Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Hewan dengan Cara Unik Berkomunikasi Tanpa Suara, Jarang Diketahui!

4 Hewan dengan Cara Unik Berkomunikasi Tanpa Suara, Jarang Diketahui!
ilustrasi cumi-cumi (pexels.com/Pawel Kalisinski)
Intinya Sih
  • Beberapa hewan berkomunikasi tanpa suara melalui warna, gerakan tubuh, dan sinyal kimia untuk menyampaikan informasi penting seperti bahaya atau lokasi makanan.
  • Semut memakai feromon, gurita mengubah warna kulit, lebah menari, dan cumi-cumi memancarkan cahaya sebagai cara unik berinteraksi dengan sesamanya.
  • Cara komunikasi ini menunjukkan adaptasi luar biasa tiap spesies dalam bertahan hidup di lingkungan berbeda tanpa bergantung pada suara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Komunikasi merupakan bagian penting dalam kehidupan hewan untuk memperingatkan bahaya, mencari makanan, mencari pasangan, hingga mempertahankan wilayahnya. Pada saat membahas terkait komunikasi pada hewan, banyak orang mungkin langsung membayangkan suara, seperti auman singa, kicauan burung, hingga lolongan dari serigala.

Nyatanya tidak semua hewan mengandalkan suara untuk bisa menyampaikan informasi terhadap sesamanya. Ada beberapa spesies yang telah mengembangkan cara komunikasi unik melalui perubahan warna, gerakan tubuh, hingga sinyal kimia yang membantu mereka untuk saling berinteraksi secara efektif tanpa harus mengeluarkan suara sedikit pun.

1. Semut berkomunikasi dengan jejak feromon

ilustrasi semut (pexels.com/Poranimm Athithawatthee)
ilustrasi semut (pexels.com/Poranimm Athithawatthee)

Semut dikenal sebagai serangga sosial yang bisa bekerja sama dalam koloni dengan jumlah anggota yang bahkan bisa mencapai ribuan hingga jutaan individu. Untuk bisa memastikan koordinasi terjaga, maka semut kerap menggunakan zat kimia yang disebut feromon sebagai sarana komunikasi utama untuk melakukan berbagai aktivitas sehari-hari.

Pada saat menemukan sumber makanan, maka seekor semut akan meninggalkan adanya jejak feromon di sepanjang jalur yang dilaluinya agar semut lain bisa mengikuti rute serupa. Bukan hanya digunakan untuk menunjukkan lokasi makanan, namun feromon juga berfungsi sebagai penanda wilayah, sinyal bahaya, hingga alat untuk mengenali anggota koloni agar mereka bisa mengaturnya dengan baik.

2. Gurita mengirim pesan melalui perubahan warna tubuh

ilustrasi gurita (pexels.com/Jeffry Surianto)
ilustrasi gurita (pexels.com/Jeffry Surianto)

Gurita memiliki kemampuan luar biasa Untuk mengubah warna dan pola kulitnya dalam hitungan detik saja karena sel khusus yang bisa ditemukan di permukaan tubuhnya. Kemampuan ini bukan hanya digunakan untuk berkamuflase dari predator, namun juga kerap dijadikan sebagai sarana komunikasi dengan gurita lain.

Perubahan warna tertentu sebetulnya menunjukkan kondisi emosional, kesiapan untuk kawin, hingga peringatan agar individu lain bisa menjaga jarak. Dengan memanfaatkan kombinasi warna, gerakan tubuh, hingga pola tubuh, maka gurita bisa menyampaikan adanya informasi penting tanpa harus mengeluarkan suara apa pun.

3. Lebah menari untuk menunjukkan lokasi makanan

ilustrasi lebah madu (pexels.com/susanne marx)
ilustrasi lebah madu (pexels.com/susanne marx)

Lebah madu ternyata memiliki metode komunikasi yang sangat terkenal dan sudah lama dijadikan sebagai objek penelitian dari para ilmuwan. Pada saat menemukan sumber nektar atau serbuk sari yang cukup melimpah, maka lebah pekerja akan kembali ke sarang dan melakukan gerakan khusus yang dikenal sebagai tarian lebah.

Arah, durasi, hingga pola gerakan yang ada dalam tarian tersebut mengandung informasi terkait lokasi sumber makanan yang relatif terhadap posisi Matahari. Dengan metode komunikasi yang unik, maka lebah lain bisa mengetahui dengan pasti ke mana harus terbang untuk bisa menemukan lokasi makanan secara efisien tanpa memerlukan instruksi melalui suara.

4. Cumi-cumi menggunakan kilatan cahaya pada tubuhnya

ilustrasi cumi-cumi (pexels.com/Stephen Leonardi)
ilustrasi cumi-cumi (pexels.com/Stephen Leonardi)

Beberapa spesies cumi-cumi ternyata memiliki kemampuan untuk menghasilkan cahaya melalui organ khusus yang disebut sebagai fotofor. Cahaya yang ada ternyata bisa dipancarkan dalam pola tertentu untuk berkomunikasi dengan sesama cumi-cumi, terutama pada saat berada di perairan yang cukup dalam, gelap, dan sulit dijangkau oleh sinyal visual biasa.

Kilatan cahaya ternyata bisa digunakan untuk menarik pasangan, mengenal individu lain, hingga berusaha mengkoordinasikan pergerakan kelompok pada saat sedang berenang. Kemampuan ini juga menunjukkan bahwa komunikasi yang ada di dunia hewan tidak selalu bergantung pada suara, melainkan bisa berkembang melalui proses adaptasi yang sesuai dengan habitat masing-masing spesies.

Dunia hewan selalu menyimpan berbagai cara komunikasi yang unik dan menakjubkan. Semua hewan-hewan di atas menunjukkan bahwa Informasi yang disampaikan secara efektif sudah harus selalu melalui suara. Keanekaragaman cara komunikasi ini menjadi bukti bahwa setiap spesies memiliki adaptasi luar biasa untuk bertahan hidup.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi

Related Articles

See More