Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta The Bund, Perpaduan Sempurna Sejarah Kolonial dan Modernitas China
The Bund (commons.m.wikimedia.org/Georgio)
  • The Bund di Shanghai berkembang dari pemukiman kecil pasca Perang Opium menjadi kawasan internasional penting yang mencerminkan sejarah kolonial dan perdagangan global China.
  • Kawasan ini menampilkan 52 bangunan bersejarah bergaya Barat seperti Renaissance, Baroque, dan Art Deco, menjadikannya simbol pertemuan budaya Timur dan Barat.
  • Renovasi besar menjelang Shanghai Expo 2010 menghadirkan fasilitas modern, memperkuat daya tarik The Bund sebagai destinasi wisata yang memadukan sejarah klasik dan panorama futuristik kota.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

The Bund merupakan kawasan tepi sungai paling ikonik di pusat kota Shanghai, tepatnya di sisi barat Sungai Huangpu. Kawasan sepanjang 1,6 kilometer ini menjadi simbol perpaduan unik antara sejarah kolonial dan kemajuan modern yang sangat pesat.

Deretan bangunan tua di sepanjang jalan ini tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga merekam perjalanan Shanghai dari pelabuhan kecil hingga menjadi pusat keuangan dunia. Dengan pemandangan langsung ke gedung pencakar langit di distrik Pudong, The Bund menawarkan panorama yang memukau bagi jutaan pengunjung setiap tahunnya.

1. Awal mula pembentukan kawasan dari pelabuhan kecil

The Bund (commons.m.wikimedia.org/Ermell)

Kawasan The Bund mulai terbentuk setelah Perang Opium Pertama pada tahun 1842, saat Shanghai resmi dibuka untuk perdagangan internasional. Awalnya, lokasi ini hanya berupa pemukiman Inggris yang sederhana di tepian sungai. Pada tahun 1863, wilayah ini bergabung dengan pemukiman Amerika dan membentuk kawasan internasional atau Shanghai International Settlement.

Transformasi besar ini mengubah daerah yang dulunya rawa dan dermaga kecil menjadi pusat perdagangan dunia yang sangat strategis. Nama "Bund" sendiri berasal dari istilah bahasa Hindustani yang berarti tanggul, sementara warga lokal menyebutnya "Waitan" yang berarti tepi luar.

2. Koleksi bangunan bersejarah dengan beragam gaya arsitektur

The Bund (commons.m.wikimedia.org/Gary Todd)

The Bund sering dijuluki sebagai museum arsitektur hidup karena memiliki 52 bangunan bersejarah dengan berbagai gaya khas Barat. Pengunjung bisa menemukan bangunan bergaya Renaissance, Baroque, hingga Art Deco yang sangat populer pada masanya.

Struktur megah ini dibangun antara akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20 oleh para arsitek ternama dari Eropa dan Amerika. Keberagaman desain tersebut menciptakan pemandangan yang harmonis dan unik di sepanjang tepi sungai. Hal ini menjadikan Shanghai sebagai salah satu contoh terbaik pertemuan budaya Timur dan Barat dalam satu lokasi.

3. Pusat keuangan utama Asia Timur di masa lampau

The Bund (commons.m.wikimedia.org/xiquinhosilva)

Antara tahun 1860 hingga 1930, The Bund memegang peran penting sebagai pusat kekuatan ekonomi bagi komunitas asing di Shanghai. Kawasan ini menjadi markas bagi bank-bank besar, perusahaan dagang, serta kantor konsulat dari berbagai negara maju seperti Inggris, Amerika Serikat, hingga Prancis.

Karena banyaknya aktivitas transaksi internasional, kawasan ini sempat dijuluki sebagai "Wall Street dari Timur". Dominasi ekonomi ini membawa kemakmuran besar bagi Shanghai sebelum terjadi perubahan politik besar pada tahun 1949, sekaligus mempertegas posisinya dalam jalur perdagangan global saat itu.

4. Perpaduan mencolok antara sisi klasik dan modern

The Bund (commons.m.wikimedia.org/Georgio)

Salah satu daya tarik utama The Bund adalah kontras pemandangannya yang sangat tajam dengan distrik Lujiazui di Pudong yang berada tepat di seberang sungai. Sisi barat menampilkan deretan bangunan kolonial yang klasik dan bersejarah, sementara sisi timur memamerkan kemegahan gedung pencakar langit modern seperti Shanghai Tower dan Oriental Pearl Tower.

Pemandangan ini seolah menggambarkan perjalanan panjang Shanghai dari masa kolonial menuju era masa depan yang futuristik. Saat malam tiba, lampu-lampu dari kedua sisi sungai menciptakan suasana indah yang menjadikannya lokasi favorit bagi para fotografer dan wisatawan.

5. Wajah baru dan fasilitas wisata yang semakin nyaman

The Bund (commons.m.wikimedia.org/Maple Doctor)

Menjelang ajang Shanghai Expo tahun 2010, kawasan The Bund mengalami renovasi besar-besaran untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung. Area pejalan kaki diperluas, jalur lalu lintas ditata ulang, dan terowongan bawah tanah khusus wisata mulai dibangun.

Saat ini, pengunjung dapat menikmati berbagai fasilitas menarik, seperti kapal pesiar sungai yang mewah atau sekadar berjalan santai di area promenade yang nyaman. Sebagai destinasi wisata utama, The Bund terus menarik jutaan orang setiap tahunnya karena mampu menawarkan pengalaman sejarah sekaligus kehidupan kota modern dalam satu tempat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team