Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Fakta Reindeer Laika, Ras Anjing Kuno Dari Wilayah Arktik

4 Fakta Reindeer Laika, Ras Anjing Kuno Dari Wilayah Arktik
potret ideal anjing ras reindeer laika yang dirawat dengan baik (commons.wikimedia.org/Kurilinae)
Intinya Sih
  • Reindeer laika atau nenets herding laika merupakan ras anjing kuno dari Semenanjung Yamal, Arktik Rusia, yang dibesarkan suku Nenets untuk menghadapi lingkungan ekstrem.
  • Anjing berotot berbulu tebal ini dikenal percaya diri, energik, cepat belajar, serta menggembalakan rusa kutub dengan naluri dan kontak mata, mendampingi migrasi tahunan suku Nenets.
  • Ras ini hampir punah akibat percampuran dengan anjing non-pribumi pada era Soviet, tetapi dilestarikan setelahnya; kini diperkirakan tersisa sekitar 2.000 anjing murni di Yamal dan berkerabat dekat dengan Samoyed.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Ras anjing nenets herding laika atau yang juga dikenal dengan nama anjing reindeer laika adalah ras anjing kuno yang berasal dari wilayah Semenanjung Yamal, sebuah daerah terpencil yang terletak di Wilayah Arktik, Rusia. Wilayah tersebut dikenal dengan iklimnya yang membekukan sehingga jarang dikunjungi oleh manusia dan hanya suku asli legendaris Yamal, yakni suku Nenets yang terkenal dengan budaya nomadennya yang mampu bertahan hidup di tempat keras tersebut.

Anjing reindeer laika tersebut dikembangbiakkan oleh suku Nenets dan dilatih untuk menjadi anjing gembala yang akan membantu suku tersebut untuk menggembalakan kawanan rusa kutub (reindeer) peliharaan mereka. Sejumlah sumber menuliskan bahwa dalam sejarahnya ras anjing ini merupakan salah satu ras anjing tertua di dunia.

Ingin tahu lebih lanjut mengenai anjing yang mampu bertahan di suhu dan kondisi ekstrem wilayah Arktik ini? Simak empat fakta menariknya berikut ini, yuk!

1. Penampilan fisik dan sifat anjing reindeer laika

potret anjing reindeer laika bersama keluarga dari suku Nenets di depan tenda tempat tinggal mereka
potret anjing reindeer laika bersama keluarga dari suku Nenets di depan tenda tempat tinggal mereka (commons.wikimedia.org/Fridtjof Nansen)

Menurut laman Animalia Bio, anjing reindeer laika memiliki karakteristik fisik berukuran kecil hingga sedang. Mereka adalah anjing berotot dengan kepala yang memiliki moncong mulut tak terlalu panjang, bertelinga kecil tegak dan secara umum memiliki ekor yang melengkung di atas punggungnya. Anjing ini memiliki mata kecil berbentuk almond yang berwarna coklat atau coklat tua.

Secara umum anjing reindeer laika ini memiliki pola bulu yang tebal berwarna solid atau pun berwarna ganda (dwiwarna) dengan warna abu-abu, coklat muda, merah, hitam, atau putih. Terdapat dua varian bulu untuk jenis anjing ini, varian bulu panjang yang disebut "erre" dan varian bulu pendek yang disebut "yando". Untuk sifatnya, anjing reindeer laika ini adalah anjing yang percaya diri, energik, belajar dengan cepat dan nyaman dengan manusia. Mereka tak pemalu, namun juga tak agresif terhadap manusia. Anjing reindeer laika ini juga dikenal setia dan mudah beradaptasi serta memiliki ikatan yang mendalam dengan pemiliknya.

2. Dikembangbiakkan suku Nenets untuk menggembalakan rusa kutub

potret anjing reindeer laika yang membantu suku Nenets menggembalakan kawanan rusa kutub peliharaan mereka
potret anjing reindeer laika yang membantu suku Nenets menggembalakan kawanan rusa kutub peliharaan mereka (commons.wikimedia.org/Ezioman)

Dilansir laman Northstar-Dog, berbeda dengan ras anjing laika lainnya, anjing reindeer laika adalah ras anjing yang dikembangbiakkan oleh suku Nenets bukan untuk berburu atau pun untuk menarik kereta salju melainkan untuk menjadi anjing gembala sejati untuk membantu menggembalakan kawanan rusa kutub yang menjadi peliharaan mereka. Mereka menggembalakan kawanan rusa kutub tersebut dengan tenang dan cerdas, menggunakan naluri alami dan kontak mata dibandingkan dengan gonggongannya.

Rusa kutub adalah salah satu hewan paling penting dalam kebudayaan suku Nenets karena hewan tersebut menyediakan makanan melalui dagingya, pakaian hangat dari kulitnya, tali laso dari tendonnya dan berbagai peralatan termasuk bagian dari kereta salju mereka yang terbuat dari bagian tulang belulang rusa kutub tersebut. Darah segar rusa kutub juga merupakan sumber vitamin esensial bagi suku tersebut dalam menghadapi beratnya musim dingin di tundra Arktik yang tak memiliki sayuran dan buah-buahan segar. Suku Nenets di Siberia mengadakan perjalanan migrasi jarak jauh tahunan bersama ratusan kawanan rusa kutub peliharaannya yang dikawal ketat oleh anjing-anjing reindeer laika tersebut.

3. Hampir mengalami kepunahan

potret anjing reindeer laika yang dilibatkan dalam sebuah ekspedisi di wilayah Arktik di masa silam
potret anjing reindeer laika yang dilibatkan dalam sebuah ekspedisi di wilayah Arktik di masa silam (commons.wikimedia.org/National Library of Norway)

Sejumlah catatan sejarah menuliskan, dalam perjalanan waktu seiring dengan makin banyak dibuatnya alat transportasi mekanis untuk penjelajahan wilayah Arktik, utamanya dalam era Uni Soviet di masa lalu, penggunaan anjing-anjing penarik kereta salju mulai berkurang dan ras anjing non-pribumi mulai bercampur dengan anjing reindeer laika ini. Di tahun 1980-an, percampuran tersebut hampir saja membuat ras murni anjing-anjing reindeer laika ini menghilang atau punah, terlebih pada era Soviet saat itu terdapat pandangan yang lazim bahwa hanya anjing ras murni terdaftar yang memiliki nilai.

Untungnya, setelah pembubaran Uni Soviet, sejumlah populasi kecil ras murni anjing reindeer laika ini ditemukan di beberapa tempat dan sejumlah upaya dilakukan untuk pelestariannya di Rusia. Sebagaimana diinformasikan dalam laman Academic Hound, meskipun berhasil diselamatkan dari kepunahan selama era Soviet, jumlah ras murni dari anjing reindeer laika ini masih belum cukup banyak. Pada saat ini diperkirakan terdapat sekitar 2.000-an ekor ras murni anjing reindeer laika yang berada di wilayah Semenanjung Yamal.

4. Berkerabat dekat dengan anjing Samoyed

potret anjing ras samoyed yang berkerabat dekat dengan anjing reindeer laika
potret anjing ras samoyed yang berkerabat dekat dengan anjing reindeer laika (commons.wikimedia.org/Dllu)

Anjing samoyed yang terkenal di kalangan para pecinta anjing dengan warna bulu putih tebal khasnya diketahui berkerabat dekat dengan anjing reindeer laika ini. Menurut laman Border Collie Museum, ketika dilakukan Ekspedisi Fram Nansen pada tahun 1893 hingga 1896 yang merupakan upaya penjelajah Norwegia bernama Fridtjof Nansen untuk mencapai wilayah Kutub Utara, ia dan timnya menggunakan anjing untuk mendorong kereta salju. Anjing-anjing tersebut diperoleh dari suku asli di wilayah kutub tersebut utamanya suku Nenets.

Anjing tersebut ternyata juga handal dalam mendorong kereta salju. Dalam ekspedisi ke Kutub Utara tersebut, Nansen membawa sekitar 28 ekor anjing, namun tak semua selamat. Dari anjing yang bertahan hidup di akhir ekspedisi tersebut, sebagian besarnya berwarna putih akan menjadi leluhur dari anjing Samoyed modern. Nama samoyed sendiri juga merupakan nama yang merujuk pada nama suku Nenets di masa lalu. Penelitian DNA juga mengkonfirmasi bahwa anjing reindeer laika di wilayah Semenanjung Yamal berkerabat dekat dengan anjing samoyed modern.

Semoga informasi ini dapat menambah wawasan kamu mengenai salah satu ras anjing gembala sejati yang mampu beradaptasi dengan lingkungan ekstrem, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More