Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Teater Minack, Panggung Terbuka yang Menghadap Samudra

5 Fakta Teater Minack, Panggung Terbuka yang Menghadap Samudra
Teater Minack (commons.wikimedia.org/Alan Caines)
Intinya Sih
  • Teater Minack di Cornwall awalnya dibangun oleh Rowena Cade untuk satu pertunjukan drama Shakespeare, namun berkembang menjadi teater terbuka terkenal dengan pemandangan laut yang menakjubkan.
  • Pembangunan teater dilakukan secara manual oleh Rowena bersama dua rekannya, menggunakan batu dan pasir untuk membentuk panggung serta tempat duduk di atas tebing granit.
  • Hingga kini, Teater Minack tetap aktif menggelar berbagai pertunjukan dan menjadi destinasi wisata populer berkat perpaduan fungsi budaya serta keindahan alam sekitarnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Teater biasanya identik dengan bangunan tertutup yang dirancang khusus untuk menggelar berbagai pertunjukan seni. Namun, tidak semua teater dibangun dengan konsep yang sama. Di Cornwall, Inggris, terdapat Teater Minack, sebuah teater terbuka yang berdiri di atas tebing dan menawarkan pemandangan samudra yang memukau sebagai latar alaminya.

Di balik pemandangannya yang indah, Teater Minack memiliki sejarah yang tidak kalah menarik. Mulai dari alasan pembangunannya hingga asal-usul namanya, ada sejumlah fakta unik yang membuat teater ini dikenal hingga sekarang. Yuk, simak fakta-faktanya berikut ini.

1. Awalnya dibuat untuk satu pertunjukan saja

Teater Minack pada masa awal perkembangannya.
Teater Minack pada masa awal perkembangannya. (commons.wikimedia.org/Chris Coleman)

Teater Minack berawal dari kebutuhan sederhana untuk menggelar pementasan drama Shakespeare berjudul The Tempest pada awal 1930-an. Saat kelompok teater setempat mencari lokasi yang sesuai untuk pertunjukan tersebut, Rowena Cade menawarkan kebun miliknya di kawasan Minack, Cornwall. Kebun tersebut dipilih karena dinilai cocok untuk menggelar pertunjukan di ruang terbuka.

Menariknya, tempat itu pada awalnya hanya disiapkan untuk satu pertunjukan saja. Rowena kemudian membuat area panggung dan tempat duduk sederhana agar pementasan dapat berlangsung dengan baik. Namun, pertunjukan tersebut mendapat respons positif sehingga lokasi itu terus digunakan untuk pementasan berikutnya. Dari sinilah Teater Minack perlahan berkembang menjadi sebuah teater yang dikenal luas seperti sekarang.

2. Dibangun oleh seorang wanita yang dibantu dua rekannya

Nama Rowena Cade diabadikan di Teater Minack.
Nama Rowena Cade diabadikan di Teater Minack. (commons.wikimedia.org/Trish Steel)

Teater Minack dibangun atas gagasan Rowena Cade, seorang perempuan yang pindah ke Cornwall pada awal 1920-an. Setelah menawarkan lahannya untuk sebuah pertunjukan teater, ia melihat perlunya area panggung dan tempat duduk yang lebih layak. Dari situlah ia mulai mengembangkan lokasi tersebut menjadi sebuah teater terbuka. Dalam prosesnya, Rowena tidak bekerja sendirian. Ia dibantu oleh tukang kebunnya, Billy Rawlings, serta seorang pria setempat bernama Charles Angove.

Pembangunan teater ini dilakukan secara manual tanpa alat berat. Rowena dan kedua rekannya memotong serta memindahkan batu-batu besar dengan peralatan sederhana untuk membentuk area tempat duduk. Mereka juga menggunakan beton dan pasir untuk membangun berbagai bagian teater. Pekerjaan tersebut tidak selesai dalam waktu singkat karena Rowena terus mengembangkan Teater Minack selama bertahun-tahun, bahkan hingga usianya sudah lebih dari 80 tahun.

3. Arti namanya sangat akurat dengan lokasinya

Nama Minack berarti "tempat berbatu" dalam bahasa Cornish.
Nama Minack berarti "tempat berbatu" dalam bahasa Cornish. (commons.wikimedia.org/nick macneill)

Nama "Minack" ternyata memiliki makna yang sangat sesuai dengan lokasi teater ini. Kata "Minack" berasal dari bahasa Cornish, yaitu meynek, yang berarti "tempat berbatu" atau "daerah berbatu".

Makna tersebut menggambarkan kondisi geografis kawasan Minack yang dipenuhi batuan granit dan tebing berbatu. Karena itulah, nama Minack dianggap sangat tepat untuk lokasi ini, bahkan jauh sebelum teater terkenal tersebut berdiri di sana.

4. Laut menjadi bagian dari panggung

Laut menjadi latar alami pertunjukan di Teater Minack.
Laut menjadi latar alami pertunjukan di Teater Minack. (pixabay.com/Klaus Stebani)

Salah satu hal yang membuat Teater Minack begitu istimewa adalah lokasinya yang berada di antara tebing-tebing granit dan menghadap langsung ke laut. Berbeda dengan teater pada umumnya yang menggunakan latar buatan, teater ini memanfaatkan pemandangan alam sebagai bagian dari desain panggungnya. Dari area tempat duduk, penonton dapat melihat hamparan laut yang membentang di kejauhan.

Keberadaan laut di sekitar teater juga menciptakan suasana yang sulit ditemukan di tempat lain. Saat pertunjukan berlangsung, suasana alam di sekitar teater turut menambah kesan yang berbeda bagi penonton. Perpaduan antara pertunjukan, tebing berbatu, dan laut lepas membuat suasana pementasan terasa lebih hidup dan berkesan bagi para penonton.

5. Tetap aktif digunakan hingga sekarang

Teater Minack masih digunakan untuk berbagai pertunjukan hingga kini.
Teater Minack masih digunakan untuk berbagai pertunjukan hingga kini. (commons.wikimedia.org/Chris Gorringe)

Meski sudah berdiri sejak awal 1930-an, Teater Minack terus digunakan untuk berbagai pertunjukan. Setiap tahunnya, teater ini menggelar beragam acara, mulai dari drama, musikal, hingga pertunjukan musik. Keberadaannya sebagai teater aktif membuat tempat ini tetap menjadi bagian penting dari dunia seni pertunjukan di Cornwall.

Selain menjadi tempat pertunjukan, Teater Minack juga dikenal sebagai salah satu destinasi wisata populer di kawasan tersebut. Banyak pengunjung datang untuk menyaksikan pertunjukan atau sekadar melihat langsung teater yang unik ini. Perpaduan antara fungsi budaya dan daya tarik wisatanya membuat Teater Minack tetap dikenal dan banyak dikunjungi hingga saat ini.

Dari sebuah lokasi yang awalnya hanya disiapkan untuk satu pertunjukan, Teater Minack telah berkembang menjadi tempat yang dikenal banyak orang. Keunikan sejarah, lokasi, dan kisah di baliknya menjadikan teater ini lebih dari sekadar tempat pementasan, tetapi juga salah satu landmark budaya yang menarik untuk dikunjungi dan dipelajari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna

Related Articles

See More