Dari sekian banyak jenis burung rangkong di dunia, rangkong terompet (Bycanistes bucinator) mungkin jadi salah satu yang paling berisik sekaligus unik. Penghuni asli hutan Afrika ini tidak hanya menarik perhatian lewat paruh besar dan balung abu-abunya yang mencolok, tapi juga lewat suara panggilannya yang mirip sekali dengan tangisan bayi. Kok bisa, ya? Biar gak makin penasaran, yuk langsung kita ulas lima fakta menarik seputar rangkong terompet berikut ini!
5 Fakta Rangkong Terompet, Suaranya Mirip Tangisan Bayi!

1. Memiliki persebaran yang luas di Afrika
Rangkong terompet merupakan burung asli Afrika yang memiliki wilayah persebaran cukup luas. Dilansir Birdlife Datazone, spesies ini dapat ditemukan di Angola bagian utara dan timur laut, Republik Demokratik Kongo, Kenya, Namibia, Botswana, Zimbabwe, Afrika Selatan, Burundi, dan Mozambik. Di Afrika, burung ini menghuni habitat hutan hujan tropis, hutan pesisir sungai, hingga hutan gugur. Selain itu, ia juga menghuni lereng-lereng berhutan pada ketinggian mencapai sekitar 2.200 meter di atas permukaan laut.
2. Memiliki paruh besar dengan balung berwarna abu-abu
Rangkong terompet termasuk salah satu rangkong berukuran sedang. Burung ini memiliki panjang tubuh sekitar 58–65 sentimeter dengan berat sekitar 450–1.000 gram. Tubuhnya didominasi bulu hitam mengilap yang kontras dengan bagian perut berwarna putih. Saat terbang, bagian bawah sayapnya tampak putih sehingga burung ini mudah dikenali dari kejauhan.
Ciri paling mencolok tentu saja paruh besarnya yang dihiasi balung (casque) berwarna abu-abu. Balung pada jantan berukuran lebih besar dibandingkan betina. Selain itu, kulit di sekitar matanya berwarna merah hingga merah muda, sedangkan iris matanya dapat berwarna cokelat maupun merah. Kombinasi warna tersebut membuat penampilannya terlihat sangat mencolok di antara pepohonan.
3. Suaranya bikin merinding, mirip tangisan bayi!
Salah satu keunikan terbesar rangkong terompet terletak pada suara panggilannya. Burung ini kerap mengeluarkan rangkaian bunyi sengau yang panjang dan melengking. Banyak pengamat burung menggambarkan suara tersebut sangat mirip dengan tangisan bayi yang sedang histeris. Alasan inilah yang membuat mereka mendapatkan julukan "rangkong terompet".
Saat terbang, mereka juga mengeluarkan suara hentakan "waah-waah-waah" yang menggema di dalam hutan. Volume suaranya yang luar biasa keras ini didukung oleh struktur kantung udara khusus di tenggorokan mereka yang berfungsi sebagai resonator alami. Selain untuk berkomunikasi dengan kelompoknya, jeritan nyaring ini digunakan untuk menjaga kontak saat mereka berpindah tempat mencari makan di tajuk pohon yang rimbun.
4. Spesies omnivora yang gemar makan buah ara
Rangkong terompet merupakan spesies omnivora. Sebagian besar makanannya adalah buah-buahan. Ia gemar mengonsumsi buah ara liar. Selain itu, ia jgua kerap mengonsumsi berbagai buah hutan lain, seperti pepaya, leci, dan jambu biji. Burung ini mencari makan di tajuk pohon yang rimbun dan sering berpindah dari satu pohon berbuah ke pohon lainnya. Kebiasaannya menelan buah utuh lalu membuang bijinya di tempat lain menjadikan rangkong terompet sebagai penyebar biji yang sangat penting bagi regenerasi hutan Afrika.
Selain buah, rangkong terompet juga memangsa berbagai hewan kecil, seperti serangga, kaki seribu, kutu kayu, kepiting, bahkan sesekali memangsa anak burung yang masih berada di dalam sarang. Pola makan yang beragam ini membantunya bertahan di berbagai kondisi lingkungan.
5. Burung sosial yang hidup berkelompok
Tidak seperti banyak burung lain yang sering hidup berpasangan, rangkong terompet justru dikenal sebagai burung yang gemar hidup berkelompok. Umumnya, satu kelompok terdiri atas dua hingga lima individu. Namun, saat sumber makanan melimpah, puluhan rangkong dapat berkumpul di pohon yang sama hingga membentuk kelompok berisi sekitar 50 ekor.
Meskipun tergolong burung penetap, rangkong terompet kerap berpindah tempat untuk mencari pohon yang sedang berbuah. Dalam sehari, mereka dapat menjelajahi area hutan yang luas dan menempuh perjalanan hingga belasan kilometer. Pergerakan ini membantu menyebarkan biji ke berbagai lokasi sehingga berkontribusi menjaga regenerasi dan keseimbangan ekosistem hutan.
Itulah lima fakta mengenai rangkong terompet. Rangkong terompet membuktikan bahwa bukan hanya penampilannya yang menarik perhatian, tetapi juga perilaku dan suaranya yang tidak biasa. Dengan peran penting sebagai penyebar biji di hutan Afrika, keberadaan burung ini turut membantu menjaga kelestarian ekosistem tempatnya hidup.
Curated For You
- 4 Fakta Unik Artace Cribrarius, Berbulu Putih Lebat Mirip Boneka29 Jul 2026, 18:29 WIB
- 4 Fakta Unik Gunung Gorely, Memiliki Kawah Melimpah29 Jul 2026, 17:29 WIB