Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Pig Nosed Turtle, Kura-kura yang Mirip Penyu tetapi Berhidung Babi
Pig-nosed turtle (commons.wikimedia.org/Natural History Museum of the University of Pisa)
  • Pig-nosed turtle memiliki hidung seperti moncong babi yang berfungsi sebagai snorkel alami dan sensor untuk mencari serangga, udang kecil, moluska, serta buah di air keruh.
  • Kura-kura ini memiliki kaki depan berbentuk sirip, tempurung berlapis kulit tebal yang ramping, dan menghabiskan hampir seluruh waktunya di perairan.
  • Berasal dari Papua dan Australia Utara, spesies berstatus Terancam Punah ini terancam pengambilan telur, perdagangan, konsumsi, serta kerusakan habitat dan sarang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Membicarakan keanekaragaman dunia satwa memang tidak pernah ada habisnya. Dari sekian banyak spesies reptil yang tersebar di berbagai belahan dunia, ada satu penghuni perairan yang memiliki penampilan begitu unik hingga kerap mencuri perhatian banyak orang. Spesies tersebut adalah Pig-nosed turtle (Carettochelys insculpta).

Kehadiran kura-kura ini berbeda dari gambaran umum tentang kura-kura air tawar pada biasanya. Penampilannya yang tidak biasa serta berbagai keunikan yang dimilikinya membuat Pig-nosed turtle menjadi salah satu spesies yang menarik untuk dikenal lebih jauh. Nah, kalau kamu penasaran dengan keistimewaan di balik hewan eksotis ini, yuk simak faktanya di bawah ini!

1. Bentuk hidungnya mirip moncong babi

hidungnya yang menyerupai moncong babi menjadi ciri khas Pig-nosed turtle (commons.wikimedia.org/Gennady Grachev from Moscow, Russia)

Sesuai dengan namanya, ciri paling mencolok dari Pig-nosed turtle adalah hidungnya yang menyerupai moncong babi. Berbeda dengan kebanyakan kura-kura air tawar yang memiliki lubang hidung kecil di bagian depan paruhnya, spesies ini memiliki hidung menonjol. Bentuk hidung tersebut berfungsi seperti snorkel alami yang memungkinkannya menghirup udara dari permukaan air tanpa perlu mengangkat sebagian besar tubuhnya keluar dari air.

Keunikan hidung Pig-nosed turtle tidak berhenti di situ. Moncongnya juga memiliki banyak reseptor sensorik yang peka sehingga membantunya mendeteksi makanan di perairan yang keruh. Berkat kemampuan ini, Pig-nosed turtle tetap dapat menemukan mangsa, seperti serangga, udang kecil, moluska, hingga buah-buahan yang jatuh ke air, meskipun jarak pandangnya terbatas.

2. Siripnya lebih mirip penyu daripada kura-kura

kaki depan Pig-nosed turtle berbentuk sirip seperti penyu laut (commons.wikimedia.org/Derek Ramsey)

Selain bentuk wajahnya yang unik, Pig-nosed turtle juga memiliki kaki depan yang berbeda dari kebanyakan kura-kura air tawar. Jika kura-kura air tawar pada umumnya memiliki jari-jari bercakar, spesies ini justru memiliki kaki depan berbentuk sirip (flipper). Bentuk kaki tersebut membuatnya tampak lebih mirip penyu laut dibandingkan kura-kura air tawar lainnya.

Sirip tersebut membantu Pig-nosed turtle menghasilkan dorongan yang kuat sehingga mampu berenang dengan cepat saat menyusuri perairan. Kemampuan tersebut menjadi salah satu bentuk adaptasi yang mendukung kehidupannya sebagai satwa yang hampir seluruh waktunya dihabiskan di dalam air.

3. Tempurungnya empuk dan berlapis kulit

tempurung Pig-nosed turtle dilapisi kulit tebal, bukan sisik keras (inaturalist.org/AFIF NAUFAL AHMAD)

Keistimewaan Pig-nosed turtle tidak berhenti pada wajah dan siripnya saja, tetapi juga terlihat pada tempurungnya. Berbeda dengan kebanyakan kura-kura yang tempurungnya dilapisi kepingan sisik keras (scutes), spesies ini memiliki karapas yang tertutup lapisan kulit tebal. Karena itu, permukaan tempurungnya tampak lebih lunak dibandingkan tempurung kura-kura pada umumnya.

Keunikan tersebut menjadi salah satu bentuk adaptasi Pig-nosed turtle untuk hidup di perairan. Tempurungnya memiliki bentuk yang ramping (streamlined). Selain itu, bagian bawah tempurung yang berwarna lebih terang juga membantu menyamarkan tubuhnya dari predator yang berada di bawah air karena menyatu dengan pantulan cahaya dan langit di permukaan.

4. Telurnya baru menetas saat digenangi air

induk Pig-nosed turtle naik ke darat untuk bertelur (inaturalist.org/Suaida Syaputri)

Pig-nosed turtle memiliki cara berkembang biak yang cukup unik. Induknya biasanya bertelur di tepi sungai saat musim kemarau dengan mengubur telur-telurnya di dalam pasir. Setelah embrio berkembang dan siap menetas, anak kura-kura tidak langsung keluar dari cangkangnya. Mereka dapat menunda proses penetasan hingga kondisi lingkungan mendukung.

Yang menarik, telur Pig-nosed turtle baru akan menetas ketika sarangnya mulai digenangi air akibat hujan atau naiknya permukaan sungai. Genangan air tersebut menjadi sinyal alami yang memicu anak-anak kura-kura keluar dari telur secara serentak. Cara ini memungkinkan mereka langsung bergerak menuju perairan setelah menetas.

5. Satwa asli Papua dan Australia Utara yang kini makin langka

populasi Pig-nosed turtle terus menurun akibat berbagai ancaman di alam liar (unsplash.com/David Clode)

Keberadaan Pig-nosed turtle di alam liar bisa dibilang sangat terbatas. Spesies ini hanya dapat ditemukan di beberapa wilayah perairan tawar di selatan Pulau Papua, meliputi Indonesia dan Papua Nugini, serta Australia bagian utara. Persebarannya yang sempit membuat Pig-nosed turtle sangat bergantung pada kelestarian habitat alaminya sehingga perubahan pada lingkungan dapat berdampak langsung terhadap populasinya.

Sayangnya, populasi Pig-nosed turtle terus mengalami penurunan. Menurut IUCN, spesies ini kini berstatus Terancam Punah (Endangered). Di wilayah Papua, ancaman utamanya berasal dari pengambilan telur serta penangkapan untuk diperdagangkan maupun dikonsumsi. Sementara itu, di Australia, kerusakan habitat akibat aktivitas manusia dan keberadaan kerbau liar yang merusak area sarang turut mengancam kelangsungan hidupnya. Karena itu, upaya pelestarian habitat dan pencegahan perburuan ilegal menjadi langkah penting untuk menjaga kelestarian spesies ini.

Beragam keunikan yang dimiliki Pig-nosed turtle menunjukkan bahwa setiap spesies memiliki ciri khasnya masing-masing. Sayangnya, satwa yang hanya hidup di wilayah tertentu ini kini menghadapi berbagai ancaman di alam liar. Karena itu, mengenal keunikannya juga menjadi salah satu langkah sederhana untuk semakin menghargai keberadaan satwa langka seperti Pig-nosed turtle.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article