Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Unik Cheetah, Predator Darat Tercepat di Dunia
cheetah (commons.wikimedia.org/AfricanConservation/CC BY-SA 4.0)
  • Cheetah dikenal sebagai hewan darat tercepat di dunia, mampu mencapai 96 km/jam dalam tiga detik, namun memiliki stamina rendah dan mudah kelelahan setelah berlari.
  • Berbeda dari kucing besar lain, cheetah termasuk genus Acinonyx yang lebih dekat dengan kucing kecil, hanya bisa mendengkur dan cenderung pemalu terhadap manusia.
  • Cheetah berburu pada siang hari, hanya memakan daging segar hasil buruannya, jarang minum air karena mendapat cairan dari mangsa dan mampu bertahan hingga sepuluh hari tanpa minum.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Siapa yang tidak kenal dengan predator darat tercepat di dunia? Cheetah (Acinonyx jubatus) adalah nama yang sangat familiar di telinga banyak orang, Afrika menjadi rumah mereka yang menyebar ke sebagian kecil wilayah Asia. Mereka dikenal memiliki tubuh ramping yang memudahkan untuk berlari kencang. Membedakannya dengan macan tutul atau jaguar juga sangat mudah, selain dengan melihat bentuk badan, air mata hitam abadi menjadi identitas paling mencolok yang dimiliki oleh cheetah.

Selain itu, cheetah juga memiliki beberapa fakta unik lainnya yang menarik untuk dibahas, lho. Penasaran ada apa saja? Yuk, simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

1. Hewan darat tercepat yang staminanya mudah habis

cheetah (commons.wikimedia.org/Alexander Klink/CC BY 4.0)

Kecepatan yang dimiliki oleh cheetah memang selalu membuat banyak orang takjub. Pasalnya, mereka hanya membutuhkan waktu kurang dari tiga detik untuk melesat mencapai kecepatan 60 mph (sekitar 96 kilometer per jam), seperti yang dijelaskan pada laman Kiwoito Africa Safaris. Hal ini didukung karena proporsi tubuh cheetah yang fleksibel dan ringan. Mereka juga memiliki paru-paru besar dan juga cakar lurus untuk menjadi penyeimbang saat berada di kecepatan maksimal.

Di balik kemampuan yang luar biasa itu, cheetah ternyata memiliki daya tahan tubuh atau stamina yang sangat buruk. Ketika mereka selesai berlari, suhu tubuhnya bisa naik dalam waktu yang singkat. Bahkan, ketika mereka memaksa lari di batas maksimal kekuatan tubuhnya, cheetah kemungkinan bisa mengalami panas ekstrem yang berakibat fatal.

2. Bukanlah kelompok kucing besar sejati

cheetah (commons.wikimedia.org/Charles J. Sharp/CC BY-SA 4.0)

Meskipun ukuran tubuhnya seperti kucing besar, faktanya cheetah adalah spesies kucing yang ada dalam genus Acinonyx. Cheetah juga lebih dekat dengan kucing kecil dalam subfamili Felinae (mencakup cheetah, puma, bobcat, dan kucing kecil lainnya). Secara fisik, memang sangat sulit untuk mengetahui bahwa cheetah bukanlah kelompok kucing besar, tetapi secara perilaku, mendukung fakta bahwa cheetah memang benar seperti kucing kecil.

Alih-alih memiliki suara auman yang menggelegar, cheetah hanya bisa mengeluarkan suara dengkuran saja atau kicauan bernada tinggi. Perbedaan ini dikarenakan cheetah memiliki tulang hyoid (bagian depan leher) yang kaku, sehingga tidak mengeluarkan suara auman seperti singa atau harimau. Mereka juga dikenal karena jarang sekali menyerang manusia hingga berakibat kematian, cheetah adalah hewan pemalu yang lebih memilih menghindari kontak fisik dengan manusia.

3. Pemburu siang hari

cheetah (commons.wikimedia.org/Charles J. Sharp/CC BY-SA 4.0)

Perilaku berburu cheetah dengan kucing besar lainnya juga ternyata berbanding terbalik, lho. Melansir laman Emdoneni Lodge dan Cheetah Conservation Fund, cheetah lebih memilih untuk aktif berburu pada siang hari (diurnal). Waktunya juga tidak seharian penuh pada siang hari, mereka biasanya lebih sering terlihat berburu pada pagi hari atau menjelang sore hari untuk menghindari terik matahari.

Keuntungan ini jelas membawa keamanan berburu tingkat tinggi bagi cheetah. Sebagian besar predator puncak di Afrika seperti singa dan hyena akan beristirahat. Berburu pada siang hari juga lebih memudahkan cheetah untuk mendapatkan mangsa karena bantuan cahaya matahari.

4. Diet yang sangat bersih

cheetah (commons.wikimedia.org/AfricanConservation/CC BY-SA 4.0)

Bisa dikatakan, cheetah adalah salah satu predator yang sangat higienis dalam hal makanan. Mereka sama sekali tidak akan menyentuh bangkai, dan hanya memakan daging segar dari hasil buruan mereka. Berbeda dengan singa dan hyena yang tidak mempermasalahkan memakan bangkai, cheetah memiliki sistem pencernaan sensitif yang harus dijaga.

Hal ini juga cukup berkaitan dengan stamina mereka yang cepat habis. Saat berhasil melumpuhkan mangsanya, cheetah biasanya akan berdiam diri hingga napasnya kembali stabil, baru mulai makan. Mereka juga bukan hewan yang sensitif dengan keadaan sekitar saat sedang makan, justru mereka akan rela meninggalkan mangsanya ketika predator lainnya mendekat karena mencium darah segar.

5. Jarang sekali meminum air

cheetah (commons.wikimedia.org/Manjithkaini/CC BY-SA 2.5)

Kehidupan di lingkungan Afrika memang tidak mudah, karena dikenal sangat gersang dan memiliki sumber daya air yang terbatas. Namun, hal ini tidak membuat cheetah tidak kesulitan bertahan hidup, mereka memiliki kemampuan adaptasi tinggi terhadap keterbatasan di lingkungannya. Tercatat bahwa mereka mampu hidup tanpa minum selama 3 hingga 10 hari lamanya. Laman A-Z Animals juga menyebutkan bahwa cheetah hanya meminum air sekali setiap beberapa hari sekali (biasanya sekitar 4-10 hari).

Sebagai karnivor sejati, mangsa yang diburu oleh cheetah memiliki darah dan cairan yang sangat berpengaruh bagi tubuhnya. Itulah yang membuat cheetah mampu hidup tanpa air selama berhari-hari hari. Keuntungan ini juga sebenarnya membuat cheetah itu sendiri aman. Jika mereka sering mengambil air untuk minum, itu bisa saja sangat bahaya karena sudah dipastikan dihuni oleh banyak predator bahaya.

Itu dia lima fakta unik yang dimiliki oleh cheetah. Gimana, seru kan? Mulai dari hewan darat tercepat dengan stamina yang mudah habis hingga mampu bertahan selama berhari-hari tanpa air. Semoga ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan baru untuk banyak orang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article