5 Fakta Menarik Crested Bunting, Si Burung Berjambul dari Asia

- Crested Bunting adalah burung kecil keluarga Emberizidae di Asia, mudah dikenali lewat jambul; jantan berwarna hitam dengan sayap dan ekor cokelat kemerahan, sedangkan betina lebih lembut.
- Spesies ini menghuni semak berduri, padang rumput, lereng berbatu, dan sabana dari Pakistan utara hingga Vietnam utara; populasi Himalaya berpindah ketinggian mengikuti musim.
- Pada musim dingin, Crested Bunting dapat berkelompok mencari biji dan serangga di tanah; sarangnya berbentuk cawan di permukaan tanah, dengan 3–4 telur per periode.
Crested Bunting (Emberiza lathami) merupakan burung kecil dari keluarga Emberizidae yang tersebar di sejumlah wilayah Asia. Spesies ini memiliki ciri paling khas berupa jambul di kepala, sementara jantan dewasa menampilkan perpaduan tubuh hitam dengan sayap dan ekor berwarna cokelat kemerahan yang kontras. Betina memiliki warna yang lebih lembut, tetapi tetap mempertahankan bentuk jambul yang menjadi karakter penting spesies ini.
Burung ini umumnya menghuni kawasan terbuka dan kering, seperti semak berduri, padang rumput, lereng berbatu, serta sabana. Populasinya yang hidup di wilayah pegunungan Himalaya dapat melakukan perpindahan berdasarkan ketinggian mengikuti perubahan musim. Berikut lima fakta menarik Crested Bunting, si burung berjambul dari Asia.
1. Jambul menjadi ciri khas utamanya

burung emberiza lathami (inaturalist.org/Sahil - Abu Birder) Crested Bunting mendapatkan nama umumnya dari jambul yang tumbuh di bagian atas kepalanya. Jambul tersebut terlihat cukup jelas pada jantan dewasa dan memberikan siluet kepala yang berbeda dari banyak jenis bunting lainnya. Keunikan ini bahkan pernah membuat spesies tersebut ditempatkan dalam genus tersendiri, yaitu Melophus, sebelum penelitian filogenetik menunjukkan bahwa spesies ini berada di dalam kelompok Emberiza.
Dilansir Oiseaux.net, jambul tidak hanya dimiliki oleh jantan, karena betina dan individu muda juga memilikinya meskipun bentuknya cenderung lebih pendek atau kurang mencolok. Pada jantan, keberadaan jambul berpadu dengan warna kepala dan tubuh yang gelap sehingga penampilannya menjadi sangat kontras. Ciri tersebut membuat Crested Bunting relatif mudah dikenali ketika sedang bertengger di habitat terbuka.
2. Jantan memiliki kombinasi warna yang kontras

burung emberiza lathami (inaturalist.org/Kalpesh Krishna) Crested Bunting jantan dewasa memiliki penampilan yang cukup mencolok. Dilansir Birds of Colombia, tubuhnya didominasi warna hitam, sedangkan bagian sayap dan ekornya berwarna cokelat kemerahan atau rufous. Kombinasi dua warna tersebut menghasilkan kontras yang kuat dan membuat jantan terlihat berbeda dari banyak bunting lain yang umumnya memiliki pola lebih kusam.
Betina memiliki penampilan yang jauh lebih sederhana dengan warna cokelat zaitun dan garis-garis gelap pada tubuhnya. Bagian sayap dan ekornya juga memiliki tepian berwarna seperti kayu manis, sementara jambulnya lebih pendek dibandingkan jantan. Perbedaan penampilan antara jantan dan betina tersebut merupakan salah satu contoh dimorfisme seksual pada spesies ini.
3. Menghuni habitat terbuka dan kering

burung emberiza lathami (inaturalist.org/Kalpesh Krishna) Crested Bunting umumnya ditemukan di habitat yang relatif terbuka. Lingkungan yang ditempatinya antara lain semak berduri, padang rumput, lereng berbatu yang kering, dan sabana. Habitat semacam ini menyediakan ruang terbuka untuk mencari makanan sekaligus tempat bertengger di atas vegetasi yang cukup tinggi.
Persebaran spesies ini cukup luas tetapi cenderung tersebar dalam beberapa kawasan di Asia. Avibase menyebutkan bahwa wilayahnya membentang dari sekitar Pakistan bagian utara dan kawasan Himalaya hingga Tibet, Tiongkok selatan, Laos, dan Vietnam bagian utara. Populasi yang berada di dataran tinggi Himalaya dapat melakukan perpindahan secara altitudinal, bergerak ke ketinggian berbeda mengikuti perubahan musim.
4. Lebih sering berkelompok pada musim dingin

burung emberiza lathami (inaturalist.org/apple98) Crested Bunting tidak selalu menjalani hidup secara soliter. Dilansir Oiseaux.net, pada musim dingin, spesies ini cenderung menjadi lebih sosial dan dapat membentuk kelompok bersama individu lain. Dalam kondisi tertentu, kelompok tersebut bahkan dapat mencari makanan bersama burung pemakan biji lainnya, termasuk jenis finch, bunting, dan lark.
Kebiasaan tersebut berkaitan dengan cara burung ini memperoleh makanan di habitat terbuka. Crested Bunting terutama memakan biji berbagai jenis tumbuhan dan mencari makanan di permukaan tanah. Pada waktu tertentu, burung ini juga dapat memanfaatkan serangga, termasuk rayap bersayap, sebagai bagian dari makanannya.
5. Membuat sarang di permukaan tanah

burung emberiza lathami (inaturalist.org/Yuwaraj Gurjar) Crested Bunting termasuk burung yang membuat sarang di permukaan tanah. Sarangnya berbentuk seperti cawan dan dibuat menggunakan serat halus serta bahan-bahan kering yang tersedia di lingkungan sekitarnya. Lokasinya dapat berada di antara bebatuan atau terlindung oleh batu dan vegetasi sehingga relatif tersembunyi dari pandangan.
Dalam satu periode bertelur, betina biasanya menghasilkan sekitar 3-4 butir telur. Telurnya berwarna putih dengan bintik-bintik yang dapat memiliki nuansa kehijauan hingga kemerahan, dengan pola yang lebih padat pada bagian ujung telur yang lebih lebar. Perilaku bersarang tersebut memperlihatkan bagaimana spesies ini memanfaatkan struktur alami habitat terbuka untuk melindungi keturunannya.
Crested Bunting merupakan burung Asia yang mudah dikenali berkat jambul khas serta perpaduan warna kontras pada tubuh jantan. Kehidupannya berkaitan erat dengan habitat terbuka dan kering, sementara kebiasaannya membentuk kelompok pada musim dingin menunjukkan sisi sosial yang menarik dari spesies ini. Dari jambul unik hingga kebiasaan membuat sarang di tanah, Crested Bunting memiliki sejumlah karakter yang membuatnya layak untuk dikenali.




















