Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Menarik Semut Kepala Hijau, Sengatannya Menyakitkan

5 Fakta Menarik Semut Kepala Hijau, Sengatannya Menyakitkan
semut kepala hijau (commons.wikimedia.org/Philipp Hoenle)
Intinya Sih
  • Semut kepala hijau atau Rhytidoponera metallica memiliki tubuh hijau metalik mengkilap dengan exoskeleton kuat yang melindungi dari benturan dan predator.
  • Spesies ini endemik Australia, aktif sepanjang hari, hidup di berbagai habitat, dan lebih suka bersarang di bawah batu besar untuk menjaga stabilitas koloninya.
  • Sengatannya cukup menyakitkan bagi manusia, namun semut kepala hijau juga bermanfaat karena membantu mengendalikan hama perusak tanaman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jika mendengar kata semut, kamu mungkin terbayang serangga kecil yang hidup berkelompok dan punya tubuh berwarna merah atau hitam. Stgma tersebut sudah melekat pada semut, khususnya pada spesies yang hidup di area gelap seperti hutan. Menariknya, ada satu spesies yang punya warna cerah, lho. Ia adalah Rhytidoponera metallica atau semut kepala hijau.

Selain kepala berwarna hijau, semut kecil tersebut punya penyebaran yang sempit. Ia juga merupakan hewan yang pemilih karena lebih suka bersarang di batu berukuran besar. Ukurannya memang kecil, tapi sengatan semut kepala hijau cukup menyakitkan bagi manusia, lho. Penasaran dengan berbagai fakta menarik semut kepala hijau? Berikut pembahasan lengkapnya.

1. Punya tubuh metalik berwarna hijau

semut kepala hijau
semut kepala hijau (commons.wikimedia.org/Steroid Maximus)

Tak hanya kepalanya, ternyata seluruh tubuh semut ini semut ini berwarna hijau, lho. Hijaunya adalah hijau metalik sehingga terlihat mengkilap dan bersinar, khususunya ketika terpapar sinar matahari. Serangga ini juga punya perpaduan warna lain, yaitu hitam, cokelat, dan jingga. Semut pekerja punya panjang sekitar 0.5 hingga 0.7 centimeter. Badannya juga dilapisi exoskeleton yang kuat, keras, dan berfungsi layaknya armor yang melindungi tubuh dari benturan hingga gigitan predator.

2. Semut kepala hijau adalah hewan endemik Australia

semut kepala hijau
semut kepala hijau (commons.wikimedia.org/Philipp Hoenle)

Dilansir Garden City Plastics, semut kepala hijau merupakan hewan endemik Australia dan bisa ditemukan hampir di seluruh penjuru negara tersebut. Semut kepala hijau pertama kali dideskripsikan pada 1858 oleh peneliti asal Inggris bernama Federick Smith. Habitat semut ini juga tak berbeda jauh dengan spesies lain, yaitu mencakup area hutan, daerah kering, daerah berkayu, hingga pemukiman yang padat akan aktivitas manusia. Menariknya, semut kepala hijau tak terganggu dengan hujan atau air, berbeda dengan semut lain yang sarangnya akan rusak dan kehidupannya terancam.

3. Menghindari membuat sarang di batu kecil

semut kepala hijau
semut kepala hijau (commons.wikimedia.org/Philipp Hoenle)

Penelitian pada 2002 yang diterbikan di jurnal Insectes Sociaux menerangkan kalau semut kepala hijau punya tempat favorit saat membentuk sarang dan koloni. Contohnya, hewan ini tak mau membuat sarang di bawah batu berukuran kecil. Ia lebih suka bersarang di batu berukuran besar agar pertumbuhan koloninya tidak terhambat oleh tempat sempit.

Pertumbuhan koloni juga dipengaruhi oleh beberapa aspek lain, seperti ukuran sarang, ancaman hewan lain, jumlah alate (semut bersayap), dan stabilitas semut pekerja. Selain itu, biasanya semut kepala hijau akan meninggalkan sarangnya pada musim panas. Setelah ditinggalkan, biasanya koloni tersebut akan terbengkalai dan tak akan dipakai oleh spesies lain.

4. Semut kepala hijau aktif sepanjang hari

semut kepala hijau
semut kepala hijau (commons.wikimedia.org/tjeales)

Dikutip iNaturalist, semut kepala hijau adalah hewan diurnal yang aktif sepanjang hari. Serangga tersebut bisa mencari makanan di berbagai tempat, entah itu di atas tanah atau vegetasi rapat. Secara umum, semut kepala hijau adalah scavenger yang akan memakan apapun, mulai dari bangkai hewan, material tanaman, serangga, arthropoda, hingga sap (cairan yang keluar dari pohon).

Semut kepala hijau tidak berburu dengan gigitannya, melainkan mampu melumpuhkan mangsa dengan sengatan berbisa. Menariknya, semut kepala hijau dikategorikan sebagai predator primitif. Hal tersebut tercermin dari ketidakmampuannya untuk mempertahankan buruan dari spesies semut lain yang lebih dominan. Jadi, ia tak bisa hidup berdampingan dengan semut lain.

5. Sengatan semut kepala hijau cukup menyakitkan

semut kepala hijau
semut kepala hijau (commons.wikimedia.org/Philipp Hoenle)

Sebenarnya, semut kepala hijau bukanlah hewan yang berbahaya bagi manusia. Meski begitu, laman Atlas of Living Australia menerangkan kalau sengatan semut kepala hijau cukup menyakitkan. Jika disengat, kamu bisa menaruh es di luka atau menggunakan semprotan khusus yang dijual bebas. Sayangnya, orang yang punya alergi harus dilarikan ke rumah sakit karena efeknya bisa cukup parah. Uniknya, di balik semua hal tersebut ternyata semut kepala hijau bisa berguna bagi manusia, lho. Ia membantu manusia dalam memusnahkan hama seperti serangga yang bisa merusak ladang.

Dari berbagai fakta menarik semut kepala hijau tersebut kamu jadi tahu bagaimana kehidupan cara hewan tersebut bertahan hidup. Semut kepala hijau tak membutuhkan bantuan serangga lain. Justru, ia bertahan hidup secara mandiri dengan bekerja sama. Kerja sama itulah yang harus ditiru oleh manusia, entah itu ketika melakukan pekerjaan berat atau di kehidupan sehari-hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna

Related Articles

See More