Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Sooty Shearwater, Burung yang Menghadapi Ancaman di Habitatnya
Sooty Shearwater (commons.wikimedia.org/Sabine's Sunbird)
  • Sooty shearwater bermigrasi hingga sekitar 64.000 kilometer per tahun, menyeberangi Pasifik dan Atlantik untuk mengikuti perairan kaya makanan sebelum kembali berkembang biak di belahan Bumi selatan.
  • Burung laut ini mampu menyelam hingga sekitar 67 meter untuk menangkap ikan kecil, cumi-cumi, dan krustasea; saat berkembang biak, mereka bersarang dalam lubang tanah di pulau terpencil.
  • Perubahan kondisi laut, risiko terjerat alat tangkap perikanan, serta predator invasif seperti tikus dan kucing liar mengancam telur dan anak sooty shearwater di koloni.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sooty shearwater (Ardenna grisea) merupakan burung laut yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di perairan terbuka. Spesies dari famili Procellariidae ini dikenal karena kemampuan migrasinya yang luar biasa, dengan perjalanan tahunan melintasi berbagai samudra untuk mencari makanan dan kembali ke lokasi berkembang biak.

Meski mampu menjelajahi wilayah laut yang sangat luas, sooty shearwater tetap menghadapi ancaman di habitatnya. Perubahan kondisi laut, aktivitas perikanan, serta predator yang mengganggu koloni perkembangbiakannya dapat memengaruhi kelangsungan hidup burung ini. Yuk, kenali lima fakta tentang sooty shearwater dan berbagai tantangan yang dihadapinya!

1. Menempuh puluhan ribu kilometer melintasi samudra

Sooty Shearwater (commons.wikimedia.org/Mike Baird)

Sooty shearwater melakukan perjalanan migrasi melingkar berbentuk angka delapan melalui Samudra Pasifik dan Samudra Atlantik. Dilansir laman All About Birds, dalam kondisi optimal, sooty shearwater yang sedang bermigrasi dapat menempuh lebih dari 1.600 kilometer dalam sehari dengan memanfaatkan angin laut selama penerbangan.

Total perjalanan tahunannya bahkan dapat mencapai sekitar 64.000 kilometer. Dari wilayah perkembangbiakan di belahan Bumi selatan, burung ini bergerak menuju perairan Pasifik Utara dan Atlantik Utara sebelum kembali ke wilayah selatan. Pergerakan migrasi tersebut melewati kawasan khatulistiwa untuk mencari perairan yang kaya akan sumber makanan.

Di Pasifik, burung ini dapat mencapai wilayah perairan di sekitar Jepang hingga Alaska, sedangkan rute Atlantiknya membawanya menuju kawasan Eropa dan Amerika Utara. Perpindahan mengikuti perubahan musim tersebut membuat sooty shearwater menghabiskan sebagian besar waktunya di laut lepas.

2. Mampu menyelam untuk menangkap mangsa

Sooty Shearwater (commons.wikimedia.org/DKRKaynor)

Jangkauan jelajah yang luas didukung kemampuan fisik spesies ini dalam mencari makanan di laut. Dilansir laman Audubon, burung tersebut mampu menyelam hingga kedalaman sekitar 67 meter untuk mengejar mangsa di bawah permukaan air. Pakan utamanya mencakup ikan kecil, cumi-cumi, hingga krustasea.

Tubuh yang ramping dan sayap yang kuat membantu mereka bergerak di dalam maupun di atas air. Sooty shearwater juga dapat mencari makanan bersama kelompok besar ketika menemukan perairan yang kaya nutrisi. Kawanan dalam jumlah besar sering berkumpul di sekitar sumber pakan yang melimpah.

3. Membuat sarang di dalam tanah pulau terpencil

Ilustrasi burung yang berkembang biak di lubang tanah (commons.wikimedia.org/Coward, T. A.)

Setelah menghabiskan waktu di laut, burung ini kembali ke daratan untuk berkembang biak. Dilansir laman New Zealand Birds Online, sarang dibuat di dalam lubang tanah pada pulau-pulau terpencil yang menjadi lokasi koloninya. Aktivitas di sekitar sarang umumnya berlangsung pada malam hari untuk mengurangi risiko serangan predator.

Kedua induk berbagi tugas untuk mengerami satu butir telur selama sekitar dua bulan. Setelah menetas, induk secara bergantian mencari makanan di laut untuk anaknya. Pakan yang dibawa kembali berupa hasil tangkapan laut kemudian diberikan kepada anak di dalam sarang. Anak burung akan tetap berada di dalam lubang hingga cukup besar untuk meninggalkan sarang.

4. Anak burungnya dipanen dalam tradisi masyarakat lokal

Sooty Shearwater (commons.wikimedia.org/DKRKaynor)

Keberadaan koloni yang besar di sejumlah pulau turut berkaitan dengan tradisi masyarakat lokal. Dilansir laman New Zealand Birds Online, masyarakat Rakiura Māori memiliki praktik pemanenan tradisional anak burung yang dikenal sebagai muttonbirding. Kegiatan tersebut dilakukan secara berizin pada periode tertentu di sejumlah pulau sekitar Stewart Island.

Anak burung diambil langsung dari dalam lubang tanah dan kemudian dimanfaatkan sebagai sumber pangan. Praktik tersebut telah berlangsung secara turun-temurun dan memiliki aturan tersendiri dalam pengelolaan wilayah pemanenan. Kuota serta waktu pengambilan diatur untuk menjaga keberlangsungan koloni.

5. Menghadapi berbagai ancaman di habitatnya

Sooty Shearwater (commons.wikimedia.org/marlin harms)

Meskipun memiliki populasi yang besar, spesies ini tetap menghadapi sejumlah ancaman. Merujuk laman Audubon, perubahan kondisi laut dapat memengaruhi ketersediaan makanan dan mengganggu keberhasilan burung dalam mencari pakan. Aktivitas perikanan komersial juga menjadi salah satu risiko karena burung dapat terjerat alat tangkap ketika mencari makanan di sekitar kapal.

Ancaman lain muncul di lokasi perkembangbiakan, terutama dari predator invasif seperti tikus dan kucing liar. Hewan tersebut dapat memangsa telur maupun anak burung di dalam koloni. Berbagai upaya pengelolaan habitat dan pengurangan risiko tangkapan sampingan diperlukan untuk menjaga populasi sooty shearwater di alam.

Sooty shearwater masih menghadapi ancaman dari aktivitas perikanan, perubahan kondisi laut, dan predator di lokasi perkembangbiakan. Pengelolaan habitat serta perlindungan koloni diperlukan untuk menjaga keberlangsungan populasi burung laut ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article