Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Skara Brae, Desa Purba Skotlandia yang Menyimpan Banyak Misteri
Skara Brae, Skotlandia (commons.wikimedia.org/Dg-505)
  • Skara Brae di Kepulauan Orkney ditemukan kembali setelah badai 1850, memperlihatkan desa Neolitikum yang sempat tertimbun pasir selama ribuan tahun dan menyimpan misteri asal-usul penduduknya.
  • Hasil penanggalan karbon menunjukkan Skara Brae dibangun sekitar 3200 SM, lebih tua dari Piramida Giza, dengan struktur batu yang masih terawat dan kini menjadi Warisan Dunia UNESCO.
  • Desa ini menampilkan rumah batu seragam dengan furnitur dari batu lokal serta temuan bola batu misterius, sementara penyebab ditinggalkannya pemukiman diduga akibat erosi dan perubahan iklim bertahap.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Skotlandia sering kali diidentifikasikan dengan kastel abad pertengahan dan sejarah klan prajuritnya. Namun jauh sebelum era tersebut dimulai, kepulauan di utara wilayah ini sudah menjadi rumah bagi salah satu peradaban tertua di Eropa. Terletak di Kepulauan Orkney, terdapat sebuah situs pemukiman zaman Neolitikum bernama Skara Brae yang mengubah analisis mengenai pola hidup manusia prasejarah.

Situs ini memiliki kondisi yang sangat terawat meski telah berusia ribuan tahun. Tata ruang permukiman serta berbagai perlengkapan rumah tangga yang ditemukan di Skara Brae membantu arkeolog memahami kehidupan masyarakat Neolitik dengan lebih jelas. Yuk, simak lima fakta sejarah mengenai perkembangan dan misteri tata ruang desa purba Skara Brae berikut ini!

1. Singkapan dinding kuno dan hilangnya nama asli pemukiman

Skara Brae, Skotlandia (commons.wikimedia.org/Wknight94)

Keberadaan desa kuno ini sempat tertutup dari pengetahuan umum selama ribuan tahun akibat lapisan tanah dan pasir pantai. Dilansir laman World History Encyclopedia, sebuah badai besar melanda Kepulauan Orkney pada tahun 1850 dan mengikis vegetasi gundukan pasir di tepi Teluk Skaill hingga memunculkan sisa dinding bangunan kuno. Nama "Skara Brae" sendiri sebenarnya merupakan perubahan dari nama gundukan tanah setempat, yaitu "Skerrabra" atau "Styerrabrae", sedangkan nama asli yang digunakan oleh penduduk purba untuk menyebut desa ini tidak pernah diketahui.

Proses pembongkaran awal oleh pemilik tanah bernama William Watt berhasil menyingkap empat unit rumah batu pertama di lokasi tersebut. Meski cerita penemuan tahun 1850 ini sangat populer, catatan perjalanan tahun 1769 oleh James Robertson menunjukkan bahwa area ini sebenarnya sudah lama dicurigai menyimpan reruntuhan kuno. Ketiadaan catatan tertulis dari zaman Neolitikum membuat identitas asli kelompok masyarakat pembangun desa ini tetap menjadi teka-teki.

2. Kronologi penanggalan karbon yang melampaui usia Piramida Giza

Skara Brae, Skotlandia (commons.wikimedia.org/DJB)

Penemuan kompleks perumahan batu utuh ini mendorong dilakukannya serangkaian pengujian laboratorium untuk memastikan masa aktif pemukiman. Dilansir laman Sky History, metode penanggalan karbon menunjukkan komunitas manusia purba mendirikan bangunan di Skara Brae sejak tahun 3200 Sebelum Masehi. Data tersebut membuktikan bahwa peradaban di pulau utara Skotlandia ini berusia lebih tua daripada pembangunan Stonehenge di Inggris atau Piramida Giza di Mesir.

Aktivitas domestik di atas tanah Orkney ini diperkirakan berlangsung secara terus-menerus selama rentang waktu 600 tahun. Masyarakat setempat membangun pemukiman dengan memanfaatkan teknik menumpuk lempengan batu pipih secara berlapis ke dalam tanah tanpa menggunakan semen. Nilai arkeologis serta kondisi situs yang masih terawat menjadi alasan Skara Brae bersama situs Neolitikum lain di Orkney ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO pada 1999.

3. Pembuatan furnitur domestik dari material batu lokal

Skara Brae, Skotlandia (commons.wikimedia.org/Archaeology Scotland)

Metode pembangunan rumah yang tertanam ke dalam tanah berkaitan erat dengan ketersediaan material alam di lingkungan pulau. Dilansir laman Historic Environment Scotland, keterbatasan persediaan kayu di wilayah Orkney memaksa penduduk prasejarah menggunakan batu pasir lokal untuk membuat seluruh fasilitas dalam ruangan. Setiap unit hunian dirancang mengikuti satu pola seragam yang terdiri dari ruang tunggal berbentuk persegi seluas kira-kira 40 meter persegi.

Bagian dalam ruangan dilengkapi dengan perapian di pusat lantai, tempat tidur kotak pada sisi dinding, serta tangki kecil tempat penampungan umpan ikan. Penduduk juga membuat struktur rak bertingkat atau dresser dari batu yang diletakkan tepat menghadap pintu masuk utama untuk menaruh benda khusus. Keseragaman bentuk interior dan fasilitas rumah prasejarah ini menjadi indikasi struktur sosial masyarakat yang setara tanpa pembagian kelas.

4. Penemuan struktur khusus dan bola batu misterius

Rumah nomor 8 di Skara Brae, Skotlandia (commons.wikimedia.org/Rob Farrow)

Tata ruang bangunan yang seragam di area pemukiman memiliki satu pengecualian pada struktur bangunan terbesar di ujung desa. Masih dari laman Historic Environment Scotland, bangunan nomor delapan memiliki rancangan berbeda karena tidak dilengkapi tempat tidur batu seperti rumah lainnya, melainkan memiliki ceruk tambahan dan area yang diduga sebagai bengkel kerja. Perbedaan ini memicu berbagai dugaan mengenai fungsinya, mulai dari tempat pembuatan alat hingga lokasi untuk kegiatan ritual.

Misteri tersebut semakin menarik setelah ditemukannya sejumlah bola batu yang diukir dengan pola geometris di sekitar area pemukiman. Sejumlah peneliti mengemukakan berbagai dugaan mengenai fungsi bola batu tersebut, mulai dari simbol status, alat upacara, hingga kemungkinan berkaitan dengan pengamatan astronomi. Namun, hingga kini belum ada bukti yang dapat memastikan fungsi sebenarnya sehingga berbagai teori tersebut masih menjadi perdebatan.

5. Misteri di balik ditinggalkannya Skara Brae

Skara Brae, Skotlandia (commons.wikimedia.org/Chmee2)

Aktivitas kehidupan di kawasan pantai ini terhenti secara total sekitar tahun 2500 Sebelum Masehi tanpa ada tanda-tanda invasi militer atau peperangan. Merujuk kembali pada laman World History Encyclopedia, ekskavasi arkeologis pada tahun 1920-an sempat memunculkan teori bahwa warga mengosongkan tempat tinggal secara tergesa-gesa karena terjangan badai pasir mendadak, mirip dengan peristiwa Pompeii. Teori ini didasarkan pada temuan barang berharga seperti kalung manik-manik yang tercecer di lantai dekat pintu masuk rumah.

Namun, penelitian lanjutan pada tahun 1970-an menyanggah teori bencana alam mendadak tersebut karena tidak ditemukannya kerangka manusia di dalam reruntuhan. Data geologis terbaru menunjukkan bahwa posisi desa pada masa lalu sebenarnya berada jauh di pedalaman dekat danau air tawar, bukan di tepi pantai seperti sekarang. Proses pengosongan desa diduga terjadi secara bertahap akibat erosi tanah jangka panjang dan perubahan iklim yang merusak lahan pertanian warga.

Itulah lima fakta tentang Skara Brae, desa purba di Skotlandia yang menyimpan banyak misteri sejak zaman Neolitikum. Keutuhan struktur bangunan dan beragam temuan arkeologis di situs ini membantu para peneliti memahami kehidupan masyarakat prasejarah, meski masih ada sejumlah teka-teki yang belum berhasil diungkap hingga sekarang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article