Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Rotterdam, Kota Belanda yang Ada di Bawah Permukaan Laut
Rotterdam (commons.wikimedia.org/Rob Oo/CC BY 2.0)
  • Rotterdam, kota terbesar kedua Belanda berdasarkan populasi, berawal dari bendungan di Sungai Rotte pada abad ke-13 dan berkembang menjadi pusat perdagangan.
  • Sebagian wilayah Rotterdam berada hingga 6 meter di bawah permukaan laut, sehingga kota mengandalkan kanal serta pompa otomatis; pelabuhannya membentang 40 kilometer.
  • Pengeboman Nazi pada 14 Mei 1940 menewaskan 850 warga sipil dan membuat lebih dari 80.000 orang kehilangan rumah; kota kemudian dibangun ulang dengan wajah modern.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Rotterdam merupakan salah satu nama kota yang berada di Belanda. Kota ini merupakan salah satu kota besar di Belanda jika dilihat dari ukurannya. Namun, kota ini memegang kota terbesar kedua setelah Amsterdam secara jumlah penduduknya. Berbeda dengan Amsterdam yang identik sebagai kota dengan nuansa klasik, Rotterdam justru dipenuhi oleh banyak sekali gedung-gedung pencakar langit.

Budaya di kota ini juga amat kaya. Diketahui bahwa terdapat lebih dari 170 kewarganegaraan berbeda dari banyak belahan dunia. Selain itu, Rotterdam memiliki beberapa fakta unik yang menarik, lho. Penasaran ada apa saja? Yuk simak lima fakta unik dari Rotterdam berikut ini.

1. Sejarah nama kota yang berkaitan dengan bendungan

Rotterdam (commons.wikimedia.org/Sterz)

Nama "Rotterdam" sendiri memiliki akar sejarah sejak abad ke-13. Dilansir Google Arts & Culture, sekitar tahun 1260-an, di wilayah tersebut sedang ada pembangunan bendungan (dam) di sepanjang aliran Sungai Rotte oleh para pemukim awal. Fungsi awal dibangunnya bendungan ini yaitu untuk menghalau luapan air sungai yang sewaktu-waktu bisa aja menenggelamkan pemukiman kecil di sekitarnya.

Seiring dengan berjalannya waktu, area di sekitar bendungan atau permukiman tersebut berkembang menjadi sebuah pusat perdagangan lokal yang terbilang ramai. Para pedagang dan nelayan sering kali berkunjung ke lokasi sekitar bendungan tersebut untuk membeli kebutuhan mereka. Sungai Rotte dan arti bendungan dalam bahasa Belanda (dam) ini digabung menjadi "Rotterdam" pada akhirnya. Pembangunan bendungan inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya kota metropolitan di masa depan.

2. Kota unik di bawah permukaan laut

Rotterdam (commons.wikimedia.org/Rob Oo/CC BY 2.0)

Secara letak geografis, Rotterdam adalah satu kota yang memiliki posisi paling unik sekaligus ekstrem. Mengapa bisa dikatakan seperti itu? Sebagian besar wilayah daratan Rotterdam berada di titik terendah yang ada di Belanda. Hal ini jelas tak bisa terbantahkan karena di Rotterdam ada satu titik yang mencapai kedalaman 6 meter di bawah permukaan air laut (Normaal Amsterdams Peil)

Secara tidak langsung, Rotterdam adalah salah satu yang mudah sekali banjir atau tenggelam karena letak geografisnya itu. Sebagai upaya dalam tantangan alam yang ekstrem, kota ini memiliki sebuah sistem tata air yang sangat canggih. Rotterdam memiliki banyak sekali kanal untuk menampung air hujan dan pompa otomatis dalam skala besar. Hal ini jelas dibuat untuk membuang air yang berlebih ke laut.

Pelabuhan Rotterdam (commons.wikimedia.org/Alf van Beem)

Masih saling berhubungan dengan poin sebelumnya karena berhubungan dengan air. Tercatat bahwa Rotterdam adalah kota yang sukses dalam bidang industri jalur air. Berawal dari dermaga kecil di tepi bendungan Sungai Rotte, Rotterdam terus berkembang dan melahirkan banyak pelabuhan besar. Antara tahun 1962 hingga 2004 adalah puncak kejayaan Rotterdam dalam industri pelabuhan karena dinilai sebagai pelabuhan tersibuk di dunia.

Bayangkan saja, Pelabuhan Rotterdam ini membentang luas hingga jarak 40 kilometer. Bahkan, Pelabuhan Rotterdam juga selalu digunakan untuk mengantar jutaan barang ke pelosok Eropa. Sisi modern dari pelabuhan ini juga sudah mencolok dari lama, lho. Pelabuhan ini sudah lama menerapkan robot dan kecerdasan buatan untuk meningkatkan produktivitas kerja yang tidak ada hentinya. Bahkan laman Port of Rotterdam dan Google Arts & Culture menyebut Rotterdam memiliki salah satu pelabuhan terbesar di dunia, yaitu Pelabuhan Rotterdam.

4. Tragedi kelam selama Perang Dunia II

Rotterdam (commons.wikimedia.org/Sterz)

Sebagai kota yang berada di Eropa pastinya akan memiliki sejarah yang sama pada Perang Dunia II, termasuk Rotterdam. Peristiwa ini terjadi pada 14 Mei 1940, ketika militer angkatan udara dari Nazi membombardir Rotterdam tanpa ampun. Apakah Rotterdam mampu membendung serangan udara dari Nazi yang ganas? Tentu tidak, kota ini hancur dalam belasan menit. Saking hebatnya, kejadian ini dikenal dengan nama Rotterdam Blitz.

Dampak dari pengeboman sadis ini juga tidak main-main. Melansir laman Anne Frank Stichting, Rotterdam harus kehilangan 850 warga sipilnya, tercatat juga ada lebih dari 80.000 orang yang kehilangan tempat tinggalnya. Satu fakta yang harus kamu tahu, Rotterdam ini tidak dibangun ulang untuk menyerupai bentuk kota sebelumnya (replika), melainkan kota ini dibangun sepenuhnya dari nol yang akhirnya menampilkan wajah baru di Belanda yang lebih modern.

5. Jejak kejayaan VOC dan era kolonial

Delfshaven di Rotterdam (commons.wikimedia.org/Michielverbeek/CC BY-SA 3.0)

Ngomongin Belanda, pasti tak bisa lepas dari sejarah VOC dan kolonialisme di dalamnya. Rotterdam adalah kota yang memegang peran penting dalam menjadi saksi hidup Era Keemasan Belanda yang saat itu sangat unggul dalam industri pelayaran global pada abad ke-17. Kota ini juga menjadi salah satu markas utama bagi kongsi dagang Hindia Timur (VOC) dan Hindia Barat (WIC). Seperti yang kita ketahui, mereka mendapat rempah yang bernilai tinggi dari wilayah Asia termasuk Indonesia untuk memajukan perkembangan kota.

Ironisnya, Pelabuhan Rotterdam yang dikenal sangat maju ternyata memiliki sejarah kelam kolonial yang tragis. Pelabuhan ini menjadi saksi bisu terhadap perdagangan budak transatlantik yang dibawa oleh Hindia Barat (WIC) ke wilayah Karibia dan Amerika. Fakta ini didukung oleh bukti fisik berupa bangunan era kolonial yang masih tersisa, salah satunya adalah Delfshaven.

Itu dia lima fakta unik yang dimiliki oleh Rotterdam, kota besar yang ada di Belanda. Gimana, jadi sudah tahu, kan? Mulai dari asal-usul nama kota yang berhubungan dengan pembangunan bendungan hingga memiliki sejarah kelam VOC dan jejak kelam era kolonial. Semoga ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan baru untuk banyak orang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article