5 Fakta Menara Kalyan, Landmark Bersejarah di Uzbekistan

- Menara Kalyan di Bukhara, Uzbekistan, dibangun tahun 1127 M oleh Arslan Khan dan menjadi ikon utama kompleks Po-i-Kalyan dengan fungsi keagamaan serta pengawasan kota.
- Arsitek bernama Bako merancang fondasi dalam dari campuran pualam dan susu unta agar menara tahan gempa, menjadikannya kokoh berdiri hampir seribu tahun.
- Menara ini selamat dari serangan Genghis Khan namun pernah rusak akibat bom Soviet, serta dikenal dengan julukan 'Menara Kematian' karena dulu digunakan untuk eksekusi publik.
Menara Kalyan adalah ikon paling terkenal di kota kuno Bukhara, Uzbekistan. Menara ini berada di dalam Po-i-Kalyan, sebuah kompleks keagamaan yang juga menampung Masjid Kalan dan Madrasah Mir-i-Arab. Di antara ketiganya, Menara Kalyan-lah yang paling mencolok dan mendominasi pemandangan kota.
Lantas, apa rahasia yang membuat menara ini bisa tetap berdiri kokoh selama hampir seribu tahun? Yuk, kita bedah cerita seru dan fakta menariknya di bawah ini!
1. Bangunannya berbentuk pilar bundar dari batu bata bakar

Menara Kalyan berbentuk pilar bundar dari batu bata bakar berkualitas tinggi yang sengaja dibuat semakin menyempit ke arah atas. Bangunan setinggi 45,6 meter ini berdiri di atas fondasi bawah tanah yang super kuat. Seiring berjalannya waktu, susunan batu bata dan adukan semen kunonya menyatu menjadi satu massa utuh yang membuat menara ini sangat kokoh.
Pada bagian dasarnya, menara ini memiliki diameter sekitar 9 meter dan ditopang oleh alas segi sepuluh yang tebal. Sementara di bagian puncaknya, diameternya mengecil menjadi 6 meter dan dihiasi oleh mahkota ukiran stalaktit yang indah. Menariknya lagi, menara ini berada di sudut masjid dan terhubung langsung ke bagian atapnya melalui sebuah jembatan lengkung kecil.
2. Kalyan artinya besar

Dalam bahasa Tajik, kata Kalyan atau Kalon memiliki arti "Besar" atau "Keagungan". Sesuai dengan namanya yang gagah, menara ini dibangun pada tahun 1127 M oleh penguasa dinasti Karakhanid bernama Arslan Khan. Fungsi paling utamanya sejak dulu adalah sebagai tempat untuk mengumandangkan azan bagi umat Muslim di Bukhara.
Namun, bangunan bersejarah ini ternyata tidak hanya dipakai untuk urusan ibadah saja. Menara Kalyan juga berfungsi sebagai menara pengawas untuk mengintai situasi keamanan kota dari ketinggian. Selain itu, penguasa setempat sering menggunakannya untuk mengumpulkan warga saat ingin membacakan keputusan penting atau mengadakan acara tertentu.
3. Tahan gempa berkat fondasi genius

Menara Kalyan dirancang oleh seorang arsitek jenius bernama Bako yang tahu betul bahwa wilayah tersebut rawan gempa. Untuk mengatasinya, ia menggali fondasi super dalam hingga lebih dari 10 meter menggunakan campuran pualam dan susu unta. Uniknya, Bako berpesan jika menara ini sampai roboh, ia minta jasadnya dimakamkan tepat di bawah reruntuhannya sebagai bentuk tanggung jawab.
Ada cerita menarik bahwa setelah memasang fondasi tersebut, sang arsitek sengaja menghilang misterius selama dua tahun. Ia baru kembali setelah memastikan fondasi buatannya sudah benar-benar mengeras, stabil, dan siap ditumpuk batu bata. Berkat taktik itu dan desain bangunan yang makin mengecil ke atas, menara ini terbukti ampuh menahan gempa hingga sekarang.
4. Selamat dari murka genghis khan

Dilansir STANTOURS, pada abad ke-13, pasukan Mongol yang dipimpin oleh Genghis Khan datang menyerang kota Bukhara. Mereka menghancurkan hampir seluruh isi kota tanpa ampun hingga benar-benar rata dengan tanah. Namun secara ajaib, Menara Kalyan menjadi satu-satunya bangunan yang sengaja dibiarkan utuh dan selamat dari kehancuran tersebut.
Menurut Kupi, konon Genghis Khan merasa sangat terpukau saat melihat langsung kemegahan dan keindahan arsitektur menara ini. Saking takjubnya, sang penguasa Mongol langsung memerintahkan pasukannya untuk tidak menyentuh atau merusak bangunan legendaris tersebut. Sayangnya, ratusan tahun kemudian tepatnya pada tahun 1920, menara ini sempat mengalami kerusakan akibat terkena serangan bom dari pasukan Soviet.
5. Dijuluki menara kematian

Di balik keindahannya yang megah, Menara Kalyan ternyata menyimpan sejarah masa lalu yang cukup mengerikan. Selama berabad-abad, menara ini sering digunakan sebagai tempat eksekusi mati di depan publik bagi para kriminal dan pemberontak. Akibat sejarah kelam tersebut, bangunan bersejarah ini akhirnya populer dengan julukan Menara Kematian.
Dilansir Atlas Obscura, cara eksekusi yang dilakukan terbilang sangat kejam karena para terpidana mati akan dibawa langsung ke puncak menara. Dari atas sana, mereka akan dilemparkan hidup-hidup hingga jatuh ke halaman batu keras yang ada di bawahnya. Menurut catatan sejarah, peristiwa eksekusi terakhir yang mengerikan ini diketahui baru berhenti pada tahun 1920 saat masa Revolusi Rusia.
Itulah deretan cerita menarik dan sejarah panjang yang menyelimuti kemegahan Menara Kalyan di Bukhara. Kini, menara ini menjadi bukti nyata bagaimana seni, teknik bangunan kuno, dan kisah masa lalu berpadu dengan sangat sempurna.









![[QUIZ] Kami Tahu Karakteristik Anjingmu Sebenarnya Berdasarkan Ras-nya](https://image.idntimes.com/post/20250530/10-d8f43744b85726baf74d6241c36ab6ef.png)










