5 Fakta Unik Hiu Susu, Panjang Maksimalnya Tak Mencapai 2 Meter

- Hiu susu hidup di tiga samudra besar—Atlantik, Pasifik, dan Hindia—dengan persebaran luas dari Afrika hingga Oseania.
- Spesies ini merupakan yang terbesar di genus Rhizoprionodon dengan panjang maksimal 1,7 meter dan bobot hingga 22 kilogram.
- Hiu susu tidak berbahaya bagi manusia, namun populasinya kini tergolong rentan akibat penangkapan berlebih di beberapa negara.
Rhizoprionodon acutus atau hiu susu merupakan spesies berukuran kecil yang hidup di Samudra Atlantik. Ia bukan hiu yang ganas dan sering menyerang manusia. Sebaliknya, ikan berbadan ramping ini kerap ditangkap oleh manusia. Hiu susu juga unik, bahkan keunikannya tercermin dari berbagai aspek.
Beberapa keunikannya mencakup posisi hiu susu di lautan, bagaimana ikan ini bertahan hidup, dan hubungannya dengan manusia. Selain itu, hiu susu juga memiliki segudang perbedaan dengan spesies lain yang ukurannya lebih besar. Penasaran dengan berbagai fakta unik hiu susu? Simak di bawah ini, yuk.
1. Spesies yang hidup di tiga samudra

Dilansir GBIF, wilayah penyebaran hiu susu mencakup tiga samudra, yaitu Atlantik, Pasifik, dan Hindia. Penyebarannya di Samudra Pasifik mencakup wilayah Indonesia, Australia, Filipina, hingga Oseania. Di Samudra Hindia sendiri ikan ini menghuni Afrika timur, Madagaskar, Timur Tengah, dan India. Sementara itu, penyebarannya di Samudra Atlantik mencakup wilayah Afrika barat dan sebagian kecil benua Amerika.
2. Spesies terbesar di genus Rhizoprionodon

Dilansir Florida Museum, panjang maksimal hiu susu bisa mencapai 1.7 meter. Lebih lanjut, bobot maksimal ikan ini ada di angka 22 kilogram. Kelihatannya memang kecil, tapi ia merupakan spesies terbesar di genusnya, yaitu genus Rhizoprionodon. Ciri fisiknya sendiri serupa dengan hiu pelagis lain, yaitu punya badan ramping, memanjang, mata besar, dan tubuh aerodinamis. Warnanya tak jauh dari silver dan abu-abu yang memudahkannya untuk berkamuflase saat berenang di perairan dangkal.
3. Hiu susu adalah mangsa bagi hiu lain yang lebih besar

Laman iNaturalist menjelaskan kalau hiu susu merupakan predator yang sangat suka memakan krustasea, gastropoda, moluska, dan ikan berukuran kecil. Ia juga merupakan spesies hiu perarian dengkal dengan populasi terbanyak di habitatnya. Hiu susu juga memiliki gigi bagian atas yang tajam dan bergerigi, sangat sempurna untuk menangkap hewan laut berbadan licin.
Namun, hiu susu tak berstatus sebagai predator puncak di habitatnya. Justru, ia merupakan mangsa potensial bagi hiu lain yang ukurannya lebih besar seperti hiu sirip hitam dan hiu sirip hitam australia. Beberapa mamalia laut berukuran besar seperti paus orca juga berpotensi untuk memangsa hiu susu.
4. Anakan hiu susu punya panjang 50 centimeter

Seperti spesies lain, hiu susu bereproduksi dengan metode vivipar atau melahirkan. Laman Animalia menerangkan kalau umumnya hiu susu bereproduksi setahun sekali. Perkawinan biasanya terjadi pada awal musim panas (April hingga Juli). Setelah kawin, individu betina bisa mengandung sekitar satu hingga delapan bayi. Semakin besar ukuran betina, maka jumlah bayi makin banyak.
Hiu susu muda punya panjang yang bervariasi, yaitu sekitar 30-50 centimeter dengan bobot mencapai 350 gram. Menariknya, individu betina kerap melahirkan di perairan hangat yang memiliki pasokan makanan berlimpah agar anaknya tidak kekurangan makanan. Saat masih kecil, hiu susu juga akan hidup di area pesisir yang penuh dengan tempat persembunyian.
5. Hiu susu tidak berbahaya bagi manusia

Dilansir Atlas of Living Australia, hiu susu merupakan spesies yang tidak berbahaya dan tak akan menyerang manusia. Giginya juga kecil sehingga tak mampu memberikan luka yang dalam. Sebaliknya, ikan ini kerap ditangkap, khususnya menggunakan jaring atau dengan cara dipancing. Bahkan, hiu susu menjadi ikan komersil yang penting di beberapa negara seperti Senegal, Mauritania, Oman, dan India. Namun, hiu ini mulai terancam sehingga masuk ke kategori vulnerable (rentan). Karena itu, populasinya harus terus dijaga.
Hiu susu membuka mata kita bahwa tak semua hiu merupakan hewan yang berbahaya dan harus ditakuti. Nyatanya, hiu hanyalah ikan laut yang mencoba bertahan hidup di tengah perubahan lingkungan ekstrem. Selain itu, berbagai fakta unik hiu susu juga membuktikan kalau ikan tersebut sangat berbeda dengan hiu lain. Jadi, bisa dibilang kalau hiu susu merupakan spesies yang sangat eksotis.

















