Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta The Motherland Calls, Patung di Volgograd Seberat 8.000 Ton

5 Fakta The Motherland Calls, Patung di Volgograd Seberat 8.000 Ton
The Motherland Calls, sebuah patung yang terletak di Mamayev Kurgan di Volgograd, Rusia, untuk memperingati Pertempuran Stalingrad. (unsplash.com/Yarik Bodrov)
Intinya Sih
  • Patung The Motherland Calls dibangun di Bukit Mamayev Kurgan, Volgograd, sebagai monumen penghormatan bagi korban Pertempuran Stalingrad dan simbol kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman.
  • Dengan tinggi total 85 meter dan berat sekitar 8.000 ton, patung ini sempat dinobatkan sebagai patung tertinggi di dunia saat diresmikan pada tahun 1967.
  • Dibuat dari beton bertulang berongga dengan teknik canggih, patung ini terus direstorasi untuk menjaga kestabilannya dari keretakan dan korosi akibat cuaca ekstrem.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bangunan bersejarah di Rusia yang berasal dari era Perang Dunia II umumnya didominasi oleh bunker-bunker pertahanan yang kokoh, museum militer yang menyimpan ribuan artefak, serta monumen monumental yang dibangun untuk mengenang pertempuran besar. Di antara deretan struktur tersebut, terdapat satu mahakarya yang paling mencuri perhatian dunia, yakni patung The Motherland Calls, alias patung Ibu Pertiwi Memanggil.

Berdiri tegak di puncak Bukit Mamayev Kurgan di kota Volgograd, patung raksasa ini menjadi simbol peringatan atas salah satu peristiwa paling berdarah dalam sejarah kemanusiaan, yaitu Pertempuran Stalingrad. Mengingat ukurannya yang sangat masif, bagaimana sebenarnya cara para insinyur zaman dulu membangun struktur beton seberat ribuan ton ini? Yuk, kita telusuri!

1. Dibangun sebagai monumen peringatan untuk mengenang pertempuran stalingrad

The Motherland Calls, sebuah patung yang terletak di Mamayev Kurgan di Volgograd, Rusia, untuk memperingati Pertempuran Stalingrad.
The Motherland Calls, sebuah patung yang terletak di Mamayev Kurgan di Volgograd, Rusia, untuk memperingati Pertempuran Stalingrad. (unsplash.com/Dmitry Ant)

Pertempuran Stalingrad (1942–1943) adalah salah satu peristiwa paling menentukan sekaligus mematikan dalam Perang Dunia II, dengan korban jiwa mencapai jutaan orang. Kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman di kota ini dianggap sebagai titik balik besar peperangan. Karena nilai sejarahnya yang sangat tinggi, muncul keinginan kuat dari para politisi dan seniman untuk membangun sebuah monumen besar sebagai bentuk penghormatan bagi mereka yang gugur.

Meski rencana awal sudah dibahas sejak perang hampir berakhir, pembangunannya sempat terhambat di masa kepemimpinan Joseph Stalin yang lebih fokus pada urusan Perang Dingin. Baru setelah kematian Stalin pada 1953, rencana ini kembali dihidupkan. Pemerintah kemudian mengadakan kompetisi desain untuk membangun kompleks peringatan yang mencakup museum dan lukisan panorama pertempuran di lokasi bersejarah.

Akhirnya, pada tahun 1958, proyek ini resmi dimulai di bawah arahan pematung Yevgeny Vuchetich dan arsitek Yakov Belopolsky. Mereka memilih Bukit Mamayev Kurgan sebagai lokasi pembangunan. Monumen ini pun dirancang untuk berdiri tegak sebagai simbol kemenangan permanen atas pasukan fasis Jerman.

2. Saat selesai dibangun, patung ini dinobatkan sebagai patung tertinggi di dunia

The Motherland Calls, sebuah patung yang terletak di Mamayev Kurgan di Volgograd, Rusia, untuk memperingati Pertempuran Stalingrad.
The Motherland Calls, sebuah patung yang terletak di Mamayev Kurgan di Volgograd, Rusia, untuk memperingati Pertempuran Stalingrad. (unsplash.com/Eduardo Gómez)

Patung The Motherland Calls memiliki ukuran yang sangat masif dengan tinggi total mencapai 85 meter dari dasar hingga ujung pedang. Jika dibandingkan, sosok wanitanya saja memiliki tinggi 52 meter, yang artinya jauh lebih tinggi daripada tubuh Patung Liberty. Kemegahan ini semakin terlihat dari pedang raksasanya yang sepanjang 33 meter, atau setara dengan tinggi gedung berlantai sepuluh.

Secara teknis, monumen ini memiliki bobot yang luar biasa berat, yakni mencapai 8.000 ton, di mana bagian pedangnya saja berbobot 14 ton. Saat pertama kali diresmikan pada tahun 1967, bangunan ini berhasil memecahkan rekor sebagai patung tertinggi di dunia

3. Tidak terpaku atau menempel pada fondasinya

Sudut rendah bagian dasar patung The Motherland Calls di Volgograd, Rusia.
Sudut rendah bagian dasar patung The Motherland Calls di Volgograd, Rusia. (unsplash.com/Dmitry Grachyov)

Pembangunan patung The Motherland Calls secara resmi dimulai pada akhir tahun 1962 dan sempat menghadapi kendala teknis yang rumit karena ukurannya yang masif. Insinyur Nikolai Nikitin ditunjuk untuk memimpin proyek ini dengan fokus utama pada stabilitas fondasi. Mengingat struktur tanah di Bukit Mamayev Kurgan yang cukup berisiko, tim ahli harus melakukan penelitian geologi mendalam untuk memastikan bukit tersebut mampu menopang beban patung agar tidak bergeser atau runtuh di masa depan.

Proses konstruksinya menggunakan teknik beton bertulang yang sangat canggih pada zamannya, di mana setiap lapisan dicor secara bertahap dan manual. Di dalam patung yang berongga ini, dipasang jaringan kabel baja untuk menahan tekanan angin serta berbagai sensor canggih untuk memantau getaran dan suhu. Menariknya, bagian kepala dan lengan dibuat terpisah sebelum akhirnya dipasang dengan baut baja besar.

5. Berdiri di titik strategis yang diperebutkan dengan sangat sengit selama perang

The Motherland Calls, sebuah patung yang terletak di Mamayev Kurgan di Volgograd, Rusia, untuk memperingati Pertempuran Stalingrad.
The Motherland Calls, sebuah patung yang terletak di Mamayev Kurgan di Volgograd, Rusia, untuk memperingati Pertempuran Stalingrad. (commons.wikimedia.org/Arne Müseler))

Pemilihan lokasi patung di Bukit Mamayev Kurgan memiliki makna yang sangat mendalam karena tempat ini merupakan titik strategis yang diperebutkan habis-habisan oleh tentara Uni Soviet dan Nazi Jerman. Ribuan prajurit gugur di sana, sehingga bukit tersebut kini dianggap sebagai tanah suci sekaligus kuburan massal untuk menghormati jasa para pahlawan.

Sosok patung ini sendiri merupakan perwujudan dari "Ibu Rusia" yang digambarkan sedang melangkah maju dengan gagah berani. Dengan tangan kiri yang terentang dan tangan kanan mengangkat pedang tinggi-tinggi, ia tampak seolah sedang menyerukan rakyatnya untuk bersatu dan berjuang. Selendang yang tertiup angin dan pose yang dinamis ini melambangkan keberanian serta semangat perlawanan yang pantang menyerah.

5. Terbuat dari campuran beton khusus dan terus direstorasi

The Motherland Calls dikelilingi oleh perancah, yang menunjukkan bahwa patung tersebut sedang menjalani restorasi besar-besaran untuk melestarikan strukturnya.
The Motherland Calls dikelilingi oleh perancah, yang menunjukkan bahwa patung tersebut sedang menjalani restorasi besar-besaran untuk melestarikan strukturnya. (commons.wikimedia.org/duma.gov.ru)

Pembangunan patung The Motherland Calls dimulai pada November 1963 menggunakan bahan beton bertulang dengan campuran semen khusus yang sangat kuat. Bagian dalam patung ini unik karena berongga dan terbagi menjadi ruangan-ruangan kecil, sementara dinding luarnya memiliki ketebalan antara 25–60 sentimeter. Para pekerja harus mengecor beton secara bertahap dan manual untuk memastikan setiap lapisannya mengeras dengan sempurna.

Salah satu tantangan terbesar muncul saat pemasangan pedang raksasa seberat 14 ton yang terbuat dari baja dan titanium. Tak lama setelah dipasang, angin kencang menyebabkan pedang tersebut bergoyang hingga menimbulkan retakan pada struktur lengan patung. Sebagai solusi sementara, tim ahli membuat lubang-lubang pada pedang untuk mengurangi tekanan angin sebelum akhirnya diputuskan bahwa pedang tersebut harus diganti dengan desain yang lebih aman.

Selama puluhan tahun berdiri, patung ini terus mendapatkan perawatan rutin untuk memperbaiki keretakan beton akibat cuaca ekstrem dan korosi pada kabel baja di dalamnya. Restorasi besar terakhir dilakukan beberapa tahun lalu guna menyambut peringatan 75 tahun kemenangan Perang Dunia II. Hal ini dilakukan untuk memastikan monumen raksasa tersebut tetap berdiri kokoh dan stabil sebagai simbol sejarah yang penting.

Patung The Motherland Calls merupakan bukti nyata sejarah perjuangan dan kehebatan teknik arsitektur pada masanya. Melalui kemegahan strukturnya, monumen ini terus menjadi pengingat penting akan besarnya pengorbanan manusia selama Perang Dunia II.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More