Benua Afrika sering digadang-gadang sebagai tanahnya ular berbisa. Mulai dari kobra, viper, hingga ular mamba bisa kamu temukan di benua kering tersebut. Namun, ada juga beberapa ular berukuran kecil yang tidak berbahaya di Afrika. Salah satunya adalah Pseudaspis cana atau ular tikus tanah.
5 Fakta Unik Ular Tikus Tanah, si Galak yang Sering Dipelihara

- Ular tikus tanah (Pseudaspis cana) adalah ular tidak berbisa dari Afrika selatan, bertubuh kokoh hingga sekitar 2 meter, berkepala kecil runcing, dan berwarna cokelat hingga hitam.
- Sebagai pemangsa tikus dan tikus tanah, spesies ini berperan mengendalikan populasi pengerat serta berpotensi menekan penyebaran penyakit seperti pes dan hantavirus.
- Ular ini adaptif di semak, savana, hingga pertanian, tetapi agresif saat terancam; gigitannya menyakitkan dan dapat menyebabkan pendarahan meski tidak berbisa.
Seperti namanya, ular tikus tanah merupakan predator alami dari hewan pengerat. Ia hidup di dalam tanah, tubuhnya berwarna cokelat, dan penyebarannya mencakup Afrika bagian selatan. Ular tikus tanah juga tidak merugikan manusia, justru punya manfaat yang besar, lho. Yuk, kita ulik berbagai fakta unik ular tikus tanah di bawah ini.
1. Badannya kecil dan punya kepala runcing

ular tikus tanah (inaturalist.org/Vaughan Jessnitz) Ular tikus tanah merupakan spesies dengan bentuk tubuh yang cukup unik. Dilansir Bayworld, panjang maksimal ular tikus tanah sekitar 2 meter. Ia juga punya kepala kecil tapi ujungnya meruncing yang mana menjadi ciri khas dari ular tersebut. Bentuk badannya kokoh, berbentuk seperti tabung, dan warnanya tak mencolok, yaitu cokelat, abu-abu gelap, atau hitam. Menariknya, individu muda punya warna yang lebih cerah, yaitu cokelat muda yang dilapisi corak tutul atau garis berwarna hitam, cokelat tua, dan putih.
2. Ular tikus tanah merupakan pengendali populasi tikus

ular tikus tanah (inaturalist.org/Michael McSweeney) Laman iNaturalist menjelaskan bahwa makanan utama ular tikus tanah adalah hewan pengerat seperti tikus dan tikus tanah. Nah, karena kebiasaannya tersebut ia dinobatkan sebagai pengendali populasi tikus alami. Jika populasi tikus dikendalikan maka penyebaran penyakit berbahaya seperti pes dan hantavirus bisa ditekan. Tak hanya tikus, ular tikus tanah terkadang juga terlihat memakan burung dan telur-telurnya. Bahkan, ia menjadi salah satu dari enam spesies ular yang menghambat reproduksi burung karoo prinia (Prinia maculosa).
3. Ular tikus tanah merupakan makanan bagi honey badger

ular tikus tanah (inaturalist.org/Bionerds) Penelitian pada 1983 yang diterbitkan di jurnal Koedoe menjelaskan bahwa ular tikus tanah merupakan mangsa dari honey badger. Penelitian yang dilakukan di Taman Nasional Kalahari Gemsbok tersebut mengungkap bahwa sisa-sisa tubuh ular tikus tanah ditemukan di kotoran honey badger. Tak hanya itu, bahkan sisa-sisa yang ditemukan kemungkinan berasal dari individu berukuran besar. Hal tersebut membuktikan bahwa honey badger merupakan salah satu predator alami dari ular tikus tanah.
4. Ular tikus tanah menghuni Taman Nasional Kalahari Gemsbok

ular tikus tanah (inaturalist.org/Marc Henrion) Dilansir The Reptile Database, ular tikus tanah menghuni beberapa negara di Afrika, yaitu Namibia, Botswana, Zimbabwe, Angola, Zambia, Malawi, Tanzania, Mozambik, dan Afrika Selatan. Menariknya, populasi ular tikus tanah sangat melimpah di Taman Nasional Kalahari Gemsbok yang berlokasi di Afrika Selatan. Habitat ular tikus tanah juga sangat beragam, mulai dari semak-semak, savana, hingga area pertanian. Hal tersebut menunjukkan bahwa ular tikus tanah merupakan spesies adaptif yang bisa menyesuaikan diri untuk hidup di berbagai tempat.
5. Ular tikus tanah punya sifat agresif tapi bisa dipelihara

ular tikus tanah (inaturalist.org/Nicolaas Myburgh) Ular tikus tanah merupakan spesies tidak berbisa yang tak berbahaya. Meski begitu, laman African Snakebite Institute menerangkan bahwa gigitan ular ini cukup menyakitkan. Jika gigitannya cukup parah dan dalam, maka korban bisa mengalami pendarahan dan lukanya harus dijahit. Ular ini juga cukup agresif dan tak segan menggigit manusia jika merasa terancam. Namun, sifatnya tersebut tak membuat nyali pencinta ular ciut. Sebaliknya, banyak yang menyampaikan bahwa ular ini bisa menjadi hewan peliharaan yang bagus jika dipelihara dengan benar.
Meskipun tak berbisa, ular tikus tanah bukanlah ular yang bisa diremehkan. Sifat agresif, gigitan kuat, dan kemampuan adaptasinya menjadi beberapa fakta unik ular tikus tanah yang tak bisa ditemukan pada spesies ular lain. Populasi ular tikus tanah juga tak terancam sehingga ia bisa dengan mudah ditemukan di wilayah penyebaran alaminya.





















