Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Gunung Bisa Meletus dan Bagaimana Prosesnya?

Kenapa Gunung Bisa Meletus dan Bagaimana Prosesnya?
ilustrasi gunung meletus (pexels.com/Israel Torres)
Intinya Sih
  • Gunung meletus terjadi karena aktivitas vulkanisme, saat tekanan tinggi di ruang magma mendorong magma keluar ke permukaan sebagai lava melalui rekahan kerak bumi.
  • Tiga faktor utama penyebab letusan meliputi kelebihan volume magma baru, kristalisasi batuan yang menambah tekanan, serta pengaruh eksternal seperti pasang-surut laut saat gerhana.
  • Pemerintah menetapkan empat level status aktivitas gunung api—Normal, Waspada, Siaga, dan Awas—untuk memantau potensi erupsi dan memperkuat langkah mitigasi bencana.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Indonesia memiliki 129 gunung dengan status aktif dan gunung tidak aktif sebanyak 500 gunung. Itu sebabnya, Indonesia sering terjadi peristiwa letusan gunung api. Ketika meletus, gunung akan mengeluarkan lava, lahar, abu, hingga gas.

Gunung meletus bukanlah sekadar peristiwa kebetulan, melainkan aktivitas luar biasa yang terjadi jauh di dalam perut bumi. Lantas, kenapa gunung bisa meletus dan bagaimana prosesnya? Simak penjelasannya di bawah ini!

1. Bagaimana gunung bisa meletus?

ilustrasi gunung meletus
ilustrasi gunung meletus (pexels.com/Jeffry Surianto)

Proses gunung meletus erat kaitannya dengan aktivitas vulkanisme. Ini merupakan peristiwa yang terjadi saat magma keluar menuju permukaan bumi melalui rekahan kerak bumi. Zat cair dan berpijar ini disebut magma saat masih berada di dalam perut bumi, namun begitu berhasil menembus keluar ke permukaan bumi disebut menjadi lava.

Secara umum, letusan gunung berapi disebabkan oleh adanya peningkatan tekanan di bagian atas ruang magma gunung berapi. Akibat tekanan inilah magma dikeluarkan. Nah, proses keluarnya magma inilah yang disebut dengan erupsi.

Proses keluarnya magma (erupsi) terbagi menjadi dua jenis utama. Pertama ada erupsi eksplosif dengan kekuatan letusan yang besar karena kandungan gas di bawah gunung tinggi. Kedua, ada erupsi efusif yang punya kandungan gas sedikit karena magma di dalamnya bersifat basa.

2. Faktor penyebab gunung meletus

ilustrasi gunung meletus
ilustrasi gunung meletus (pexels.com/David Zherdenovsky)

Dilansir Institut Teknologi Bandung, ahli volkanolog Dr. Eng. Mirzam Abdurrachman, S.T., M.T., menjelaskan tiga faktor utama kenapa gunung bisa meletus. Pertama, karena kondisi di bawah dapur magma. Di mana terbentuknya pasokan magma baru dan membuat kelebihan volume. Kelebihan volume ini memaksa magma mendesak ke atas untuk keluar.

Kedua, kondisi di dalam dapur magma yang membuat magma mengalami kristalisasi batuan. Magma yang sudah terkristalisasi menjadi lebih berat dan tenggelam ke dasar ruang magma. Sementara sisa magma lainnya terdorong ke atas dan menambah tekanan.

Ketiga, kondisi yang terjadi di atas permukaan gunung. Faktor eksternal yang bisa memicu erupsi salah satunya adalah perubahan pasang-surut saat gerhana bulan atau matahari. Peristiwa ini membuat permukaan air laut naik sehingga gunung api yang berada di tengah laut menjadi lebih sensitif.

3. Status aktivitas gunung api

ilustrasi gunung meletus
ilustrasi gunung meletus (pexels.com/Suhairy Tri Yadhi)

Untuk memaksimalkan langkah mitigasi bencana, pemerintah memberikan status pada gunung api yang masih aktif. Berdasarkan Permen ESDM No. 15 Tahun 2011, tingkat aktivitas gunung api dibagi ke dalam 4 level atau tingkatan. Berikut status aktivitas gunung api:

  • Level I (Normal): Tidak ada gejala aktivitas tekanan magma.
  • Level II (Waspada): Mulai terjadi peningkatan aktivitas seismik dan vulkanik. Sedikit perubahan aktivitas yang diakibatkan oleh aktivitas magma, tektonik, dan hidrotermal.
  • Level III (Siaga): Peningkatan aktivitas seismik semakin terlihat. Letusan bisa saja terjadi dalam waktu 2 minggu.
  • Level IV (Awas): Ini adalah tingkatan tertinggi yang menandakan bahwa gunung api sedang atau berada dalam kondisi kritis yang siap meletus. Bisa saja terjadi letusan dalam waktu 24 jam.

Kenapa gunung api bisa meletus? Peristiwa tersebut terjadi karena ada ketidakstabilan di dalam dapur magma. Ketidakstabilan inilah yang kemudian diubah menjadi letusan. Di balik potensi bahaya dari proses erupsinya yang dahsyat, gunung meletus juga membawa sisi positif.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More