Kenapa Broad Peak Disebut Salah Satu Gunung Berbahaya? Ini Alasannya!

- Broad Peak setinggi 8.051 mdpl di Karakoram, Pakistan, berada di kawasan terpencil, tandus, tanpa permukiman tetap, sehingga bantuan sulit diakses saat pendaki menghadapi masalah.
- Cuaca ekstrem dapat memicu badai cepat, angin kencang, salju lebat, dan jarak pandang nyaris nol; suhu turun dari -20 hingga -25°C di base camp menjadi -30 sampai -40°C di kamp.
- Pendakian 6–8 minggu diperberat punggung puncak sepanjang 1,5 kilometer, oksigen tipis, infrastruktur terbatas, serta risiko longsoran salju, terutama antara Kamp 2 dan Kamp 3.
Membahas soal gunung paling berbahaya, kebanyakan orang mungkin gak akan terpikir untuk menyebutkan Broad Peak. Alih-alih Broad Peak, mereka akan langsung teringat Gunung Everest atau K2 di Himalaya. Memiliki ketinggian 8.051 mdpl, Broad Peak sendiri berlokasi di Pegunungan Karakoram, Pakistan. Namun ternyata, belakangan terungkap bahwa gunung ini berbahaya untuk para pendaki.
Broad Peak merupakan gunung tertinggi ke-12 di dunia. Meski gak masuk sepuluh besar, banyak pendaki berpengalaman kerap menyebut bahwa pendakian ke Broad Peak lebih berbahaya dari Everest. Kenapa begitu? Berikut penjelasannya!
1. Broad Peak terletak jauh di area pegunungan

Dibandingkan dengan Broad Peak, Gunung Everest memang jauh lebih populer. Titel sebagai gunung tertinggi di dunia, membuat Everest menarik minat banyak pendaki yang ingin menaklukkannya. Namun di satu sisi, kepopuleran Everest inilah yang membuat pendakian ke dua gunung raksasa ini jadi berbeda. Sebagai gunung populer, Everest memiliki jalur pendakian yang lebih terorganisir. Untuk mencapai base camp awal, pendaki akan melewati desa-desa, rumah teh, dan sejumlah fasilitas lainnya.
Hal itu jelas berbeda dengan Broad Peak yang ada di wilayah Pegunungan Karakoram. Buat kamu yang belum tahu, Pegunungan Karakoram berada di perbatasan antara Pakistan, India, dan China. Gak seperti Everest, area ini memiliki medan yang keras dan tandus. Lokasinya terpencil jauh dari manapun. Jangankan kedai teh, daerah ini bahkan gak memiliki pemukiman tetap. Lokasi yang terpencil ini membuat segalanya jadi terasa sulit, termasuk ketika sesuatu yang buruk terjadi pada pendaki, akan sulit untuk mencari bantuan.
2. Perubahan cuaca yang ekstrem

Jika kamu sering mendaki, kamu pasti tahu betapa cepatnya cuaca di gunung berubah. Perubahan cuaca ini bukan berlangsung dalam hitungan jam, melainkan menit. Kondisi yang sama juga akan kamu alami jika mendaki ke Broad Peak. Lokasinya yang berada ribuan meter di atas permukaan laut, membuat perubahan cuaca bisa jadi lebih ekstrem dari gunung-gunung yang ada di Indonesia. Di Broad Peak, badai terbentuk dengan cepat. Menghembuskan angin kencang dan salju yang lebat, serta membuat jarak pandang hampir nol selama berjam-jam. Gak jarang cuaca yang buruk membuat banyak pendaki terpaksa turun gunung lebih cepat.
Masalah lainnya adalah, jalur pendakian memiliki suhu yang dingin. Suhu rata-rata di base camp Board Peak biasanya berkisar antara -20 sampai -25 derajat Celcius. Terdengar sangat dingin, bukan? Namun percaya atau gak, suhu ini baru permulaan. Pasalnya semakin tinggi kamu mendaki, suhunya akan jadi semakin dingin. Di kamp, suhunya bahkan bisa drop ke angka -30 hingga -40 derajat Celcius.
3. Punggung puncak yang panjang

Di Indonesia, mendaki gunung normalnya hanya memakan waktu selama 2-3 hari. Namun di Broad Peak, pendakian bisa berlangsung selama 6-8 minggu. Selain karena tingginya yang memang gak main-main, Broad Peak juga memiliki punggung puncak yang lebar dan membentang sejauh 1,5 kilometer.
Alhasil setelah melewati puncak bayangan, para pendaki masih harus berjalan selama berjam-jam di jalur bersalju sebelum akhirnya tiba di puncak yang sesungguhnya. Situasinya semakin sulit karena fisik dan psikologis pendaki pada dasarnya sudah terkuras habis setelah pendakian panjang. Seolah belum cukup, mereka juga harus mendaki di ketinggian 8.000 mdpl dengan oksigen yang semakin tipis.
4. Infrastruktur yang terbatas selama pendakian

Salah satu perbedaan lain di antara pendakian Gunung Everest dan Board Peak adalah, ketersediaan infrastruktur. Sebagai gunung yang populer, infrastruktur yang ada di sepanjang jalur pendakian Gunung Everest jauh lebih memadai. Selain itu, setiap kelompok juga ditemani sherpa berpengalaman yang membantu mengurus segalanya.
Namun di Broad Peak, pendaki mungkin gak akan mendapatkan pengalaman serupa. Ini karena pendakian ke sana masih sangat jarang. Jika pun ada, biasanya hanya ekspedisi kecil. Jasa porter dan sherpa memang ada, tetapi gak jarang para pendaki harus membawa sendiri semua peralatannya selama pendakian.
5. Longsoran salju yang kerap terjadi

Baru-baru ini dunia pendakian dibuat berduka dengan tragedi avalanche atau longsoran salju yang menewaskan 10 orang pendaki di Broad Peak. Nyatanya bencana seperti bukan pertama kali terjadi. Sebaliknya di gunung ini, longsoran salju memang merupakan hal yang cukup biasa terjadi. Di rute antara Kamp 2 dan Kamp 3 terutama, pendaki akan melewati lereng yang rawan longsor.
Biasanya terjadi setelah hujan salju atau angin kencang, lapisan salju yang sudah kelebihan beban dapat dengan mudah jatuh ke lereng di bawahnya. Sayangnya, bencana seperti ini bukan sesuatu yang dapat dikendalikan. Alih-alih menghentikan, pendaki hanya bisa mengurangi risikonya dengan bergerak seefisien dan sehati-hati mungkin.
Broad Peak memang gak setinggi gunung-gunung di Himalaya. Namun bukan berarti pendakian ke gunung satu ini jadi gak berbahaya. Sebaliknya infrastruktur, kondisi alam, hingga cuaca yang berubah dengan cepat justru membuat risiko pendakian jadi semakin tinggi.









![[QUIZ] Jika Reinkarnasi Nyata, Kamu Akan Jadi Ras Kucing Apa?](https://image.idntimes.com/post/20250512/pexels-cottonbro-6869635-489819b0c9f6cdefe4be148ca2c50336-3356bb90edbb266fc103ede6161cd043.jpg)



![[QUIZ] Apakah Kamu Lebih Pintar dari Anak Kelas 3 SD? Cek Lewat Kuis Ini](https://image.idntimes.com/post/20241128/pexels-roman-odintsov-12719336-a5acca04764a1f672191184fcff0b913.jpg)


![[QUIZ] Apakah Kamu Lebih Pintar dari Anak Kelas 5 SD? Coba Jawab Kuis Ini](https://image.idntimes.com/post/20250728/apa-itu-pkh-program-keluarga-harapan-siapa-penerima-pkh_79313bb7-7736-4415-bb37-316caa6e6579.jpeg)

![[QUIZ] Tes Pengetahuan Sejarah Indonesia Tingkat SD, Bisa Jawab?](https://image.idntimes.com/post/20250122/tes-pengetahuan-sejarah-indonesia-seberapa-tahu-kamu-d58936188f9a2c05663912e802e0d372.jpg)


