Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Airbus A350, Pesawat Penumpang Ikonik Buatan Airbus

5 Fakta Airbus A350, Pesawat Penumpang Ikonik Buatan Airbus
potret protipe Airbus A350 XWB (eXtra Wide Body) dalam penerbangan uji coba di tahun 2019 silam (commons.wikimedia.org/Bene Riobó)
Intinya Sih
  • Airbus A350, pesawat berbadan lebar bermesin ganda, beralih ke desain XWB baru pada 2006, terbang perdana 2013, dan mulai beroperasi komersial bersama Qatar Airways pada 2015.
  • Sekitar 70% airframe A350 memakai material komposit CFRP yang lebih ringan dan tahan lama, sementara sayap adaptif terinspirasi burung membantu mengurangi hambatan serta konsumsi bahan bakar.
  • A350 hadir dalam varian -900 dan -1000, termasuk versi Ultra Long Range; Singapore Airlines menjadi operator terbesar dengan 65 unit A350-900, termasuk varian ULR.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Airbus A350 yang juga dikenal sebagai A350 XWB (eXtra Wide Body) adalah pesawat jet penumpang jarak jauh berbadan lebar dan bermesin ganda buatan pabrikan aviasi terkenal Airbus. Menurut laman aviasi Key Aero, dalam sejarahnya desain awal A350 yang diusulkan pada tahun 2004 sebagai respon atas kehadiran Boeing 787 Dreamliner merupakan pengembangan dari pesawat Airbus A330 dengan material dan mesin baru yang lebih efisien. Namun karena kurangnya dukungan pasar, pada tahun 2006, Airbus beralih ke desain extra wide body (XWB) yang sepenuhnya baru serta ditenagai oleh dua mesin turbofan bertenaga besar Rolls-Royce Trent XWB.

Prototipe A350 terbang perdana pada tahun 2013 dari Kota Toulouse, Prancis. Setelah melalui serangkaian uji coba, pada tahun 2015, A350 memasuki layanan komersial dengan Maskapai Qatar Airways sebagai maskapai pertama yang menjadi operatornya. Menurut laman Airbus, A350 diterima baik oleh pasar,hingga bulan April 2026, A350 telah mendapatkan total 1.579 pesanan dari 68 pelanggannya di seluruh dunia.

Ingin tahu lebih lanjut mengenai pesawat yang memiliki varian Ultra Long Range yang sanggup mengudara selama puluhan jam non-stop ini? Simak lima fakta menariknya berikut ini, yuk!

1. Sebagian besar airframenya menggunakan material komposit

sebagian besar airframe A350 berbahan material komposit
sebagian besar airframe A350 berbahan material komposit (commons.wikimedia.org/Steve Lynes)

Menurut laman Airbus, sebagai pesawat yang lahir dengan teknologi abad ke-21, sekitar 70% material airframe A350 ini berbahan komposit atau bukan logam konvensional sebagaimana yang digunakan pada airframe pesawat di masa lalu. Secara umum material komposit adalah campuran dari 2 atau lebih unsur yang berbeda yang menciptakan material baru dengan fitur yang lebih kuat, lebih ringan dan lebih awet dibandingkan dengan material konvensional.

Sejumlah informasi aviasi menuliskan penggunaan material komposit ringan, khususnya pada komponen struktural penting, menjadikan A350 sebagai sebuah game changer di kelasnya. Dilansir laman Simple flying, A350 menggunakan material komposit ringan seperti Carbon Fiber Reinforced Plastic (CFRP) yang mengurangi bobot pesawat sehingga penggunaan bahan bakar akan menjadi lebih efisien. Selain itu, tak seperti pada material logam konvensional, material komposit tak rentan terhadap kelelahan metal (metal fatigue) sehingga usia pakainya akan menjadi lebih panjang.

2. Desain sayapnya mengambil inspirasi dari sayap burung

potret desain sayap A350
potret desain sayap A350 (commons.wikimedia.org/FlugKerl2)

Salah satu fakta menarik dari pesawat A350 ini adalah desain sayapnya yang mengambil inspirasi dari burung yang terbang. Menurut laman Simple Flying, ketika A350 pertama kali memasuki layanan komersial, pesawat ini dengan cepat mendapatkan reputasi sebagai salah satu pesawat jarak jauh paling mengesankan yang pernah dibuat dan para insinyur penerbangan fokus pada sesuatu yang berbeda: sayap pesawat. Airbus merancang sayap untuk A350 dari awal dan bukan mengembangkan desain sayap yang telah ada. Desain sayap A350 tersebut merupakan bagian dari program desain sayap baru Airbus.

Desain sayap A350 terinspirasi oleh burung yang sedang terbang melalui bentuknya yang adaptif, kemampuan perubahan bentuknya selama penerbangan dan ujung sayap yang melengkung ke atas. Sayap A350 dapat menekuk beberapa meter ke atas selama penerbangan untuk mengoptimalkan aerodinamikanya. Kemampuan tersebut memungkinkan pesawat untuk mengurangi hambatan dan beroperasi secara lebih efisien selama berbagai fase penerbangan sehingga menghasilkan konsumsi bahan bakar yang lebih rendah serta kinerja yang lebih baik pada rute jarak jauh.

3. Terdiri atas 2 varian utama

Sebagaimana diinformasikan dalam laman resmi Airbus, saat ini A350 terdiri atas 2 varian utama yakni: A350-900 yang merupakan varian dasar dari keluarga A350 dengan panjang badan pesawat 66,8 m dan berkapasitas 300 hingga 350 penumpang serta memiliki jangkauan hingga 15,700-an km. Di dalam A350-900 ini terdapat sub-varian A350-900ULR (Ultra Long Range) yang memiliki jangkauan hingga 18.000 km. Saat ini rute penerbangan langsung terjauh adalah rute penerbangan langsung antara Singapore dengan New York (JFK) dengan jarak 15,349 km yang dilayani oleh Maskapai Singapore Airlines dengan Airbus A350-900ULR dengan lama penerbangan sekitar 19 jam.

Kemudian varian utama kedua adalah A350-1000 dengan panjang badan pesawat 73,79 m, memiliki kapasitas 350 hingga 410 penumpang serta mampu menjangkau 16.700 km. Varian ini juga memiliki sub-varian A350-1000ULR (Ultra Long Range) yang didesain untuk penerbangan non-stop jarak jauh antar benua. Sebagaimana diungkap oleh data penerbangan Flight Radar di akhir Juli 2026 lalu, dilakukan uji terbang varian A350-1000ULR yang akan digunakan oleh Maskapai Qantas untuk Project Sunrisenya dengan rute Melbourne, Australia ke Toulouse, Prancis. Penerbangan berhasil dilakukan dan A350-1000ULR memecahkan rekor terbang non-stop selama 24 jam 24 menit dengan menempuh jarak 23.075 km.

4. Memiliki tekanan ketinggian udara kabin yang lebih rendah

potret konfigurasi kabin kelas ekonomi
potret konfigurasi kabin kelas ekonomi A350 (commons.wikimedia.org/Tungsten)

Salah satu keunggulan A350 ini adalah, ia memiliki tekanan ketinggian udara kabin yang lebih rendah karena penggunaan material komposit. Menurut laman Airbus, A350 menjaga tekanan udara kabin tetap sama dengan tekanan pada ketinggian sekitar 5.500 hingga 6.000 kaki (1.800-an mdpl) dibandingkan dengan pesawat dengan teknologi sebelumnya yang menjaga tekanan udara kabin yang tetap sama dengan tekanan pada ketinggian sekitar 8.000 kaki (2.400-an mdpl). Tekanan ketinggian udara kabin yang lebih rendah di A350 membuat penumpang bisa menghirup lebih banyak oksigen sehingga akan mengurangi kelelahan dan gejala jet lag.

Selain itu penggunaan material komposit Carbon Fiber Reinforced Plastic (CFRP) pada A350 juga memberikan insulasi akustik yang lebih baik dibandingkan dengan teknologi di pesawat sebelumnya sehingga A350 merupakan salah satu pesawat yang paling "senyap" di kelasnya. Pada bagian jendela kokpitnya, A350 menggunakan apa yang disebut "Zorro mask", panel berwarna hitam pada jendela kokpitnya sebagai pelindung panas dan untuk mengurangi silau di area kokpitnya.

5. Maskapai Singapore Airlines adalah operator terbesarnya

Maskapai Singapore Airlines adalah operator terbesar pesawat Airbus A350
Maskapai Singapore Airlines adalah operator terbesar pesawat Airbus A350 (commons.wikimedia.org/Sébastien Mortier)

Sebagaimana diinformasikan dalam laman Aero Space Global News, Maskapai Singapore Airlines adalah operator terbesar dari Airbus A350 ini. Saat ini Maskapai Singapore Airlines memiliki 65 unit armada Airbus A350-900 termasuk sub variannya A350-900ULR (Ultra Long Range). Tempat kedua diduduki oleh Maskapai Qatar Airways dengan total 62 pesawat yang terdiri atas 34 unit armada A350-900 dan 28 unit armada A350-1000.

Kemudian operator ketiga terbesar yang mengoperasikan A350 ini adalah Cathay Pacific dengan total 48 pesawat yang terdiri atas 30 unit armada A350-900 dan 18 unit armada A350-1000. Untuk peringkat keempat dan kelima adalah: Maskapai Air France (40 armada A350-900) dan Maskapai Delta Air Lines (39 armada A350-900).

Bagaimana apakah kamu tertarik untuk melakukan penerbangan jarak jauh dengan menggunakan pesawat Airbus A350 ini?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More