Namun, daya tarik Forth Bridge bukan hanya terletak pada tampilannya yang ikonik. Di balik jembatan ini, ada fakta-fakta unik yang membuatnya dikenal sebagai salah satu jembatan paling bersejarah di dunia. Yuk, simak lima fakta menarik tentang Forth Bridge berikut ini.
5 Fakta Forth Bridge, Jembatan Baja Ikonik di Skotlandia

- Forth Bridge dibangun setelah runtuhnya Tay Bridge pada 1879, dengan rancangan yang lebih kuat untuk menghadapi cuaca ekstrem di Firth of Forth.
- Dibuka pada 1890, jembatan kantilever ini memakai sekitar 54.000 ton baja ringan, menjadi inovasi besar dalam perkembangan konstruksi jembatan akhir abad ke-19.
- Masih aktif dilalui kereta setelah lebih dari 135 tahun berkat perawatan dan restorasi; warna merahnya melindungi baja dari korosi, sementara UNESCO menetapkannya sebagai Warisan Dunia pada 2015.
Jika melihat kartu pos atau foto pemandangan Skotlandia, kamu mungkin akan menemukan sebuah jembatan baja berwarna merah yang tampak begitu mencolok. Jembatan itu adalah Forth Bridge, salah satu ikon Skotlandia yang telah berdiri selama lebih dari 135 tahun.
1. Lahir dari trauma tragedi jembatan runtuh

Sebelum Forth Bridge dibangun, upaya menghubungkan jalur kereta api di kawasan tersebut lebih dulu dilakukan melalui Tay Bridge. Namun, jembatan itu mengalami tragedi besar pada akhir Desember 1879. Tay Bridge runtuh akibat badai saat sebuah kereta api sedang melintas, sehingga menewaskan puluhan penumpang. Peristiwa ini mengejutkan masyarakat dan menjadi salah satu tragedi jembatan paling besar dalam sejarah Skotlandia.
Tragedi tersebut menjadi pelajaran penting bagi para insinyur dalam merancang jembatan baru di atas sungai Firth of Forth. Mereka menyadari bahwa kondisi cuaca di kawasan itu harus menjadi pertimbangan utama agar kejadian serupa tidak terulang. Karena itulah, Forth Bridge dibangun untuk menghadirkan jalur kereta api yang lebih aman dan lebih kuat dibandingkan rancangan sebelumnya.
2. Pelopor jembatan baja raksasa

Forth Bridge menjadi salah satu jembatan istimewa pada masanya karena menggunakan bahan yang berbeda dari kebanyakan jembatan saat itu. Ketika banyak jembatan besar masih dibuat dari besi tempa, Forth Bridge justru dibangun menggunakan sekitar 54.000 ton baja ringan (mild steel). Penggunaan baja dalam jumlah sebesar itu masih tergolong baru pada akhir abad ke-19 dan menjadi salah satu inovasi besar pada masa itu.
Selain materialnya, Forth Bridge juga menggunakan desain kantilever. Sederhananya, desain ini mengandalkan pilar utama untuk menopang bagian jembatan di kedua sisinya sehingga bentangnya bisa dibuat lebih panjang tanpa membutuhkan banyak penyangga di bawahnya. Kombinasi keduanya membuat Forth Bridge menjadi tonggak penting dalam perkembangan pembangunan jembatan di dunia.
3. Masih aktif digunakan setelah lebih dari 135 tahun

Meski sudah berusia lebih dari 135 tahun, Forth Bridge masih digunakan sebagai jalur kereta api hingga sekarang. Sejak dibuka pada tahun 1890, jembatan ini terus menjadi penghubung penting bagi kereta penumpang maupun kereta barang di Skotlandia.
Salah satu alasan Forth Bridge tetap bertahan adalah karena dirawat secara rutin. Kondisi jembatan terus diperiksa, sementara bagian-bagian yang mulai mengalami kerusakan akan segera diperbaiki. Pada awal tahun 2000-an, jembatan ini juga menjalani proyek restorasi besar yang selesai pada tahun 2011 untuk melindungi strukturnya dari korosi akibat cuaca. Berkat pemeliharaan berkala tersebut, kekuatan fisik jembatan ikonik ini tetap terjaga dengan sangat baik hingga kini.
4. Warna merahnya bukan sekadar untuk menarik perhatian

Salah satu ciri khas Forth Bridge adalah warna merahnya yang sangat mencolok. Namun, warna tersebut bukan dipilih hanya agar jembatan terlihat menarik. Sejak awal, lapisan cat merah berfungsi melindungi struktur baja dari korosi akibat paparan udara lembap, air laut, dan cuaca ekstrem di Skotlandia.
Warna yang kini dikenal sebagai Forth Bridge Red terinspirasi dari warna merah oksida yang dahulu digunakan sebagai lapisan pelindung antikarat. Seiring waktu, warna merah itu tidak hanya berfungsi sebagai pelindung, tetapi juga menjadi identitas Forth Bridge. Hingga kini, warna merah tersebut membuat jembatan ini mudah dikenali.
5. Diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO

Pada tahun 2015, Forth Bridge resmi ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Pengakuan ini diberikan karena jembatan tersebut memiliki nilai sejarah yang tinggi dan menjadi salah satu pencapaian penting dalam dunia teknik sipil. UNESCO juga menilai Forth Bridge sebagai tonggak penting dalam perkembangan desain dan pembangunan jembatan pada masanya.
Pengakuan dari UNESCO menunjukkan bahwa Forth Bridge bukan sekadar ikon Skotlandia, tetapi juga bagian dari warisan dunia yang memiliki nilai penting bagi banyak negara. Hingga kini, jembatan ini terus dikenang sebagai salah satu karya teknik paling penting dalam sejarah yang mencerminkan kemampuan manusia dalam menciptakan bangunan yang luar biasa.
Forth Bridge bukan hanya menjadi penghubung penting di Skotlandia, tetapi juga menyimpan kisah panjang tentang inovasi, ketangguhan, dan perkembangan dunia teknik. Tak heran jika jembatan ini tetap dikenal sebagai salah satu karya teknik paling ikonik di dunia.



















