Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bagaimana Gunung Berapi Bisa Membentuk Pulau Baru?

Bagaimana Gunung Berapi Bisa Membentuk Pulau Baru?
ilustrasi gunung (pexels.com/Firman Marek_Brew)
Intinya Sih
  • Letusan gunung berapi bawah laut mengeluarkan magma yang menjadi lava, lalu cepat membeku di air laut. Tumpukan batuan berulang dapat meninggi hingga menembus permukaan dan membentuk pulau.
  • Pulau vulkanik umumnya terbentuk di hotspot, zona subduksi, atau batas lempeng divergen. Prosesnya dapat berlangsung ribuan hingga jutaan tahun, kemudian daratan masih bisa meluas oleh lava.
  • Contoh pembentukan daratan baru terjadi di Jepang, Kepulauan Zubair, dan Tonga. Penelitiannya membantu memahami tektonik, aktivitas vulkanik, kolonisasi makhluk hidup, serta pemantauan dan mitigasi letusan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernahkah kamu bertanya-tanya bagaimana sebuah pulau bisa muncul begitu saja di tengah lautan? Meski terdengar seperti cerita fiksi, fenomena ini benar-benar terjadi di alam. Salah satu penyebab utamanya adalah aktivitas gunung berapi bawah laut yang terus-menerus memuntahkan lava hingga akhirnya membentuk daratan baru.

Proses ini telah menciptakan banyak pulau vulkanik di dunia, mulai dari Hawaii, Islandia, hingga pulau-pulau baru yang muncul dalam beberapa dekade terakhir. Lalu, bagaimana sebenarnya gunung berapi mampu membentuk sebuah pulau? Berikut penjelasannya.

1. Bagaimana gunung berapi membentuk pulau baru

Pulau vulkanik terbentuk ketika gunung berapi yang berada di dasar laut mengalami letusan berulang kali. Setiap letusan mengeluarkan magma dari dalam Bumi. Setelah mencapai permukaan dasar laut, magma berubah menjadi lava yang langsung bersentuhan dengan air laut yang sangat dingin.

Perbedaan suhu yang ekstrem membuat lava mendingin dengan cepat dan mengeras menjadi batuan baru. Seiring waktu, lapisan batuan hasil letusan terus menumpuk di atas lapisan sebelumnya sehingga gunung berapi menjadi semakin tinggi.

Jika aktivitas vulkanik berlangsung cukup lama, puncak gunung tersebut akhirnya menembus permukaan laut. Saat itulah sebuah pulau baru lahir.

Proses ini tidak terjadi dalam hitungan hari atau bulan. Bergantung pada intensitas letusan dan kondisi geologi di sekitarnya, pembentukan pulau bisa memakan waktu ribuan hingga jutaan tahun. Setelah muncul ke permukaan, pulau tersebut masih dapat terus membesar berkat aliran lava dari letusan-letusan berikutnya.

2. Di mana pulau vulkanik biasanya terbentuk

Tidak semua gunung berapi mampu membentuk pulau. Fenomena ini umumnya terjadi pada tiga kondisi tektonik utama:

  1. Hotspot - Hotspot adalah titik panas di dalam mantel Bumi yang menghasilkan magma secara terus-menerus. Saat lempeng tektonik bergerak, terbentuk deretan pulau vulkanik seperti Kepulauan Hawaii.
  2. Zona subduksi - Zona subduksi terjadi ketika satu lempeng samudra menyusup ke bawah lempeng lain. Proses ini menghasilkan magma yang kemudian membentuk deretan pulau vulkanik, seperti di Jepang dan Kepulauan Aleut.
  3. Batas lempeng divergen - Di batas divergen, dua lempeng saling menjauh sehingga magma naik ke permukaan dan membentuk kerak baru. Dalam kondisi tertentu, proses ini dapat menghasilkan pulau vulkanik, seperti Islandia.

3. Tahapan kehidupan sebuah pulau vulkanik

ilustrasi pulau (pixabay.com/ahopedesign)
ilustrasi pulau (pixabay.com/ahopedesign)

Pulau vulkanik juga memiliki siklus hidup yang panjang. Para ilmuwan mempelajari tahapan ini dengan mengamati gunung-gunung berapi di Hawaii. Secara umum, prosesnya meliputi:

  1. Tahap bawah laut, saat gunung berapi mulai tumbuh di dasar samudra.
  2. Tahap pembangunan, ketika letusan berulang membentuk gunung berapi berbentuk perisai yang semakin besar.
  3. Muncul ke permukaan, yaitu saat puncak gunung berhasil menembus permukaan laut dan menjadi pulau baru.
  4. Pertumbuhan daratan, ketika letusan berikutnya memperluas ukuran pulau.
  5. Masa tenang, saat aktivitas vulkanik utama mulai berkurang.
  6. Erosi dan pembentukan terumbu karang, yang perlahan mengubah bentuk pulau.
  7. Aktivitas vulkanik lanjutan, berupa letusan kecil yang masih dapat menghasilkan kerucut abu atau bukit vulkanik baru.
  8. Tahap atol, ketika gunung berapi tenggelam secara perlahan dan hanya menyisakan cincin terumbu karang yang mengelilingi laguna.

Namun, tidak semua pulau mencapai tahap terakhir. Sebagian mengalami erosi atau tenggelam sebelum sempat berubah menjadi atol.

4. Contoh pulau baru yang terbentuk akibat letusan gunung berapi

Fenomena terbentuknya pulau baru masih terjadi hingga sekarang. Berikut beberapa contohnya:

  • Niijima, Jepang (2013) - Pada tahun 2013, letusan gunung berapi bawah laut di dekat Pulau Nishinoshima menghasilkan sebuah pulau baru bernama Niijima. Seiring berjalannya waktu, aliran lava yang terus keluar membuat pulau baru tersebut akhirnya menyatu dengan Nishinoshima.
  • Kepulauan Zubair, Yaman (2011–2013) - Serangkaian letusan bawah laut di Laut Merah membentuk dua pulau baru di gugusan Kepulauan Zubair. Fenomena ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa kerak Bumi masih terus berkembang hingga saat ini.
  • Hunga Tonga–Hunga Haʻapai, Tonga (2014–2015 dan 2022) - Letusan yang terjadi pada 2014 hingga 2015 membentuk daratan baru yang kemudian menyambung dengan pulau-pulau di sekitarnya. Namun, letusan dahsyat pada 2022 kembali mengubah bentuk pulau tersebut secara drastis dan menarik perhatian ilmuwan dari seluruh dunia.

5. Mengapa pembentukan pulau vulkanik penting dipelajari

Pulau vulkanik bukan hanya menarik dari sisi geologi, tetapi juga menjadi laboratorium alami untuk memahami bagaimana Bumi bekerja. Melalui pulau-pulau ini, para ilmuwan dapat mempelajari pergerakan lempeng tektonik, aktivitas gunung berapi, hingga bagaimana tumbuhan dan hewan pertama kali menghuni daratan yang benar-benar baru. Selain itu, penelitian terhadap pulau vulkanik juga membantu meningkatkan sistem pemantauan letusan dan mitigasi bencana di masa depan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa permukaan Bumi terus berubah. Daratan yang kita lihat saat ini bukanlah sesuatu yang permanen, melainkan hasil dari proses geologi yang berlangsung selama jutaan tahun dan masih terus terjadi hingga sekarang.

Dengan memahami bagaimana pulau-pulau ini terbentuk, kita bisa semakin menghargai kekuatan alam sekaligus proses geologi yang telah membentuk wajah planet kita selama jutaan tahun.

Referensi

Biology Insights. Diakses pada Juli 2026. What Are Volcanic Islands and How Do They Form?
Discover Wild Science. Diakses pada Juli 2026. How a Volcano in the Ocean Built an Entire Island Chain
Geography Classroom. Diakses pada Juli 2026. Volcanic Island Formation: From Lava to Land
Scientific Visualization Studio. Diakses pada Juli 2026. The Birth of a New Island: Press Materials
thedaily ECO. Diakses pada Juli 2026. What Are Volcanic Islands?
whatifs.fun. Diakses pada Juli 2026. How Do Volcanoes Create Islands? (Hawaii, Iceland, and Hotspots)

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More