Ikan laut identik denga hiu, tuna, atau kakap. Padahal, jenis ikan laut lebih banyak dari itu. Salah satu ikan laut terunik adalah ikan sebelah atau flatfish. Seperti namanya, ia punya badan pipih dan dan ramping. Spesies ikan sebelah juga ada banyak dan salah satunya adalah halibut atlantik (Hippoglossus hippoglossus).
5 Fakta Unik Halibut Atlantik, Spesies Ikan Sebelah Terbesar

- Halibut Atlantik adalah spesies ikan sebelah terbesar di dunia dengan panjang bisa mencapai 4,7 meter dan berat hingga 320 kilogram, serta memiliki tubuh pipih berwarna gelap di bagian atas.
- Ikan ini tumbuh lambat, mencapai kematangan seksual dalam waktu lama, dapat hidup hingga 50 tahun, dan betina mampu menghasilkan jutaan telur di suhu laut dingin sekitar 5–7°C.
- Populasi halibut Atlantik menurun akibat perburuan berlebihan meski berstatus risiko rendah, sementara habitatnya berada di dasar Samudra Atlantik utara hingga kedalaman 2.000 meter.
Berbeda dari spesies lain yang berukuran kecil, halibut atlantik justru merupakan spesies berukuran raksasa. Ia juga kerap ditangkap, bahkan jadi salah satu tangkapan utama nelayan di Samudra Atlantik. Sayangnya, populasi ikan ini menurun akibat banyak faktor. Lebih lanjut, yuk kita ulik berbagai fakta unik halibut atlantik di bawah ini!
1. Spesies ikan sebelah terbesar di dunia

Sebagai spesies ikan sebelah terbesar di dunia, tentunya halibut atlantik memiliki ukuran yang luar biasa. Tercatat, laman Fishbase menerangkan kalau panjang maksimal ikan ini mencapai 4.7 meter dan bobot maksimalnya ada di angka 320 kilogram. Sayangnya, indivdu sebesar itu jarang ditemukan. Biasanya, panjang rata-ratanya sekitar 1 meter dan bobotnya sekitar 10-45 kilogram.
Layaknya spesies ikan sebelah lain, halibut utara punya tubuh yang datar. Jadi, badannya menyamping dan kebanyakan bagian tubuhnya hanya terlihat di satu sisi saja. Soal warna, ia punya tubuh bagian atas berwarna gelap, yaitu abu-abu, kecokelatan, hingga hitam. Di sisi lain, tubuh bagian bawahnya memiliki warna putih. Nah, warna gelap yang ia miliki bisa digunakan untuk berkamuflase.
2. Punya pertumbuhan dan perkembangan yang lambat

hSecara umum, halibut atlantik merupakan ikan dengan pertumbuhan dan perkembangan yang lambat. Dalam hal ini, ia juga membutuhkan waktu yang lama dalam mencapai kematangan seksual. Karena hal tersebut, ikan ini sulit tumbuh dewasa dan reproduksinya juga agak terhambat. Uniknya, hal tersebut justru membuat halibut atlantik memiliki umur yang panjang.
Laman NOAA Fisheries menerangkan kalau ikan ini bisa hidup hingga mencapai usia 50 tahun. Namun, individu setua itu jarang dijumpai dan usia rata-ratanya hanya sekitar 10-20 tahun. Lebih lanjut, saat hendak bertelur individu betina akan menaruh telurnya di dasar perarian. Sekali bertelur, ia mampu menghasilkan hingga dua juta butir telur. Nah, suhu optimal untuk reproduksi ikan ini ada di angka 5-7 °C.
3. Halibut atlantik bisa hidup di kedalaman 2.000 meter

Seperti spesies ikan sebelah lain, halibut atlantik merupakan spesies bottom dweller. Artinya, ikan ini merupakan ikan yang hidup di dasar perairan. Lebih lanjut, laman Reeflex menerangkan kalau halibut atlantik bisa dijumpai di kedalaman sekitar 50-2.000 meter. Di banyak kesempatan, ia sering bersantai, berenang, mencari makanan, atau berkamuflase di dasar laut berpasir, dasar laut berlumpur, atau di sela-sela karang dan bebatuan. Terakhir, penyebaran ikan ini ada di wilayah Samudra Atlantik utara yang mencakup wilayah Eropa, Greenland, dan Amerika Utara.
4. Sangat terancam oleh perburuan yang masif

Sebenarnya, halibut atlantik masuk ke kategori least concern atau risiko rendah. Namun, saat ini populasinya terus menurun akibat perburuan dan pemancingan yang dilakukan oleh nelayan. Dalam hal ini, laman iNaturalist menerangkan kalau perburuan dan pemancingan yang berlebihan membuat ikan ini tak bisa bereproduksi dengan optimal. Jadi, sebelum mencapai usia dewasa ikan ini sudah ditangkap.
Ditambah dengan reproduksi dan pertumbuhannya yang lambat, alhasil populasi halibut atlantik terus merosot. Gak cuma itu, setelah ditangkap dan dibawa ke permukaan ikan ini juga bisa mati. Pasalnya, ikan ini tak bisa menahan perbedaan tekanan antara permukaan laut, daratan, dan dasar laut. Maka dari itu, perburuan dan pemancingan halibut atlantik harus dilakukan dengan hati-hati.
5. Halibut merupakan predator bagi ikan dan krustasea

Dilansir Animalia, halibut atlantik merupakan karnivor atau pemakan daging. Secara spesifik, makanannya mencakup hewan yang hidup di dasar laut seperti ikan, cephalopoda, hingga krustasea. Uniknya, individu muda dan dewasa memiliki pilihan makanan yang berbeda. Tentunya, individu dewasa bisa memakan ikan dan sebagainya. Sangat berbeda, individu muda dan anakan justru lebih suka memakan mikroorganisme seperti plankton. Nah, saat berusia satu tahun barulah ikan ini akan mulai memakan ikan dan hewan laut lain yang sedikit lebih besar.
Gak cuma unik karena tubuhnya yang datar, halibut atlantik juga menarik karena kebiasaan, hubungannya dengan manusia, dan kehidupannya. Dalam hal ini, halibut atlantik sangat berbeda dari ikan lain yang hidup di lautan. Maka dari itu, tak ada salahnya jika menyebut halibut atlantik sebagai ikan yang eksotis. Karena merupakan ikan eksotis, maka kita harus menjaga kehidupan halibut atlantik.

















