Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Menarik Pohon Osage Orange, Buahnya Tidak Disukai oleh Hewan

5 Fakta Menarik Pohon Osage Orange, Buahnya Tidak Disukai oleh Hewan
Osage orange (pixabay.com/Konevi)
Intinya Sih
  • Pohon Osage orange berasal dari Amerika Utara dengan buah besar berkerut menyerupai otak manusia, namun tidak berkerabat dengan jeruk dan jarang dimakan hewan liar karena rasanya pahit.
  • Kayu Osage orange terkenal sangat keras, tahan pelapukan, dan bernilai tinggi; dahulu digunakan masyarakat adat untuk membuat busur panah serta tiang pagar yang awet.
  • Pada abad ke-19, pohon ini populer sebagai pagar alami berduri rapat sebelum kawat berduri ditemukan dan turut tercatat dalam ekspedisi Lewis dan Clark sebagai temuan botani penting.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Pohon Osage orange atau Maclura pomifera merupakan salah satu pohon paling unik yang berasal dari Amerika Utara. Pohon ini dikenal karena menghasilkan buah berukuran besar dengan permukaan berkerut dan warna hijau kekuningan yang menyerupai otak manusia. Meski namanya mengandung kata orange, tumbuhan ini sebenarnya tidak berkerabat dengan jeruk.

Keunikan Osage orange tidak hanya terletak pada bentuk buahnya yang tidak biasa. Buah tersebut justru jarang dimakan satwa liar, sementara pohonnya memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan masyarakat adat hingga perkembangan pagar pertanian di Amerika Serikat. Berikut lima fakta menarik tentang pohon Osage orange yang membuatnya berbeda dari banyak pohon lainnya.

1. Buahnya tersusun dari ratusan buah kecil

Osage orange
Osage orange (commons.wikimedia.org/Lazaregagnidze)

Menurut Missouri Botanical Garden, Osage orange termasuk anggota keluarga Moraceae, bukan keluarga jeruk. Nama Osage orange muncul karena warna kayu dan bagian lain pohon yang cenderung oranye serta tekstur buahnya yang sekilas menyerupai jeruk. Namun secara biologis, tumbuhan ini tidak memiliki hubungan dengan pohon jeruk.

Setiap buah besar yang tampak sebagai satu kesatuan sebenarnya merupakan kumpulan rapat dari ratusan buah kecil. Struktur tersebut terbentuk dari banyak bunga yang menyatu setelah proses pembuahan. Hasilnya adalah buah bulat berukuran besar dengan permukaan kasar dan berkerut yang sangat mudah dikenali.

2. Buahnya umumnya tidak disukai hewan liar

Osage orange
Osage orange (commons.wikimedia.org/Plant Image Library)

Berdasarkan penjelasan US Forest Service, buah Osage orange memiliki rasa pahit sehingga umumnya tidak dimakan oleh hewan liar. Meski bagian buahnya sangat mudah dicerna, sebagian besar hewan tetap tidak tertarik mengonsumsinya. Hanya beberapa satwa tertentu yang sesekali memakan bijinya.

US Forest Service menjelaskan bahwa tupai, rubah, red crossbill, dan northern bobwhite termasuk hewan yang kadang memanfaatkan biji dari buah tersebut. Namun secara umum, buah Osage orange memiliki tingkat palatabilitas yang rendah. Kondisi inilah yang membuat buah besar tersebut sering terlihat jatuh dan membusuk di bawah pohonnya.

3. Pohonnya memiliki duri yang sangat efektif sebagai pagar alami

Osage orange
Osage orange (commons.wikimedia.org/Mahieddine23)

Menurut Smithsonian Magazine, Osage orange pernah menjadi salah satu tanaman pagar terpenting di wilayah perbatasan Amerika Serikat pada abad ke 19. Pohon ini memiliki duri panjang dan rapat yang mampu membentuk penghalang alami yang sulit ditembus. Karakter tersebut membuatnya banyak ditanam sebelum kawat berduri digunakan secara luas.

Melansir Missouri Botanical Garden, Osage orange juga mampu menghasilkan banyak tunas sehingga membentuk barisan vegetasi yang sangat rapat. Cabang berduri yang tumbuh saling bertaut menciptakan pagar hidup yang efektif untuk membatasi area peternakan. Popularitasnya kemudian menurun setelah kawat berduri menjadi pilihan yang lebih praktis.

4. Kayunya sangat tahan lama dan bernilai tinggi

Osage orange
Osage orange (commons.wikimedia.org/H. Zell)

Dilansir dari US Forest Service, kayu Osage orange terkenal sangat keras, kuat, dan tahan terhadap pelapukan. Ketahanan tersebut membuat kayunya banyak digunakan sebagai tiang pagar yang mampu bertahan dalam jangka waktu panjang. Bahkan kayu ini dikenal sebagai salah satu kayu paling tahan pembusukan di Amerika Utara.

Menurut National Park Service, masyarakat adat Osage memanfaatkan kayu pohon ini untuk membuat busur panah yang sangat beharga. Nilai busur tersebut begitu tinggi sehingga menjadi barang penting dalam perdagangan antarsuku. Reputasi kayunya yang kuat turut membantu menjadikan Osage orange sebagai pohon yang bernilai tinggi.

5. Memiliki sejarah panjang dalam penjelajahan Amerika

Osage orange
Osage orange (unsplash.com/K F)

Menurut National Park Service, Osage orange merupakan salah satu tumbuhan yang menarik perhatian Meriwether Lewis selama masa ekspedisi Lewis dan Clark pada awal abad ke 19. Lewis bahkan mengirim potongan tanaman tersebut kepada Presiden Thomas Jefferson dari St. Louis. Tindakan itu menunjukkan pentingnya tumbuhan ini dalam dokumentasi botani pada masa eksplorasi wilayah Amerika.

Smithsonian Magazine menyebut Osage orange sebagai salah satu penemuan botani paling signifikan yang berkaitan dengan ekspedisi tersebut. Tanaman ini kemudian menyebar luas ke berbagai wilayah Amerika Serikat melalui penanaman manusia. Dari pohon yang awalnya memiliki sebaran alami terbatas, Osage orange akhirnya menjadi salah satu spesies yang banyak ditanam di Amerika Utara.

Pohon Osage orange menunjukkan bagaimana satu spesies tumbuhan dapat memiliki kombinasi keunikan biologis dan nilai sejarah yang sama menariknya. Buahnya yang tidak biasa, ketidaktertarikan sebagian besar hewan terhadap buah tersebut, duri yang efektif sebagai pagar alami, kayu yang sangat tahan lama, serta perannya dalam sejarah eksplorasi Amerika menjadikan pohon ini sebagai salah satu tumbuhan paling khas di Amerika Utara.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More