Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Guaiabero, Burung Endemik Filipina yang Gemar Makan Jambu Biji

5 Fakta Guaiabero, Burung Endemik Filipina yang Gemar Makan Jambu Biji
Guaiabero merupakan burung nuri endemik Filipina. (commons.wikimedia.org/Kirkamon Guapo Cabello)
Intinya Sih
  • Guaiabero adalah burung nuri mungil endemik Filipina dengan warna hijau dan biru mencolok serta perbedaan penampilan antara jantan dan betina.
  • Terdapat empat subspesies guaiabero yang tersebar di berbagai pulau Filipina, masing-masing memiliki variasi warna biru dan hijau yang khas.
  • Populasi guaiabero menurun akibat berkurangnya tutupan hutan sekitar 5,5 persen dalam sepuluh tahun terakhir meski masih berstatus risiko rendah menurut IUCN.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Guaiabero (Bolbopsittacus lunulatus) merupakan spesies burung nuri endemik asal Filipina. Burung paruh bengkok ini memiliki ukuran tubuh yang mungil dengan perpaduan warna hijau dan biru yang mencolok. Tak hanya penampilannya yang menarik, nama guaiabero ternyata juga memiliki hubungan erat dengan makanan favoritnya, lho. Penasaran dengan burung cantik satu ini? Yuk, kenalan lebih dekat dengan guaiabero lewat lima fakta berikut!

1. Burung mungil dengan kalung biru di leher

Guaiabero punya ciri kalung biru di lehernya.
Guaiabero punya ciri kalung biru di lehernya. (commons.wikimedia.org/Kirkamon Cabello)

Guaiabero merupakan salah satu burung nuri berukuran kecil. Dilansir Birds of the World, panjang tubuhnya hanya sekitar 15 sentimeter dengan berat sekitar 62–77 gram. Tubuhnya didominasi warna hijau cerah, sedangkan bagian bawah tubuh dan tunggir berwarna hijau kekuningan. Paruhnya berwarna abu-abu kebiruan, sementara wajah, tenggorokan, dan leher jantan dihiasi warna biru pucat yang membentuk kalung tipis.

Burung betina memiliki penampilan yang sedikit berbeda. Warna biru pada wajahnya jauh lebih sedikit dan hanya terlihat di bagian tenggorokan serta pipi. Kalung di lehernya berwarna kuning dengan pola hitam berbentuk bulan sabit, sehingga jantan dan betina relatif mudah dibedakan.

2. Memiliki empat subspesies dengan warna yang berbeda

Ilustrasi subspesies intermedius memiliki wajah biru dan kalung biru terang.
Ilustrasi subspesies intermedius memiliki wajah biru dan kalung biru terang. (commons.wikimedia.org/John Gerrard Keulemans)

Meski hanya terdiri dari satu spesies, guaiabero terbagi lagi menjadi empat subspesies, lho. Subspesies ini terdiri dari Bolbopsittacus lunulatus lunulatus, B. l. intermedius, B. l. callainipictus, dan B. l. mindanensis. Perbedaan keempat subspesies ini terutama terlihat pada intensitas warna biru di kepala dan kalung leher.

Dilansir World Parrot Trust, subspesies lunulatus memiliki wajah biru pucat dan tubuh hijau kekuningan. Intermedius memiliki wajah biru tua dengan semburat ungu serta kalung biru terang. Callainipictus didominasi warna hijau kekuningan dengan wajah biru kehijauan yang lebih gelap. Sementara itu, mindanensis memiliki pipi hijau, kalung biru yang lebih pekat, serta kepala dengan semburat kuning kehijauan.

3. Burung nuri yang hanya hidup Filipina

Guaiabero hanya hidup di wilayah Filipina.
Guaiabero hanya hidup di wilayah Filipina. (commons.wikimedia.org/Pauline Carmel Joy Eje)

Kamu tidak bisa menjumpai burung cantik ini di sembarang tempat. Guaiabero merupakan burung nuri yang hanya hidup di Filipina. Burung ini endemik di wilayah Filipina sehingga tidak bisa dijumpai secara alami di negara lain. Keempat subspesiesnya bahkan memiliki wilayah persebaran yang berbeda-beda, lho.

Subspesies lunulatus hanya ditemukan di Pulau Luzon, callainipictus di Pulau Samar, intermedius di Pulau Leyte dan Panaon, sedangkan mindanensis hanya hidup di Pulau Mindanao. Habitatnya cukup beragam, mulai dari hutan primer, hutan sekunder, tepi hutan, kawasan terbuka dengan pepohonan yang tersebar, kebun buah, hingga hutan bakau. Guaiabero umumnya dijumpai pada ketinggian hingga sekitar 600 meter di atas permukaan laut.

4. Namanya berasal dari makanan favoritnya

Guaiabero mendapatkan namanya dari kebiasaannya yang suka makan jambu biji.
Guaiabero mendapatkan namanya dari kebiasaannya yang suka makan jambu biji. (commons.wikimedia.org/Kirkamon Cabello)

Ternyata nama guaiabero tidak asal disematkan pada burung satu ini. Nama ini diberikan karena kebiasaannya yang kerap mengonsumsi jambu biji. Yap, nama guaiabero berasal dari kata guayaba. Dalam bahasa spanyol guayaba punya arti jambu biji. Itulah alasan di balik penamaan guaiabero karena kesukaannya terhadap jambu biji.

Meski begitu, makanannya tidak hanya terbatas pada jambu biji saja. Guaiabero merupakan spesies burung pemakan buah (frugivora). Makanannya terdiri dari biji dan buah ara, berbagai buah beri, buah dari tanaman merambat, dan buah dari pohon budidaya seperti jambu biji, pepaya, dan lain-lain. Saat mencari makan, burung ini bergerak lincah menyusuri ranting-ranting pohon dan sulur tanaman merambat untuk memetik buah yang matang.

5. Populasinya mengalami penurunan akibat tutupan hutan yang semakin berkurang

Populasi guaiabero kini mengalami penurunan.
Populasi guaiabero kini mengalami penurunan. (commons.wikimedia.org/Luke Marcos Imbong)

Saat ini guaiabero masih berstatus sebagai spesies berisiko rendah terancam punah atau least concern menurut IUCN. Namun, bukan berarti spesies ini sepenuhnya aman. IUCN mencatat bahwa populasi guaiabero diperkirakan terus mengalami penurunan.

Para peneliti menduga bahwa salah satu penyebab utamanya adalah berkurangnya tutupan hutan di Filipina. Dalam sepuluh tahun terakhir, luas tutupan pohon di wilayah persebarannya diperkirakan menyusut sekitar 5,5 persen. Karena guaiabero memiliki ketergantungan yang cukup tinggi terhadap habitat hutan, hilangnya kawasan tersebut diduga menyebabkan populasinya menurun sekitar 1–19 persen dalam periode yang sama.

Itulah lima fakta menarik tentang guaiabero. Mulai dari kalung biru yang menghiasi lehernya, asal-usul namanya yang berkaitan dengan jambu biji, hingga statusnya sebagai burung endemik Filipina, guaiabero menjadi salah satu burung nuri paling unik di Asia Tenggara. Meski saat ini belum tergolong terancam punah, pelestarian hutan tetap menjadi kunci agar burung cantik ini terus menghuni hutan-hutan Filipina di masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More