Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Scaly Sided Merganser, Bebek Asia Timur Bermotif Artistik

5 Fakta Scaly Sided Merganser, Bebek Asia Timur Bermotif Artistik
bebek scaly sided merganser (ebird.org/Anonymous)
Intinya Sih
  • Scaly sided merganser adalah bebek langka asal Asia Timur dengan pola bulu hitam putih menyerupai sisik, menampilkan keindahan artistik yang mencolok di habitat sungai jernih.
  • Spesies ini hidup di sungai berbatu berair bersih di China dan Rusia, bermigrasi saat musim dingin, serta sangat bergantung pada kualitas ekosistem air tawar yang alami.
  • Statusnya kini terancam punah dengan populasi kurang dari 3.500 individu dewasa, mendorong upaya konservasi lintas negara untuk melindungi habitat dan menjaga keseimbangan ekosistem sungai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Scaly sided merganser (Mergus squamatus) adalah salah satu bebek paling langka dan paling artistik di dunia. Spesies ini berasal dari Asia Timur dan terkenal karena pola bulunya yang terlihat seperti sisik dengan gradasi hitam dan putih yang kontras. Saat berenang di sungai jernih dengan latar hutan musim dingin, tampilannya terlihat seperti ilustrasi hidup yang keluar dari buku seni satwa liar.

Di balik motifnya yang indah, burung ini menyimpan cerita konservasi yang cukup mengkhawatirkan. Populasinya terus menurun akibat hilangnya habitat dan gangguan manusia di wilayah berkembang seperti China dan Rusia. Mengenal fakta-fakta detail tentangnya bukan sekadar menambah wawasan, tapi juga membuka kesadaran tentang pentingnya menjaga ekosistem air tawar. Yuk, kenali lebih dekat bebek bermotif unik yang statusnya kian genting ini!

1. Ukuran tubuh dan ciri fisik yang khas

bebek scaly sided merganser
bebek scaly sided merganser (ebird.org/Anonymous)

Scaly sided merganser memiliki ukuran tubuh sedang hingga besar dengan panjang sekitar 57–65 sentimeter dan rentang sayap sekitar 75–85 cm. Berat tubuhnya berkisar antara 1 hingga 1,5 kg, tergolong ramping namun kuat untuk manuver di sungai berarus deras. Bentuk tubuhnya aerodinamis dengan paruh panjang bergerigi khas kelompok merganser yang berfungsi mencengkeram ikan.

Ciri paling mencolok ada pada jantan dewasa yang memiliki pola seperti sisik hitam putih di bagian samping tubuh, sehingga tampak seperti motif graphic pattern alami. Kepala berwarna hijau gelap mengilap dengan dada putih bersih memberi kontras dramatis. Betina tampil lebih sederhana dengan kepala cokelat kemerahan dan tubuh abu-abu, namun tetap elegan dan proporsional.

2. Habitat sungai jernih di Asia Timur

bebek scaly sided merganser
bebek scaly sided merganser (ebird.org/Anonymous)

Habitat utama scaly sided merganser berada di sungai jernih yang mengalir melalui hutan di wilayah China Timur Laut dan Rusia Timur Jauh saat musim berkembang biak. Pada musim dingin, burung ini bermigrasi ke wilayah lebih selatan seperti China Tengah dan Korea. Mereka sangat bergantung pada sungai berbatu dengan kualitas air tinggi dan minim polusi.

Keberadaan sungai yang masih alami sangat penting bagi kelangsungan hidupnya. Deforestasi, pembangunan bendungan, dan aktivitas manusia di sepanjang bantaran sungai menjadi ancaman serius. Ketika kualitas air menurun atau tepi sungai terganggu, populasi burung ini ikut terdampak signifikan.

3. Perilaku berburu dan ekologi perairan

bebek scaly sided merganser
bebek scaly sided merganser (ebird.org/Roman Lo)

Sebagai bagian dari kelompok merganser, spesies ini dikenal sebagai penyelam ulung. Mereka berburu ikan kecil dengan menyelam cepat dan gesit di arus sungai yang relatif deras. Paruh bergerigi membantu menangkap mangsa agar gak mudah lepas saat berada di bawah air.

Secara ekologi, scaly sided merganser berperan sebagai predator tingkat menengah di ekosistem sungai. Kehadirannya menandakan kualitas air yang masih baik dan ekosistem yang relatif seimbang. Jika populasi mereka menurun drastis, itu bisa menjadi indikator adanya gangguan serius pada sistem perairan setempat.

4. Pola pembiakan yang unik dan selektif

bebek scaly sided merganser
bebek scaly sided merganser (ebird.org/Gichan Ryu)

Musim berkembang biak berlangsung pada musim semi hingga awal musim panas. Betina biasanya memilih lubang alami di pohon tua dekat sungai sebagai lokasi sarang. Sarang berada cukup tinggi dari tanah untuk menghindari predator darat.

Jumlah telur biasanya berkisar antara 8 hingga 12 butir, dengan masa inkubasi sekitar satu bulan. Anak bebek yang menetas akan melompat dari lubang sarang menuju tanah atau air, sebuah momen dramatis yang menunjukkan insting alami kuat sejak dini. Tingkat kelangsungan hidup anak sangat bergantung pada keamanan habitat dan ketersediaan makanan.

5. Status konservasi yang mengkhawatirkan

bebek scaly sided merganser
bebek scaly sided merganser (ebird.org/Gichan Ryu)

Scaly sided merganser saat ini masuk kategori Endangered menurut IUCN. Estimasi populasi globalnya diperkirakan kurang dari 2.000-3.500 individu dewasa di alam liar. Angka ini menjadikannya salah satu bebek paling langka di dunia.

Upaya konservasi melibatkan perlindungan habitat sungai, pemantauan populasi, serta kerja sama lintas negara antara China, Rusia, dan Korea. Organisasi konservasi juga melakukan edukasi masyarakat lokal agar aktivitas manusia lebih ramah lingkungan. Masa depan burung ini sangat bergantung pada keberhasilan menjaga kualitas sungai dan hutan riparian di Asia Timur.

Scaly sided merganser bukan sekadar bebek dengan motif unik, tetapi simbol penting ekosistem sungai yang sehat. Ukuran tubuhnya yang proporsional, perilaku menyelam yang lincah, dan pola sisik artistik membuatnya berbeda dari bebek lain. Namun, tanpa perlindungan habitat yang serius, spesies ini bisa semakin sulit ditemukan di alam liar. Mengenal dan memahami keberadaannya adalah langkah awal untuk menjaga keanekaragaman hayati tetap lestari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More