Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Hewan yang Bisa Melihat Cahaya Ultraviolet, Unik Banget!

4 Hewan yang Bisa Melihat Cahaya Ultraviolet, Unik Banget!
ilustrasi kupu-kupu (pexels.com/JÉSHOOTS)
Intinya Sih
  • Beberapa hewan memiliki kemampuan melihat cahaya ultraviolet berkat struktur mata dan reseptor khusus yang tidak dimiliki manusia.
  • Lebah, rusa, burung pemangsa, dan kupu-kupu memanfaatkan penglihatan ultraviolet untuk mencari makanan, mengenali lingkungan, berburu, serta berkomunikasi.
  • Kemampuan ini membantu hewan-hewan tersebut bertahan hidup lebih efisien dan menunjukkan bahwa dunia visual mereka jauh lebih kompleks dari manusia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Manusia hanya bisa melihat sebagian kecil dari spektrum cahaya yang ada di alam bebas. Nyatanya, ada berbagai jenis cahaya lain seperti inframerah dan UltraViolet yang justru tidak bisa dideteksi tanpa bantuan alat khusus lainnya oleh mata manusia.

Satu hal menarik adalah beberapa hewan ternyata memiliki kemampuan visual yang dinilai jauh lebih canggih jika dibandingkan dengan manusia. Hal ini karena struktur mata dan reseptor cahaya yang berbeda, sehingga membuat ada beberapa hewan yang bisa melihat cahaya UltraViolet dan memanfaatkannya untuk mencari makanan, berkomunikasi, hingga menghindari predator.

1. Lebah menggunakan cahaya UltraViolet untuk menemukan bunga

ilustrasi ratu lebah (unsplash.com/Christoph)
ilustrasi ratu lebah (unsplash.com/Christoph)

Lebah ternyata merupakan salah satu hewan yang paling dikenal memiliki kemampuan untuk melihat cahaya UltraViolet secara langsung. Mata majemuk yang dimiliki lebah ternyata memiliki reseptor khusus yang memungkinkan mereka untuk bisa mendeteksi adanya pola-pola UltraViolet pada bagian kelopak bunga yang mungkin tidak terlihat secara langsung oleh manusia.

Bagi lebah, banyak bunga yang sebetulnya memiliki petunjuk visual yang berupa pola UltraViolet dan membantu mereka untuk mengarahkannya ke sumber nektar. Kemampuan ini seolah membuat lebah memiliki kemampuan untuk menghemat energi pada saat mencari makanan, sekaligus meningkatkan efisiensi dalam proses penyerbukan yang sangat penting untuk ekosistem.

2. Rusa bisa mendeteksi cahaya UltraViolet di lingkungannya

ilustrasi rusa (pexels.com/SM Production)
ilustrasi rusa (pexels.com/SM Production)

Rusa ternyata memiliki kemampuan untuk melihat spektrum cahaya yang jauh lebih luas jika dibandingkan manusia, termasuk sebagian cahaya ultraviolet. Adaptasi ini ternyata sangat berguna karena ada berbagai aktivitas rusak yang berlangsung pada waktu fajar dan senja ketika kondisi cuaca relatif rendah.

Kemampuan untuk mendeteksi cahaya UltraViolet dapat membantu rusa untuk mengenali adanya objek dan juga pergerakan di lingkungan yang terlihat redup bagi manusia. Selain itu, ada pula beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa kemampuan ini ternyata memungkinkan rusa untuk melihat adanya jejak urine atau tanda-tanda tertentu yang kerap memantulkan cahaya ultraviolet.

3. Burung pemangsa memanfaatkan cahaya UltraViolet untuk berburu

ilustrasi elang (unsplash.com/Mathew Schwartz)
ilustrasi elang (unsplash.com/Mathew Schwartz)

Ada beberapa jenis burung pemangsa, seperti elang dan alap-alap tertentu yang diketahui memiliki kemampuan untuk melihat cahaya UltraViolet. Kemampuan ini sebetulnya bisa membantu mereka untuk mendeteksi adanya jejak yang kerap ditinggalkan hewan kecil, terutama mamalia pengerat yang kerap menjadi mangsa utama.

Urine hewan pengerat ternyata kerap memantulkan cahaya UltraViolet yang dapat terlihat lebih jelas bagi burung pemangsa yang terbang di atas area perburuan. Justru dengan bantuan kemampuan tersebut, maka mereka bisa dengan mudah menemukan lokasi yang kerap dilalui mangsa tanpa harus mengandalkan penglihatan biasa semata.

4. Kupu-kupu menggunakan cahaya UltraViolet untuk berkomunikasi

ilustrasi kupu-kupu (pexels.com/Zett Foto)
ilustrasi kupu-kupu (pexels.com/Zett Foto)

Kupu-kupu tidak hanya memiliki warna-warna yang terlihat indah di mata manusia, namun juga pola UltraViolet yang tersembunyi pada bagian sayap mereka. Pola tersebut berapa kali tidak terlihat oleh mata manusia, namun sebetulnya bisa terlihat jelas oleh kupu-kupu lain yang memiliki kemampuan untuk mendeteksi cahaya UltraViolet.

Pola UltraViolet pada setiap sayap kupu-kupu ternyata berfungsi sebagai alat komunikasi visual untuk mengenali pasangan, membedakan adanya spesies, hingga mendukung proses reproduksi. Justru kupu-kupu bisa dengan mudah berinteraksi secara lebih efektif, walau manusia tidak menyadari adanya sinyal visual tersebut.

Kemampuan melihat cahaya UltraViolet memang membawa keuntungan tersendiri bagi hewan dalam menjalankan kehidupannya di alam bebas. Hewan-hewan di atas seolah memanfaatkan kemampuan tersebut untuk mencari makanan, berkomunikasi, hingga meningkatkan peluang bertahan hidup dengan baik. Fakta ini juga menunjukkan bahwa dunia yang sering dilihat oleh hewan ternyata jauh lebih kaya dan kompleks dibandingkan apa yang terlihat oleh mata manusia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna

Related Articles

See More