Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Mamalia Memiliki Bokong Paling Unik, Bahkan Jadi Pelindung Diri

5 Mamalia Memiliki Bokong Paling Unik, Bahkan Jadi Pelindung Diri
ilustrasi bokong hewan (unsplash.com/Dmytro Koplyk)
Intinya Sih
  • Lima mamalia seperti wombat, babon, okapi, pronghorn, dan kuda nil punya bentuk serta fungsi bokong unik yang berevolusi untuk bertahan hidup di habitat liar mereka.
  • Wombat memakai bokong kerasnya sebagai perisai alami, babon menunjukkan status reproduksi lewat pembengkakan merah, sementara okapi memanfaatkan pola garis untuk kamuflase dan panduan anaknya.
  • Pronghorn menegakkan rambut putih di bokong sebagai sinyal bahaya ganda visual-aroma, sedangkan kuda nil menyebarkan mikroba penting melalui kotorannya yang berperan menjaga keseimbangan ekosistem air.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Dunia satwa memang tidak pernah kehabisan cara untuk membuat kita tercengang, bahkan lewat bagian tubuh yang paling tidak terduga sekalipun. Jika biasanya bokong hanya dianggap sebagai jalur pembuangan sisa pencernaan, beberapa hewan unik berikut justru memiliki fungsi bokong yang di luar nalar. Mulai dari menjadi senjata pertahanan diri yang tangguh hingga memiliki kemampuan ajaib sebagai pertanda bahaya predator, evolusi telah mengubah bagian belakang mereka menjadi organ multifungsi yang sangat vital.

Pasalnya, keunikan bokong deretan hewan ini membuktikan bahwa bertahan hidup di alam liar membutuhkan adaptasi yang super berbeda. Penasaran apa saja hewan yang punya aset bagian belakang paling nyeleneh dan unik? Yuk, simak ulasan lima hewan mamalia dengan bokong paling unik berikut ini!

1. Wombat, bokong berlapis tulang rawan, senjata penghancur predator

ilustrasi wombat (commons.wikimedia.org/Charles J. Sharp (1951–) )
ilustrasi wombat (commons.wikimedia.org/Charles J. Sharp (1951–) )

Bokong wombat yang keras seperti batu ternyata terbentuk dari empat pelat tulang yang menyatu, lalu dilapisi oleh jaringan tulang rawan, lemak, kulit, dan bulu yang sangat tebal. Struktur anatomi yang unik ini berfungsi sebagai perisai alami untuk melindungi bagian tubuh mereka yang lebih lunak. Ketika merasa terancam oleh predator seperti dingo atau rubah, wombat akan langsung lari ke dalam liang bawah tanah dan menggunakan bokong tebalnya tersebut untuk menyumbat pintu masuk, dikutip dari The Guardian.

Wombat kemungkinan besar bisa memecahkan tengkorak predator hingga pecah, para ahli biologi juga mengungkapkan bahwa belum ada bukti ilmiah terkait hal tersebut. Wombat yang bertubuh besar dan kuat kemungkinan secara tidak sengaja menggilas atau meremukkan sisa-sisa tulang predator yang sudah mati saat mereka sedang membersihkan atau memperluas terowongan tempat tinggalnya. Selain untuk pertahanan, bokong keras ini ternyata punya peran penting dalam kehidupan sosial dan asmara wombat.

 

 

2. Babon, bokong merah menyala yang bengkak

ilustrasi babon (unsplash.com/Howard R Wheeler)
ilustrasi babon (unsplash.com/Howard R Wheeler)

Penelitian terbaru dari Universitas Duke mengungkapkan bahwa ukuran bokong babon betina secara digital menggunakan lensa kamera khusus, peneliti menemukan bahwa betina dengan ukuran bokong super besar ternyata tidak menghasilkan lebih banyak anak selamat dibandingkan dengan betina bertubuh atau berbokong kecil. Menariknya, ukuran bokong yang besar dan merah menyala itu ternyata tidak membuat betina lebih populer atau lebih memikat di mata para pejantan. Babon jantan tidak otomatis langsung mengejar betina yang memiliki ukuran bokong paling besar. Ukuran pembengkakan merah pada bokong babon betina berfungsi sebagai indikator jujur yang menunjukkan secara langsung keadaan reproduksi betina kepada kelompoknya.

3. Okapi, bokong bermotif garis-garis hitam putih

ilustrasi okapi (unsplash.com/Joanna Huang)
ilustrasi okapi (unsplash.com/Joanna Huang)

Okapi merupakan salah satu satwa langka dan unik asal dari hutan hujan ituri Republik Demokratik Kongo. Hewan ini juga kerabat dekat satu-satunya dari jerapah. Dikutip Discover Magazine, meskipun penampilannya sekilas mirip zebra karena memiliki corak garis hitam putih di bagian bokong dan kakinya. Corak garis tersebut merupakan bentuk adaptasi evolusioner yang luar biasa, berfungsi ganda sebagai kamuflase untuk menyatu dengan bayang-bayang dedaunan hutan serta menjadi navigator alami agar anaknya dapat dengan mudah mengenali dan mengikuti langkah induknya di tengah kegelapan hutan hujan yang lebat.

4. Pronghorn, rambut putih di bokong yang mekar

ilustrasi pronghorn (unsplash.com/David Thielen)
ilustrasi pronghorn (unsplash.com/David Thielen)

Pronghorn adalah mamalia unik asli Amerika Utara yang sering keliru disebut antelop, padahal mereka memiliki taksonomi keluarga sendiri karena karakteristik tanduknya yang khas. Keunikan paling mencolok dari hewan ini yaitu pada mekanisme komunikasi daruratnya saat menghadapi ancaman predator. Ketika pronghorn menghadapi bahaya, mereka tidak hanya menegakkan rambut putih di bokongnya (rump patch) hingga mekar seperti suar visual yang mencolok dari kejauhan, tetapi juga secara bersamaan melepaskan aroma alarm khusus dari kelenjar bau di area tersebut untuk memperingatkan kawanannya melalui indra penglihatan dan penciuman sekaligus.

5. Kuda nil

ilustrasi kuda nil (unsplash.com/Greg Flessing)
ilustrasi kuda nil (unsplash.com/Greg Flessing)

Aktivitas dari bagian belakang tubuh kuda  nil bukan sekadar proses pembuangan kotoran biasa, melainkan sebuah mesin pengubah ekosistem yang luar biasa. Kuda nil mampu mengonsumsi hampir 50 kilogram makanan setiap harinya, yang berarti area belakang atau bokong mereka juga aktif memproduksi kotoran dalam jumlah yang sangat masif. Ketika mereka berendam dalam air, kotoran ini dikeluarkan, permukaan air di beberapa tempat bahkan sampai tertutup oleh limbah tersebut. Fenomena unik ini terjadi karena kotoran yang keluar dari bokong kuda nil membawa jutaan bakteri dan mikroba khusus dari dalam pencernaan mereka yang ternyata mampu bertahan hidup di dalam air.

Keunikan anatomi yang dimiliki oleh kelima mamalia ini membuktikan bahwa setiap jengkal tubuh hewan termasuk bagian bokong berevolusi bukan tanpa alasan. Dalam dunia hewan selalu punya cara jenius untuk memadukan fungsi estetika dan efisiensi bertahan hidup dalam bentuk yang paling tak terduga. Mereka juga memiliki tugas untuk menjaga kelestarian habitat mereka dan mempertahankan ekosistem agar seimbang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna

Related Articles

See More