5 Cara Membasmi Ikan Sapu-sapu, Salah Satunya Penangkapan

- Ikan sapu-sapu adalah spesies invasif asal Amerika yang merusak ekosistem lokal dan menggeser populasi satwa asli di Indonesia.
- Beragam cara pembasmian dilakukan, seperti penangkapan massal, pengurasan habitat, pemanfaatan ikan, serta pengendalian lingkungan dan edukasi masyarakat.
- Keberhasilan pembasmian bergantung pada konsistensi dan kolaborasi antara pemerintah serta masyarakat agar populasi ikan sapu-sapu tidak kembali meningkat.
Ikan sapu-sapu merupakan ikan asli benua Amerika yang berstatus sebagai spesies invasif di Indonesia. Pasalnya, ia mampu merusak ekosistem lokal dan terus menggeser populasi satwa lokal seperti ikan, mamalia, hingga serangga. Karena itu, pembasmian ikan sapu-sapu harus dilakukan oleh berbagai pihak.
Ada beberapa cara membasmi ikan sapu-sapu, seperti melakukan penangkapan masal, menguras habitat, hingga pengendalian lingkungan secara rutin. Lantas, bagaimana implementasi semua hal tersebut dan seberapa efektif efeknya terhadap populasi ikan sapu-sapu? Berikut pembahasan lengkapnya.
1. Penangkapan massal

Penangkapan massal menjadi salah satu metode pembasmian yang cukup efektif untuk mengatasi lonjakan populasi ikan sapu-sapu. Dewasa ini, penangkapan massal mulai umum dilakukan, khususnya di kota-kota besar. Salah satu contohnya terjadi pada Jumat, 17 April 2026 di mana Pemprov DKI melakukan penangkapan ikan sapu-sapu massal di lima kecamatan.
Penangkapan massal bertujuan untuk mengurangi populasi ikan sapu-sapu, merehabilitasi sungai, dan menghilangkan efek negatif ikan sapu-sapu bagi ekosistem. Penangkapan massal juga mencegah masyarakat lokal menangkap ikan sapu-sapu untuk dikonsumsi. Pasalnya, ikan sapu-sapu di kota besar di seperti Jakarta mengandung logam berat di atas 0,3 miligram yang bisa meracuni manusia.
2. Menguras habitat ikan sapu-sapu

Salah satu habitat utama ikan sapu-sapu adalah sungai. Tak jarang, ikan ini juga hidup di sungai yang kotor dan penuh polusi. Karena itu, upaya pembersihan dan pengurasan habitat perlu dilakukan untuk membasmi hewan ini. Selain sungai, beberapa tempat seperti selokan, kolam, atau danau buatan yang berpotensi menjadi habitat ikan sapu-sapu juga bisa dikuras. Setelah dikuras, ikan sapu-sapu akan ditangkap dan dimusnahkan. Selain untuk membasmi sapu-sapu, pengurasan dan pembersihan habitat juga bisa meningkatkan kebersihan atau meremajakan habitat itu sendiri.
3. Manfaatkan ikan sapu-sapu untuk berbagai hal

Pembasmian ikan sapu-sapu juga bisa bermanfaat bagi manusia. Pasalnya, setelah ditangkap kamu bisa memanfaatkan ikan ini untuk berbagai hal. Dilansir halodokter, ikan sapu-sapu bisa dimanfaatkan sebagai ikan hias untuk dijual dan dagingnya bisa diolah menjadi makanan seperti siomay. Namun, pengolahan sapu-sapu sebagai makanan harus diperhatikan dengan ketat. Jangan sampai kamu mengolah ikan dengan kandungan logam berat yang tinggi. Selain itu, ikan sapu-sapu yang ditangkap juga bisa dijadikan pakan ternak, khususnya untuk bebek.
4. Pengendalian lingkungan dan edukasi

DIlansir Solitude Lake Management, pengendalian lingkungan secara rutin dan upaya edukasi menjadi aspek penting dalam pembasmian ikan sapu-sapu. Pengandalian lingkungan secara rutin dilakukan dengan cara penangkapan ikan, monitoring habitat secara berkala, dan pengontrolan populasi.
Edukasi sendiri bisa dilakukan secara langsung kepada masyarakat, khususnya yang hidup di sekitar habitat ikan sapu-sapu. Masyarakat harus diedukasi tentang bahaya, efek negatif, hingga kerugian yang akan mereka dapat dari kehadiran ikan sapu-sapu. Jika edukasi berhasil, maka masyarakat akan turut serta secara sukarela dalam pembasmian ikan tersebut.
5. Jangan melepaskan ikan sapu-sapu ke alam
Laman THE STRAITS TIMES menjelaskan kalau status ikan sapu-sapu sebagai spesies invasif diakibatkan oleh manusia itu sendiri. Dalam hal ini, banyak penghobi tak bertanggung jawab yang secara sengaja melepaskan ikan sapu-sapu ke alam liar ketika mereka sudah tak sanggup merawatnya. Hal tersebut juga sempat memuncak pada era pandemi COVID-19.
Selain itu, penjualan dan penyelundupan ikan sapu-sapu secara ilegal juga marak di berbagai daerah. Karena itu, ada banyak ikan sapu-sapu yang tersebar di berbagai sungai, danau, hingga rawa. Sebagai penghobi yang bijak, tentunya kamu tak boleh melakukan kedua hal tersebut. Tak hanya merusak ekosistem, kamu juga bisa dikenai sanksi pidana.
Berbagai cara membasmi ikan sapu-sapu bisa menjadi efektif jika dilakukan secara rutin, berkala, dan didukung oleh berbagai pihak. Jika hanya dilakukan sekali atau dua kali, maka upaya tersebut akan mengalami kegagalan karena ikan sapu-sapu bisa berkembang biak dan beradaptasi dengan sangat cepat. Berbagai pihak juga harus turut serta, entah itu pemerintah atau masyarakat umum.


















