segi ukuran, habitat, sampai pola makan. Nah, burung flowerpiercer jadi salah satu contohnya. Ia berparuh unik karena pola makannya yang khusus, menunjukkan kemampuan adaptasi dan keberhasilan evolusionernya.
3. Paling banyak hidup di dataran tinggi

Burung flowerpiercer meruapakan burung asli benua Amerika. Menurut informasi dari laman Carolina Birds, total ada 18 spesies burung flowerpiercer. Kebanyakan spesiesnya burung flowerpiercer hidup di dataran tinggi Amerika Selatan, terutama di Pegunungan Andes. Habitat yang sering ditinggali ialah hutan dan wilayah berhutan lainnya.
4. Berwarna-warni memukau

Gak cuma paruh berbentuk unik, burung flowerpiercer juga dikenal karena warna-warninya yang menarik. Beberapa spesies berwarna hitam polos, seperti black flowerpiercer (D. humeralis) dan glossy flowerpiercer (Diglossa lafresnayii). Ada juga yang berwarna cokelat kayu manis seperti cinnamon-bellied flowerpiercer (D. baritula).
Spesies deep-blue flowerpiercer (D. glauca) lebih unik lagi. Warna bulunya biru tua yang kontras dengan mata kuning cerah. Ada juga indigo flowerpiercer yang berwarna biru ultramarine dengan mata merah tua.
5. Bentuk paruh unik untuk cara makan yang gak biasa

Burung flowerpiercer dikenal karena bentuk paruhnya yang gak biasa. Paruhnya melengkung ke atas dan berujung mirip kait. Ciri morfologi ini digunakan burung flowerpiercer untuk menusuk pangkal bunga supaya bisa mengakses nektar.
Tanpa bentuk paruh itu, flowerpiercer gak bisa mengakses nektar dari bunga-bunga berbentuk tubular atau tabung yang banyak di habitatnya dengan paruh yang kelewat pendek. Nama genus Diglossa berasal dari bahasa Yunani yang berarti "berlidah ganda." Menurut laman American Bird Conservancy, nama ini merujuk pada lidah burung flowerpiercer yang bercabang dan berujung seperti sikat untuk mengambil nektar.
6. Bergelut dalam perampokan nektar

Beda dari kolibri, burung flowerpiercer gak turut menyerbuki bunga. Menurut laman Birds of the World, cara makan burung flowerpiercer dengan menusuk pangkal bunga dilakukan tanpa mengusik benang sari dan putik bunga. Sehingga, burung flowerpiercer gak turut menyerbuki tanaman tersebut. Oleh karena itu, burung flowerpiercer sering dianggap sebagai "perampok nektar."
Ya, mendapatkan nektar dengan menusuk pangkal bunga dikenal sebagai nectar robbing atau perampokan nektar. Menurut informasi dari BBC Discover Wildlife, perilaku ini paling populer dilakukan oleh beberapa lebah dari genus Bombus alias bumblebee. Lebah-lebah ini menggigit lubang pada area pangkal untuk mengakses nektar bunga. Meski gak turut menyerbuki, hal ini gak selalu berdampak negatif pada kemampuan tanaman dalam bereproduksi.
7. Ternyata gak semuanya makan nektar

Selain nektar bunga, burung flowerpiercer juga melengkapi asupan hariannya dengan menyantap serangga atau beri-berian. Menariknya, gak semua spesies burung flowerpiercer mengakses nektar dengan cara ini. Bahkan ada yang gak suka nektar sama sekali.
Menurut laman Birds of the World, spesies bluish flowerpiercer jarang menusuk bunga dan lebih suka menyesap nektar secara langsung layaknya burung kolibri. Beberapa spesies seperti burung deep-blue flowerpiercer dan indigo flowerpiercer malah jarang terlihat dekat-dekat dengan bunga. Mereka lebih sering makan serangga dan beri-berian meski punya paruh yang dibutuhkan untuk menusuk bunga.
Sungguh burung yang unik, ya? Setelah tahu lebih banyak, bagaimana pendapatmu tentang burung flowerpiercer? Apa kamu tertarik untuk melihat aksi burung ini makan nektar secara langsung di habitat aslinya?



















