Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta North Island Saddleback, Berhasil Bangkit dari Ambang Punah

5 Fakta North Island Saddleback, Berhasil Bangkit dari Ambang Punah
Burung north island saddleback (commons.wikimedia.org/JJ Harrison)
Intinya Sih
  • North Island saddleback adalah burung endemik Selandia Baru yang menghuni hutan pesisir dan pedalaman; populasi alaminya kini tersisa di Pulau Hen, serta telah ditranslokasi ke banyak pulau bebas predator.
  • Burung sepanjang sekitar 25 cm ini berciri bulu hitam mengilap, bercak cokelat kemerahan seperti pelana di punggung, dan gelambir jingga kemerahan; jantan berukuran lebih besar.
  • Predator mamalia pernah menyisakan sekitar 500 ekor di Pulau Hen, tetapi translokasi sejak 1960-an menaikkan populasi menjadi lebih dari 7.000 individu; statusnya masih Near Threatened.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Tidak semua burung yang pernah berada di ambang kepunahan benar-benar menghilang. North Island saddleback (Philesturnus rufusater) menjadi salah satu contoh keberhasilan konservasi yang luar biasa di Selandia Baru. Burung berwarna hitam dengan bercak cokelat kemerahan di punggung ini sempat hanya bertahan di satu pulau kecil. Berkat kerja keras para konservasionis, populasinya kini kembali berkembang di berbagai pulau bebas predator. Di balik kisah penyelamatannya, North Island saddleback menyimpan banyak fakta menarik untuk diketahui. Penasaran dengan burung satu ini? Yuk, simak lima fakta selengkapnya di artikel berikut!

1. Burung endemik asal Selandia Baru

Burung north island saddleback merupakan spesies endemik Selandia Baru.
Burung north island saddleback merupakan spesies endemik Selandia Baru. (commons.wikimedia.org/Geoff McKay)

North Island saddleback merupakan burung endemik Selandia Baru. Burung ini hanya ditemukan di Pulau Utara dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Dilansir New Zealand Birds Online, satu-satunya populasi alami North Island saddleback yang masih bertahan saat ini berada di Pulau Hen. Spesies ini telah berhasil ditranslokasi ke sejumlah pulau di Selandia Baru, seperti Whatupuke, Red Mercury, Cuvier, Lady Alice, Stanley, Little Barrier, Tiritiri Matangi, Kapiti, Mokoia, Moutuhora, Motuihe, Rangitoto, Motutapu, Rotoroa, Moturua, serta Urupukapuka.

North Island saddleback menghuni habitat hutan pesisir dan hutan pedalaman. Burung ini diketahui sangat menyukai kawasan hutan sekunder yang dipenuhi semak belukar. Habitat ini memberinya banyak tempat berlindung serta sumber makanan. Selama habitatnya terlindungi dari mamalia predator, burung ini mampu berkembang dengan baik.

2. Memiliki pelana cokelat kemerahan di punggung yang jadi ciri khasnya

Burung north island saddleback
Burung north island saddleback (commons.wikimedia.org/JJ Harrison)

North island saddleback merupakan burung dari keluarga Callaeidae yang berukuran sedang. Dilansir Birds of the World, burung ini memiliki panjang tubuh sekitar 25 cm dengan berat sekitar 61-94 gram. Penampilannya didominasi bulu hitam mengilap dengan kilau kebiruan samar saat terkena cahaya. Ciri paling khas dari burung ini adalah bagian punggungnya yang memiliki bercak cokelat kemerahan menyerupai pelana kuda. Ciri inilah yang membuat burung ini diberi nama saddleback yang berarti pelana. Selain pelana yang mencolok, burung ini juga memiliki gelambir kecil (wattle) berwarna jingga kemerahan di sisi paruhnya. Gelambir tersebut akan bertambah besar seiring bertambahnya usia.

Spesies jantan dan betina memiliki warna bulu yang mirip. Perbedaan keduanya terletak pada ukuran tubuh dan gelambirnya. Jantan memiliki tubuh dan gelambir yang lebih besar dibandingkan burung betina. Sementara itu, burung muda memiliki penampilan mirip burung dewasa, tetapi warna bulunya lebih cokelat kehitaman tidak terlalu mengilap dengan gelambir berukuran kecil. Barulah seiring bertambahnya usia, warna bulunya akan semakin hitam mengilap dengan gelambir yang terus membesar hingga mencapai ukuran dewasa.

3. Memiliki kerabat dekat yang menghuni pulau berbeda

Burung south island saddleback, kerabat dekat north island saddleback.
Burung south island saddleback, kerabat dekat north island saddleback. (commons.wikimedia.org/Thibaud Aronson)

North Island saddleback bukanlah satu-satunya spesies saddleback yang menghuni Selandia Baru. Burung ini memiliki kerabat dekat bernama South Island saddleback (Philesturnus carunculatus). Sesuai namanya, kerabatnya tersebut hidup di wilayah Pulau Selatan Selandia Baru. Keduanya memiliki bentuk tubuh dan penampilan yang sangat mirip, tetapi tidak memiliki wilayah persebaran yang tumpang tindih.

Pada masa lalu, kedua burung ini pernah dianggap sebagai satu spesies. Namun, setelah diteliti lebih lanjut, para ilmuwan menemukan cukup banyak perbedaan sehingga keduanya dipisahkan menjadi dua spesies. Perbedaan keduanya terletak pada fase bulu remaja dan ukuran tubuh dan gelambirnya. Dilansir New Zealand Birds Online, spesies North Island saddleback tidak memiliki fase bulu remaja, memiliki pita kuning pucat di bagian depan bercak pelana, serta ukuran tubuh lebih kecil dengan gelambir yang lebih besar dan paruh yang lebih ramping dari South Island saddleback.  

4. Dikenal sebagai burung yang sangat aktif saat mencari makan

Burung north island saddleback dikenal sangat aktif saat mencari makanan.
Burung north island saddleback dikenal sangat aktif saat mencari makanan. (commons.wikimedia.org/Geoff McKay)

North Island saddleback hampir tidak pernah diam saat mencari makan. Dilansir New Zealand Birds Online, burung ini menjelajahi seluruh bagian hutan, mulai dari lantai hutan hingga tajuk pohon. Aktivitasnya berlangsung hampir sepanjang hari untuk mencari berbagai jenis makanan.

North Island saddleback termasuk spesies omnivora dengan menu makanan yang cukup beragam. Makanan utamanya adalah serangga dan laba-laba. Selain itu, ia juga mengonsumsi buah-buahan dan nektar. Burung ini mencari makanan dengan cara mengais serasah daun, membongkar kayu lapuk, hingga mengelupas kulit batang pohon menggunakan paruhnya yang kuat. Jika menemukan mangsa berukuran besar, ia dapat memegangnya dengan kaki sebelum mencabiknya menggunakan paruh.

5. Pernah nyaris punah, tetapi berhasil diselamatkan berkat konservasi

Burung north island saddleback
Burung north island saddleback (commons.wikimedia.org/Geoff McKay)

North Island saddleback pernah mengalami penurunan populasi yang sangat drastis setelah mamalia predator masuk ke dalam habitatnya. Mamalia predator seperti tikus dan cerpelai memangsa telur, anakan, bahkan burung dewasa. Akibatnya, burung ini menghilang dari daratan utama dan hanya menyisakan satu populasi kecil di Pulau Hen (Taranga) yang hanya berjumlah 500 ekor.

Melansir dari laman Birdlife Datazone, sejak tahun 1960-an, para ahli konservasi memindahkan burung ini ke berbagai pulau yang bebas predator. Program tersebut berhasil meningkatkan jumlah populasinya hingga lebih dari 7.000 individu. Meski begitu, saat ini North Island saddleback masih masuk ke dalam kategori spesies Near Threatened menurut IUCN. Spesies ini bergantung pada habitat yang aman sehingga perlindungan terhadap pulau-pulau bebas predator tetap menjadi kunci kelangsungan hidupnya.

Itulah lima fakta mengenai North Island saddleback, si burung endemik Selandia Baru yang berhasil bangkit dari ambang kepunahan. Kisahnya menjadi bukti bahwa upaya konservasi yang dilakukan secara konsisten mampu memberi kesempatan kedua bagi satwa untuk kembali berkembang di alam.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More