Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Teatro di San Carlo, Gedung Opera Tertua di Dunia

potret Teatro di San Carlo
potret Teatro di San Carlo (commons.wikimedia.org/Diego Delso)
Intinya sih...
  • Teatro di San Carlo merupakan gedung opera tertua dan masih aktif di Napoli, Italia sejak 1737.
  • Meskipun mengalami kebakaran besar pada 1816, gedung ini dibangun ulang dalam waktu sembilan bulan.
  • Gedung ini dikenal memiliki akustik terbaik di dunia dan memiliki interior mewah khas kerajaan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Teatro di San Carlo merupakan gedung opera bersejarah yang memiliki posisi penting dalam dunia seni pertunjukan. Terletak di Napoli, Italia, gedung ini dikenal luas sebagai gedung opera tertua di dunia yang masih aktif hingga saat ini. Keberadaannya tidak hanya mencerminkan panjangnya sejarah opera, tetapi juga menunjukkan bagaimana warisan budaya dapat terus dipertahankan.

Selain nilai sejarahnya, Teatro di San Carlo juga menyimpan berbagai fakta menarik yang membuatnya berbeda dari gedung opera lainnya. Mulai dari perjalanan bangunannya, kualitas pertunjukan, hingga kemegahan arsitekturnya, semua memberikan gambaran tentang pentingnya gedung ini dalam dunia seni. Yuk, simak lima fakta uniknya berikut ini.

1. Gedung opera tertua di dunia yang masih aktif

eksterior Teatro di San Carlo, gedung opera tertua di dunia yang masih aktif
eksterior Teatro di San Carlo, gedung opera tertua di dunia yang masih aktif (commons.wikimedia.org/Armando Mancini)

Teatro di San Carlo merupakan gedung opera yang terletak di Napoli, Italia, dan dikenal sebagai gedung opera tertua di dunia yang masih aktif hingga kini. Gedung ini dibuka pada tahun 1737 dan telah digunakan secara berkelanjutan sebagai tempat pertunjukan opera untuk publik sejak pertama kali diresmikan. Keberadaannya bahkan lebih awal dibandingkan gedung opera terkenal lain di Eropa, seperti La Scala di Milan dan La Fenice di Venesia.

Hingga kini, Teatro di San Carlo tetap menjalankan fungsi utamanya sebagai pusat seni pertunjukan dengan menyelenggarakan musim opera dan balet secara rutin setiap tahun. Fakta bahwa gedung ini terus digunakan selama hampir tiga abad menunjukkan peran penting Teatro di San Carlo dalam menjaga keberlangsungan seni opera, sekaligus menjadikannya sebagai bagian hidup dari sejarah budaya Eropa.

2. Pernah terbakar, tapi dibangun ulang dengan cepat

ilustrasi kebakaran Teatro di San Carlo pada tahun 1816
ilustrasi kebakaran Teatro di San Carlo pada tahun 1816 (commons.wikimedia.org/Salvatore Fergola)

Pada 13 Februari 1816, Teatro di San Carlo mengalami kebakaran besar yang menghancurkan hampir seluruh gedung dalam waktu kurang dari satu jam. Api menyebar dengan cepat dan hanya menyisakan dinding luar bangunan. Peristiwa ini menjadi salah satu momen paling dramatis dalam sejarah teater, mengingat pentingnya San Carlo sebagai pusat seni dan budaya di Napoli saat itu.

Meski mengalami kerusakan parah, gedung opera ini tidak dibiarkan lama dalam kondisi terbengkalai. Proses pembangunan ulang segera dilakukan di bawah arahan arsitek Antonio Niccolini dan berhasil diselesaikan hanya dalam waktu sekitar sembilan bulan. Teatro di San Carlo kembali dibuka pada Januari 1817, dengan tetap mempertahankan bentuk khasnya sekaligus menghadirkan sentuhan artistik baru. Kecepatan pembangunan ulang ini menunjukkan betapa besar peran teater ini bagi kehidupan budaya Napoli.

3. Akustiknya dianggap salah satu yang terbaik di dunia

interior Teatro di San Carlo dengan desain tapal kuda yang mendukung kualitas akustik
interior Teatro di San Carlo dengan desain tapal kuda yang mendukung kualitas akustik (commons.wikimedia.org/Udine2812)

Teatro di San Carlo dikenal sebagai salah satu gedung opera dengan kualitas akustik terbaik di dunia. Sejak awal pembangunannya, desain ruang utama yang berbentuk tapal kuda dirancang untuk membantu suara menyebar secara merata ke seluruh ruangan. Dengan ukuran dan proporsi bangunan yang seimbang, suara musik dan vokal dapat terdengar jelas dari berbagai sudut, tanpa perbedaan mencolok antara kursi dekat panggung dan tempat duduk di bagian atas.

Keunggulan akustik ini semakin disempurnakan setelah renovasi pada tahun 1816, ketika langit-langit teater ditinggikan dan interiornya ditata ulang. Detail dekorasi dan material di dalam gedung dirancang untuk menyerap suara dengan baik sehingga tidak menimbulkan gema yang mengganggu. Berkat perpaduan desain arsitektur dan teknik bangunan tersebut, Teatro di San Carlo hingga kini tetap diakui sebagai salah satu gedung opera dengan akustik terbaik di dunia.

4. Interior mewah khas kerajaan

interior Teatro di San Carlo yang megah dengan ornamen emas khas teater kerajaan
interior Teatro di San Carlo yang megah dengan ornamen emas khas teater kerajaan (commons.wikimedia.org/Pask00)

Teatro di San Carlo dibangun sebagai teater kerajaan pada masa Dinasti Bourbon, sehingga interiornya dirancang untuk menampilkan kemewahan dan wibawa penguasa. Letaknya yang terhubung langsung dengan Istana Kerajaan Napoli menunjukkan bahwa gedung ini memang menjadi bagian dari kehidupan istana. Di dalamnya, terdapat deretan kotak penonton bertingkat dan panggung kerajaan khusus yang menegaskan status Teatro di San Carlo sebagai simbol kejayaan budaya dan seni Napoli pada abad ke-18.

Kemewahan interiornya juga tercermin dari pilihan warna dan detail dekorasi. Pada awalnya, Teatro di San Carlo didominasi warna biru dan emas yang merupakan warna resmi keluarga Bourbon. Setelah beberapa kali renovasi, interiornya berubah menjadi perpaduan merah dan emas yang kini identik dengan gedung opera klasik Eropa. Ornamen berlapis emas, ukiran detail, serta tata ruang yang megah menciptakan suasana elegan dan berkelas, sehingga penonton tidak hanya menikmati pertunjukan, tetapi juga keindahan ruang teater itu sendiri.

5. Kapasitasnya besar untuk ukuran abad ke-18

ilustrasi Teatro di San Carlo dengan kapasitas penonton yang besar untuk ukuran zamannya
ilustrasi Teatro di San Carlo dengan kapasitas penonton yang besar untuk ukuran zamannya (commons.wikimedia.org/Rijksmuseum)

Sejak awal pembangunannya pada tahun 1737, Teatro di San Carlo sudah dirancang dengan ukuran yang sangat besar untuk ukuran zamannya. Gedung opera ini memiliki auditorium berbentuk tapal kuda dengan ratusan kotak penonton yang tersusun bertingkat, serta sebuah panggung kerajaan khusus. Jika dihitung termasuk area berdiri, kapasitasnya bisa menampung lebih dari tiga ribu penonton, menjadikannya salah satu gedung opera terbesar di dunia pada abad ke-18.

Besarnya kapasitas ini mencerminkan ambisi Kerajaan Bourbon yang ingin menjadikan Napoli sebagai pusat seni dan musik Eropa. Teatro di San Carlo tidak hanya dibangun untuk kalangan terbatas, tetapi sebagai ruang pertunjukan megah yang dapat menampung banyak orang sekaligus. Karena ukuran, struktur, dan konsepnya yang maju untuk masanya, gedung ini kemudian menjadi acuan bagi pembangunan teater-teater besar lainnya di Italia dan berbagai negara Eropa.

Teatro di San Carlo bukan sekadar gedung opera tua, tetapi simbol kejayaan seni dan budaya yang terus hidup hingga sekarang. Sejarah panjang, desain megah, akustik istimewa, hingga kapasitasnya yang luar biasa menunjukkan bahwa teater ini dirancang jauh melampaui zamannya. Hingga hari ini, Teatro di San Carlo tetap menjadi bukti bahwa warisan budaya bisa bertahan dan terus dinikmati lintas generasi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More

Kenapa Januari Terasa Lama dan Lambat? Ini Penjelasan Sains

20 Jan 2026, 11:33 WIBScience