Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Somateria Fischeri, si Bebek Arktik dengan Wajah Ikonik

Somateria fischeri
somateria fischeri (commons.wikimedia.org/Olaf Oliviero Riemer)
Intinya sih...
  • Warna wajahnya sangat ikonik, terutama saat musim kawin
  • Merupakan penyelam ulung di perairan dingin dengan bulu tebal dan lapisan minyak
  • Migrasi yang sangat panjang, vokalisasi unik, dan status rentan karena perubahan iklim Arktik
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Somateria fischeri, atau King Eider, adalah salah satu bebek paling mencolok yang hidup di kawasan Arktik. Penampilannya langsung memikat berkat pola warna unik di wajah dan kepalanya. Bentuk paruhnya yang tidak biasa juga menjadikan spesies ini mudah dikenali dari jauh.

Meski hidup di daerah yang ekstrem, Somateria fischeri justru berkembang dengan sangat baik di habitat bersalju yang keras. Burung ini mampu beradaptasi dengan suhu rendah dan kondisi alam yang sulit. Yuk, kita telusuri 5 fakta menarik bebek dengan wajah ikonik ini!

1. Wajahnya memiliki warna yang sangat ikonik

Somateria fischeri
somateria fischeri (commons.wikimedia.org/Olaf Oliviero Riemer)

Warna wajah Somateria fischeri adalah salah satu ciri yang paling dikenal dari spesies ini. Jantan memiliki kombinasi biru pucat, kuning, dan hitam yang membentuk pola kontras mencolok. Bagian kulit di sekitar paruhnya terlihat seperti topeng alami yang membuatnya tampak eksotis.

Pada musim kawin, warna-warna ini menjadi semakin terang. Dilansir U.S. Fish & Wildlife Service, hal ini membantu menarik pasangan betina yang biasanya memiliki warna lebih suram. Penampilan dramatis ini membuat Somateria fischeri sering muncul dalam foto-foto alam liar Arktik.

2. Ahli menyelam di perairan dingin

Somateria fischeri
somateria fischeri (commons.wikimedia.org/USFWSAlaska)

Somateria fischeri merupakan penyelam ulung yang mampu mencari makan di bawah permukaan laut. Mereka dapat menyelam cukup dalam untuk mencari moluska, krustasea, atau invertebrata kecil. Adaptasi ini membuat mereka sangat bergantung pada ekosistem laut.

Audubon menyebutkan bahwa bulu mereka yang tebal membantu menjaga suhu tubuh saat menyelam di perairan es. Struktur bulunya juga memilki lapisan minyak yang membuatnya tahan air. Kemampuan ini memungkinkan Somateria fischeri bertahan di lingkungan yang bagi burung lain mungkin mematikan.

3. Migrasinya termasuk yang terjauh di antara bebek laut

Somateria fischeri
somateria fischeri (inaturalist.org/eric gofreed)

Setiap tahun, Somateria fischeri melakukan perjalanan migrasi yang sangat panjang. Spectacled Eider movements menginformasikan bahwa mereka bermigrasi antara wilayah tundra tempat berkembang biak dan lautan terbuka tempat mereka mencari makan. Rute ini bisa mencapai ribuan kilometer melewati wilayah Arktik yang sulit.

Migrasi ini dilakukan dalam kelompok besar yang terbang rendah di atas permukaan laut. Perjalanan ini membutuhkan energi besar, sehingga mereka sangat bergantung pada kondisi cuaca. Ketahanan mereka menjadikannya salah satu spesies bebek laut dengan migrasi paling spektakuler.

4. Vokalisasinya lembut dan berbeda antara jantan dan betina

Somateria fischeri
somateria fischeri (inaturalist.org/Илья Уколов)

Somateria fischeri memiliki vokalisasi yang cukup unik dibandingkan sebagian besar bebek laut lain. Dilansir BIRDA, betina biasanya mengeluarkan suara growl atau croak yang rendah dah serak, terutama ketika merasa waspada atau berkomunikasi dengan anaknya. Sementara itu, jantan mengeluarkan suara crooning yang lembut selama interaksi sosial.

Pada musim kawin, jantan sering menghasilkan serangkaian panggilan bernada rendah untuk menarik perhatian betina. Suara ini terdengar halus dan berirama, meski tidak secerah siulan pada beberapa spesies bebek lain. Perbedaan vokal ini membantu peneliti mengenali keberadaan mereka saat survei di habitat tundra maupun laut.

5. Termasuk spesies rentan dan populasinya terus menurun

Somateria fischeri
somateria fischeri (inaturalist.org/doug_clarke)

Somateria fischeri saat ini dikategorikan sebagai Vulnerable (Rentan) oleh IUCN. Penurunan populasi terutama disebabkan oleh perubahan iklim Arktik yang memengaruhi habitat pesisir tempat mereka berkembang biak. Gangguan tambahan seperti perburuan dan polusi minyak juga memperburuk kondisi.

Karena hidupnya sangat bergantung pada laut dingin utara, perubahan kecil pada ekosistem dapat berdampak besar pada kelangsungan spesies ini. Upaya konservasi sedang dilakukan di beberapa wilayah untuk memantau sarang dan melindungi habitat. Status rentannya menunjukkan betapa pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan Arktik bagi spesies cantik ini.

Somateria fischeri adalah salah satu spesies bebek Arktik yang paling unik dan menawan secara visual maupun biologis. Dari perilakunya yang ekstrem hingga penampilan khasnya, burung ini menunjukkan bagaimana kehidupan dapat beradaptasi di lingkungan paling keras di bumi. Memahami keistimewaannya bukan hanya menambah wawasan, tetapi juga mengingatkan kita pentingnya menjaga ekosistem Arktik agar tetap lestari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More

5 Fakta Mengejutkan Mauna Kea, Gunung Suci Rebutan Peneliti!

29 Nov 2025, 10:49 WIBScience