Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Unik Polonnaruwa, Ibu Kota Sri Lanka Kuno Terkubur di Hutan

5 Fakta Unik Polonnaruwa, Ibu Kota Sri Lanka Kuno Terkubur di Hutan
Polonnaruwa (pexels.com/Ravi Rajapaksha)
Intinya Sih
  • Polonnaruwa pernah menjadi ibu kota kedua Sri Lanka setelah Anuradhapura runtuh, berperan penting sebagai pusat politik dan pemerintahan pada masa kerajaan kuno.
  • Kota ini berkembang menjadi kota taman megah di bawah Raja Parakramabahu I dengan tata ruang terencana, menunjukkan kemajuan arsitektur dan perencanaan urban abad ke-12.
  • Setelah berabad-abad tertutup hutan, Polonnaruwa dipugar kembali dan diakui UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia tahun 1982 karena nilai sejarah serta warisan budayanya yang luar biasa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Polonnaruwa merupakan salah satu kota kuno paling penting dalam sejarah Sri Lanka. Situs arkeologi ini menyimpan jejak kejayaan kerajaan yang pernah berkembang di pulau tersebut. Kini, Polonnaruwa dikenal sebagai salah satu warisan budaya paling berharga di Asia Selatan.

Keunikan Polonnaruwa tidak hanya terletak pada usia dan peninggalannya yang tua. Kota ini pernah menjadi pusat pemerintahan besar pada masa Sri Lanka kuno. Setelah ditinggalkan dan tertutup hutan selama berabad abad, reruntuhannya kembali menarik perhatian dunia sehingga lahirlah berbagai fakta menarik untuk dibahas.

1. Pernah menjadi ibu kota kedua Sri Lanka

Polonnaruwa
Polonnaruwa (commons.wikimedia.org/Bernard Gagnon)

Menurut UNESCO, Polonnaruwa menjadi ibu kota kedua Sri Lanka setelah kehancuran Anuradhapura pada tahun 993. Perubahan ini menjadikan kota tersebut sebagai pusat politik dan pemerintahan yang baru. Kota itu kemudian memainkan peran penting dalam sejarah Sri Lanka.

Selain itu, menurut Britannica, Polonnaruwa berkembang menjadi kediaman para raja Sri Lanka setelah menggantikan Anuradhapura. Banyak bangunan penting yang masih terlihat saat ini berasal dari masa kejayaannya. Sebagian besar peninggalan tersebut dibangun pada periode pemerintahan kerajaan abad pertengahan.

2. Dibangun menjadi kota taman yang megah

Polonnaruwa
Polonnaruwa (commons.wikimedia.org/Simon Frost)

Menurut UNESCO, Polonnaruwa tidak hanya berfungsi sebagai pusat pemerintahan. Kota ini juga berkembang sebagai kota taman yang menakjubkan pada abad ke 12 di bawah Raja Parakramabahu I. Tata ruangnya dirancang untuk mendukung berbagai fungsi penting dalam kehidupan kerajaan.

Berdasarkan penjelasan UNESCO, reruntuhan monumental kota taman tersebut masih dapat ditemukan hingga sekarang. Kompleks bangunan yang luas menunjukkan adanya perencanaan perkotaan yang teratur. Keistimewaan ini menjadi salah satu alasan penting pengakuan Polonnaruwa sebagai situs warisan dunia.

3. Menyimpan jejak pengaruh Chola dari India Selatan

Polonnaruwa
Polonnaruwa (commons.wikimedia.org/Dan Lundberg)

Polonnaruwa mencakup monumen Brahmanis yang dibangun oleh Dinasti Chola. Dinasti ini berasal dari India Selatan dan pernah memiliki pengaruh besar di wilayah Sri Lanka. Peninggalan tersebut masih menjadi bagian penting dari kawasan arkeologi Polonnaruwa saat ini.

Keberadaan bangunan peninggalan Chola menunjukkan bahwa Polonnaruwa berkembang melalui interaksi budaya dan politik yang kompleks. Menariknya, unsur arsitektur dari masa Chola berdampingan dengan peninggalan yang dibangun oleh penguasa Sri Lanka setelahnya. Kondisi ini mencerminkan lapisan sejarah yang beragam dalam satu kawasan.

4. Pernah tertutup hutan selama berabad abad

Polonnaruwa
Polonnaruwa (pexels.com/Amith Anuradha)

Polonnaruwa pada akhirnya ditinggalkan dan berubah menjadi kota reruntuhan yang terbengkalai. Setelah masa kejayaannya berakhir, bangunan dan struktur kuno di kawasan tersebut perlahan tertutup vegetasi dan hutan, membuat banyak bagian kota lama sempat tidak lagi terlihat dengan jelas sebelum akhirnya dipugar kembali.

Reruntuhan Polonnaruwa kemudian dibersihkan dan dipelajari kembali. Banyak peninggalan penting yang berhasil diidentifikasi setelah kawasan tersebut diteliti lebih lanjut. Kondisi inilah yang membuat Polonnaruwa dikenal sebagai kota bersejarah yang pernah tersembunyi di balik hutan selama berabad abad.

5. Diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO

Polonnaruwa
Polonnaruwa (commons.wikimedia.org/Nahid Sultan)

Kota Kuno Polonnaruwa resmi masuk Daftar Warisan Dunia pada tahun 1982. Pengakuan ini diberikan karena nilai sejarah dan budaya yang dimiliki situs tersebut serta keberadaan berbagai peninggalan penting dari masa kerajaan Sri Lanka kuno. Polonnaruwa juga dianggap sebagai salah satu pusat utama peradaban Sri Lanka yang menyimpan bukti perkembangan politik dan arsitektur pada masanya.

Polonnaruwa kini menjadi salah satu situs arkeologi paling terkenal di negara tersebut. Status warisan dunia membantu mendorong upaya perlindungan kawasan bersejarah ini. Pengakuan tersebut juga memperkenalkan peninggalan Polonnaruwa kepada masyarakat internasional.

Polonnaruwa memperlihatkan bagaimana sebuah kota kuno dapat merekam perjalanan panjang sejarah sebuah peradaban. Dari statusnya sebagai ibu kota kedua Sri Lanka, kemegahan kota taman yang dibangun secara terencana, pengaruh budaya Chola, hingga masa ketika reruntuhannya tertutup hutan, seluruh jejak tersebut menjadikan Polonnaruwa sebagai salah satu situs bersejarah paling menarik di Asia Selatan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More