Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apakah Burung Bisa Mencium Aroma Makanan? Ini Fakta Ilmiahnya

Apakah Burung Bisa Mencium Aroma Makanan? Ini Fakta Ilmiahnya
Burung blue jay (pexels.com/Mohan)
Intinya Sih
  • Penelitian genetik menunjukkan burung memiliki jumlah gen reseptor penciuman berbeda, memengaruhi kemampuan mereka mengenali aroma untuk navigasi, mencari makan, dan membedakan individu antarspesies.
  • Burung mencium bau melalui nares di paruhnya; beberapa spesies seperti nasar kalkun dan albatros menggunakan penciuman tajam untuk menemukan makanan serta menavigasi jarak jauh.
  • Terdapat aroma yang tidak disukai burung seperti bawang putih, cuka, metil antranilat, dan peppermint, sementara spesies seperti kiwi, albatros, dan merpati dikenal memiliki indra penciuman terbaik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Salah satu hal yang jarang dibahas pada burung adalah indra penciuman mereka. Kebanyakan hanya berfokus pada pesona bulu, tarian musim kawin, dan perilakunya, sedangkan jika mengulik lebih dalam ada hal yang jauh lebih menarik dari sekadar penampilan, yakni indra penciuman. Burung selalu mendapatkan makanan yang mereka mau dan pulang ke tempat asal tanpa tersesat, hal ini didukung oleh indra penciumannya yang tajam.

Tapi, tunggu, di mana letak hidung burung jika mereka bisa mencium makanan dan kembali ke asalnya? Dalam hal ini burung memang tidak menonjolkan bentuk hidung layaknya hewan mamalia, paruh adalah bagian yang paling menonjol, dan di sanalah kamu bisa menemukan hidung burung. Pada artikel kali ini akan dibahas lebih lanjut apakah burung bisa mencium bau makanan dan bagaimana caranya? Berikut penjelasannya!

1. Adanya penelitian untuk mengetahui indra penciuman burung

Burung terbang
Burung terbang (pexels.com/Suki Lee)

Melansir Max Planck Gesellschaft, adanya penelitian oleh Silke Steiger di Institut Ornitologi Max Planck yang mempelajari mengenai indra penciuman pada burung. Studi perilaku terbaru menunjukkan bahwa beberapa spesies burung menggunakan indra penciuman mereka untuk bernavigasi, mencari makan, dan membedakan individu. Silke Steiger dan rekan-rekannya memilih menggunakan pendekatan genetik untuk penelitiannya.

Fokus penelitian ini adalah pada gen reseptor penciuman (OR), yang diekspresikan dalam neuron sensorik di dalam epitel penciuman, dan merupakan dasar molekuler dari indra penciuman. Jumlah total gen OR dalam genom dapat mencerminkan berapa banyak aroma berbeda yang dapat dideteksi oleh hewan. Pada burung, studi genetik ini sebelumnya terbatas pada ayam.

Selain ayam. para peneliti membandingkan gen OR dari delapan spesies burung yang bekerabat jauh. Mereka memperkirakan jumlah total gen OR dalam genom setiap spesies menggunakan teknik statistik yang diadaptasi dari studi ekologi. Mereka menemukan perbedaan cukup besar dalam jumlah gen OR antara sembilan spesies burung tersebut. Kiwi cokelat dari Selandia Baru, misalnya, memiliki enam kali lebih banyak gen OR daripada burung tit biru atau kenari.

Tingginya jumlah gen OR pada kiwi dapat dijelaskan oleh ceruk ekologi burung yang tidak biasa ini. Unik, di antara burung-burung, lubang hidung burung kiwi yang aktif di malam hari terletak di ujung paruh. Ketika kiwi menjelajahi lantai hutan untuk mencari makanan, mereka dipandu oleh penciuman daripada penglihatan.

Adanya penelitian lain juga menunjukkan bahwa burung-burung lain mungkin memiliki indra penciuman yang lebih tajam. Penelitian ini ditujukan oleh Alex Van Huynh, yang menunjukkan bagaimana burung black-capped chickadee dan carolina chickadee mencegah hibridasi. Rupanya, burung chickadee kesulitan membedakan kedua spesies tersebut. Burung chickadee menghasilkan sinyal kimia (feromon) yang berbeda antar spesies, namun siapa sangka kalau burung chickadee mampu memilih pasangan hanya berdasarkan bau.

2. Apakah burung bisa mencium bau makanannya?

Burung blue jay
Burung blue jay (pexels.com/Tina Nord)

Indra perasa dan bau tampaknya tidak begitu tak terpisahkan pada spesies burung. Bahkan, burung menunjukkan banyak variasi dalam kemampuan penciumannya. Misalnya, burung pemakan bangkai seperti burung nasar kalkun, dapat mengendus bahan kimia berbau busuk yang tercium dari bangkai dari jarak bermil-mil.

Kemudian burung-burung hidung tabung seperti albatros, camar, dan burung laut, menggunakan rongga yang sangat sensitif pada paruhnya untuk mencium bau krill dan ikan, bahkan untuk menavigasi bentangan laut yang luas.

Burung juga menggunakan aroma untuk berkomunikasi satu sama lain. Dalam hal ini ada burung junco bermata gelap yang memberikan petunjuk tentang fisik mereka melalui senyawa yang mereka sekresikan dalam minyak bulu mereka. Burung auklet berjambul jantan melakukan hal serupa ketika mereka mencoba menarik betina, dengan mengeluarkan parfum yang berbau seperti aroma jeruk mandarin.

Sama seperti hewan pada umumnya, burung juga memiliki lubang hidung yang disebut nares. Mereka tidak memiliki struktur hidung yang sama seperti mamalia, tetapi menicum bau melalui nares mereka yang juga mengangkut udara ke sistem pernapasan mereka. Dalam perjalannya menuju rongga udara, setiap bau yang terbawa oleh udara ditangkap oleh saraf yang mengubah aroma menjadi sinyal listrik yang kemudian diterima oleh otak.

Lalu bagaimana burung bisa mencium bau? Melansir Bird Fact, dijelaskan bahwa burung menghirup udara melalui lubang hidung mereka dan dalam perjalanan menuju kantung pernapasan mereka, bau kemungkinan dirasakan oleh saraf penciuman dan dibawa ke otak.

Salah satu aspek paling menarik dari indra penciuman burung adalah bahwa indra tersebut sangat bervariasi antar spesies yang berbeda, serta tidak selalu berkolerasi dengan ukuran bulbul olfaktorius mereka, yang merupakan struktur otak utama yang terkait dengan penciuman.

3. Bau yang tidak disukai burung

burung pipit
ilustrasi burung pipit zebra (commons.wikimedia/PotMart186)

Meskipun bisa mencium bau, namun tidak semua aroma bisa diterima burung. Berikut adalah berbagai aroma yang kurang disukai burung, antara lain:

  • Bawang putih

Tanaman berbau menyengat ini mengandung zat kimia bernama allicin, yang merupakan iritan bagi burung. Jika dimakan dalam jumlah besar, bawang putih juga dapat menyebabkan muntah dan masalah pencernaan pada burung.

  • Cuka

Bau cuka yang terlalu kuat sangat dibenci oleh burung. Saat disemprotkan pada tanaman atau tempat yang ingin dijadikan sarang burung, cuka dapat mencegah mereka membangun sarang.

  • Metil antranilat

Digunakan sebagai perasa dalam makanan, termasuk es krim dan permen, dan sebagai pewangi dalam parfum, metil antranilat juga dapat digunakan sebagai pengusir burung. Senyawa ini memiliki aroma anggur yang kuat yang mengiritasi saraf trigeminal di paruh, mata, dan tenggorokan burung, tetapi tidak beracun dan dapat disemprotkan pada tanaman pangan.

  • Peppermint

Peppermint adalah aroma yang sangat menyegarkan. Namun, bagi burung aroma ini sangat menusuk. Mereka menganggap aroma yang kuat ini sangat mengganggu dan akan menghindari area yang berbau peppermint.

4. Jenis-jenis burung yang memiliki indra penciuman terbaik

Burung Albatros
Burung Albatros (pexels.com/ArcticDesire.com Polarreisen)

Beberapa jenis burung mampu mengembangkan indra penciuman yang sangat kuat setelah berevolusi di habitat yang memprioritaskan aroma daripada penglihatan. Berikut adalah daftar burung dengan indra penciuman terbaik:

  • Burung Nasar Turki

Burung nasar Turki sangat bergantung pada indra penciuman karena kebiasaan mereka memakan bangkai. Burung ini mengembangkan indra penciuman mereka untuk menemukan makanan di lingkungan dengan kanopi dedaunan yang lebat. Burung pemakan bangkai dapat menentukan lokasi makanan tanpa harus melihatnya.

  • Burung Kiwi Selandia Baru

Burung kiwi Selandia Baru adalah burung kecil dengan paruh sangat panjang dan tidak bisa terbang. Burung ini memiliki lubang hidung yang sensitif di ujung paruhnya. Karena tidak mampu terbang, maka burung kiwi beradaptasi untuk mengendus makanan yang tersembunyi. Mereka dapat merasakan cacing jauh di dalam tanah dan menangkapnya tanpa perlu membuka paruh.

  • Albatros, Shearwater, dan Petrel

Burung albatros, shearwater, dan petrel, semuanya merupakan burung laut procellariform yang memiliki bulbus olfaktorius terbesar dibandingkan dengan ukuran otak, di antara spesies burung lainnya.

Kemampuan navigasi mereka yang luar biasa bergantung pada indra penciuman untuk menentukan lokasi dan jarak yang telah mereka tempuh. Adanya sebuah studi yang membandingkan burung camar anosmik dengan burung camar non-anosmik dan menemukan bahwa burung camar yang kehilangan indra penciumannya mengambil rute alternatif selama penerbangan pulang setelah mencari makan. Burung camar yang kehilangan indra penciumannya menggunakan penglihatan mereka untuk mengetahui informasi topografi, terbang lebih dekat ke garis pantai dibandingkan dengan burung camar yang memiliki indra penciuman.

Dalam hal ini, burung albatros dan petrel menunjukkan kemampuan yang serupa pada penciuman untuk tujuan navigasi di lautan lepas. Petrel yang berburu makanan di malam hari dapat menemukan liang mereka dalam gelap hanya dengan mengandalkan aroma. Penciuman juga berperan penting dalam mencari makan. Burung shearwater dapat mengenali aroma makanan seperti cumi-cumi dan krill saat mencarinya di lautan.

  • Merpati

Pada tahun 1970, percobaan yang dilakukan pada burung shearwater juga dilakukan pada burung merpati. Setelah menghilangkan indra penciuman sekelompok burung ini, para peneliti menyimpulkan bahwa burung tersebut tidak dapat menemukan jalan pulang setelah dilepaskan di lokas yang berbeda. Dengan mengamati merpati yang dapat dan tidak dapat mencium bau, para peneliti menemukan bahwa burung-burung tersebut melacak bau lingkungan berdasarkan arah angin dan dapat membedakan bau yang familiar di udara untuk membantu menemukan tujuan mereka.

Demikian informasi seputar indra penciuman burung. Sejatinya burung memiliki kemampuan mencium bau, yang mana indra penciuman ini juga digunakan untuk navigasi dan mencari makanan. Burung juga memiliki nares, yang merupakan hidung dan terletak di paruh bagian atas. Beberapa jenis burung justru dianugerahi kemampuan penciuman yang sangat tajam, seperti burung kiwi, albatros, hingga merpati.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi

Related Articles

See More