5 Fakta Sclaters Crowned Pigeon, Merpati Raksasa Bermahkota yang Unik

- Sclater’s Crowned-Pigeon adalah salah satu merpati terbesar di dunia dengan panjang tubuh hingga 70 sentimeter dan berat lebih dari 2 kilogram, tampil elegan dengan warna biru keabu-abuan dan dada merah marun.
- Burung ini memiliki jambul menyerupai mahkota renda yang menjadi ciri khasnya, serta lebih sering berjalan di lantai hutan New Guinea sambil mencari buah-buahan sebagai makanan utama.
- Populasinya terancam akibat perburuan dan hilangnya habitat, sehingga kini dikategorikan sebagai Hampir Terancam dan memerlukan perlindungan untuk menjaga kelestariannya di alam liar.
Ketika mendengar kata merpati, kebanyakan orang mungkin membayangkan burung berukuran sedang yang sering dijumpai di taman kota. Namun, tidak semua merpati memiliki penampilan seperti itu. Di hutan-hutan Pulau New Guinea hidup Sclater's Crowned-Pigeon (Goura sclaterii), salah satu merpati terbesar dan paling mencolok di dunia.
Burung ini terkenal karena ukuran tubuhnya yang besar serta jambul berbentuk renda yang menghiasi kepalanya. Kombinasi warna biru keabu-abuan, dada merah marun, dan mata merah membuatnya tampak sangat elegan. Berikut 5 fakta menarik Sclater's Crowned-Pigeon, merpati raksasa bermahkota yang unik.
1. Termasuk salah satu merpati terbesar di dunia

Sclater's Crowned-Pigeon memiliki ukuran yang jauh lebih besar dibandingkan merpati pada umumnya. Marwell Zoo menyebutkan bahwa panjang tubuhnya dapat mencapai lebih dari 70 sentimeter dengan berat yang bisa melebihi 2 kilogram. Ukuran tersebut menjadikannya salah satu anggota keluarga merpati terbesar yang masih hidup saat ini.
Tubuh yang besar memberikan penampilan yang mengesankan ketika burung ini berjalan di lantai hutan. Banyak orang yang pertama kali melihatnya bahkan tidak langsung menyadari bahwa burung tersebut sebenarnya adalah seekor merpati. Penampilannya yang tidak biasa menjadi salah satu daya tarik utama spesies ini.
2. Memiliki jambul menyerupai mahkota

Ciri paling khas dari Sclater's Crowned-Pigeon adalah jambul besar yang menghiasi bagian atas kepalanya. Birda menyebutkan bahwa jambul tersebut tersusun dari bulu-bulu yang halus yang membentuk pola menyerupai renda. Penampilan ini membuat burung tersebut tampak seperti mengenakan mahkota alami.
Mahkota bulu tersebut tidak hanya berfungsi sebagai identitas visual, tetapi juga membantu membedakannya dari spesies merpati mahkota lainnya dalam genus Goura. Saat burung bergerak atau menegakkan bulunya, jambul tersebut terlihat semakin mencolok. Karena itulah kelompok burung ini dikenal sebagai crowned pigeon atau merpati mahkota.
3. Lebih sering berjalan daripada terbang

Meskipun mampu terbang dengan baik, Sclater's Crowned-Pigeon menghabiskan sebagian besar waktunya di atas permukaan tanah. Burung ini berjalan perlahan di lantai hutan sambil mencari makanan di antara dedaunan yang gugur. Perilaku tersebut membuatnya berbeda dari banyak spesies merpati lain yang lebih sering bertengger di pohon.
Dilansir Belfast Zoo, ketika merasa terancam, burung ini biasanya memilih menjauh dengan berjalan atau berlari sebelum akhirnya terbang ke cabang yang tinggi. Gaya hidup terestrial tersebut dimungkinkan karena habitatnya relatif aman dan kaya sumber makanan. Akibatnya, mereka menjadi salah satu penghuni lantai hutan yang cukup menonjol di New Guinea.
4. Mengandalkan buah sebagai sumber makanan utama

Sebagian besar makanan Sclater's Crowned-Pigeon terdiri atas buah-buahan yang jatuh ke lantai hutan. Animalia menyebutkan bahwa burung ini memanfaatkan paruhnya yang kuat untuk mengambil dan menelan buah secara utuh. Selain buah, mereka juga terkadang memakan biji, tunas, dan bahan tumbuhan lainnya.
Pola makan tersebut membuat spesies ini berperan dalam penyebaran biji berbagai tumbuhan hutan. Biji yang tertelan dapat berpindah ke lokasi lain sebelum dikeluarkan kembali. Dengan cara itu, Sclater's Crowned-Pigeon turut membantu proses regenerasi vegetasi di habitatnya.
5. Menghadapi ancaman dari perburuan dan hilangnya habitat

Meskipun masih ditemukan di sejumlah wilayah New Guinea, Sclater's Crowned-Pigeon menghadapi berbagai tekanan terhadap populasinya. Perburuan untuk konsumsi dan pengambilan bulu menjadi salah satu ancaman yang telah lama memengaruhi spesies ini. Selain itu, kerusakan habitat akibat penebangan hutan juga mengurangi area yang dapat dihuni.
Karena alasan tersebut, spesies ini masuk dalam kategori Near Threatened atau Hampir Terancam menurut penilaian konservasi internasional. Upaya perlindungan habitat dan pengurangan perburuan menjadi langkah penting untuk menjaga kelangsungan populasinya. Tanpa perlindungan yang memadai, burung unik ini berisiko mengalami penurunan jumlah di masa depan.
Sclater's Crowned-Pigeon merupakan salah satu burung paling mengesankan yang hidup di hutan New Guinea. Ukurannya yang besar, mahkota bulu yang elegan, serta kebiasaan berjalan di lantai hutan membuatnya berbeda dari kebanyakan merpati di dunia. Keunikan tersebut menjadikan spesies ini sebagai salah satu kekayaan hayati Papua yang patut dijaga dan dilestarikan.
















![[QUIZ] Dari Ekosistem Favoritmu, Ini Caramu Bertahan di Lingkungan Sosial](https://image.idntimes.com/post/20250108/pexels-francesco-ungaro-17941854-9dc3a219985ddc1a62edaffc9d8f158d-bc339b9af18c454985da9343633bfa6d.jpg)

